Pages

TATA IBADAH EVANGLISASI - 14 OKTOBER 2020


TATA IBADAH EVANGLISASI KOLOM

Rabu, 14 Oktober 2020

 AJAKAN BERIBADAH (Jemaat Berdiri)

P        : Dalam kemurnian hati, marilah kita menghadap kekudusan Tuhan dan dengan penuh hormat menyembah Dia dan beribadah kepadaNya, sebab Tuhan adalah Allah yang besar dan Raja yang mengatasi segala allah. 

P+J     :  Menyanyi NNBT No. 1 “PUJILAH DIA, PUJILAH DIA”

                           Pujilah Dia, pujilah Dia, Yesus Tuhan Rajamu,
            Maha Pengasih, Maha Mulia, Yesus Tuhan Rajamu.
            Penguasa semesta alam, Raja adil pembela kita,
            Dia hapus dosa kita mari sambut Rajamu.
            Pujilah Dia, pujilah Dia
            Yesus Tuhan Rajamu,
            Maha Pengasih, Maha Mulia,
            Yesus Tuhan Rajamu.

TAHBISAN DAN SALAM

P :           Persekutuan Ibadah evanglisasi keluarga jemaat GMIM Kakaskasen Eben Haezer saat ini, ditahbiskan dalam nama Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus.

               Salam kasih dari Tuhan Yesus Kristus Kepala Gereja dan Tuhan Dunia, Amin.

P+J     :  Menyanyi NNBT No. 32 “DUNIA S’MAKIN BERKABUT”

    Dunia s’makin berkabut gelap menakutkan,
       badai serta gelombang menerpa baht’ra hidupku.
       Hatiku jadi bimbang imanku semakin goyah,
       untung ku punya Yesus nahkoda baht’raku.
       KasihMu Tuhan tiada taranya, tak pernah meninggalkanku.

    KasihMu Tuhan mulia dan benar Engkaulah penolong setia.

PENGAKUAN DOSA (Jemaat Duduk)

P        :  Ya Yesus Kristus Tuhan kami, disaat indah dan kudus ini kami bersatu hati dalam kekeluargaan beribadah kepadaMu, karena kami melihat karyaMu yang indah melalui pengabdian dan pelayanan kami.

J         :  Tuhan layakkah kami yang cemar oleh dosa, menghadap hadirat kudusMu, Engkau sajalah yang dapat membasuh dan menguduskan kami.

P        :  Tuhan, kami sering lalai dalam tanggung jawab kami terutama dalam membangun kebersamaan dalam keluarga.

J         :  Anugerahkanlah kepada kami semangat untuk memelihara keutuhan hidup bersama sebagai cermin diri orang percaya. Dengarkanlah pengakuan dan kerinduan kami saat ini, didalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin. 

P+J     :  Menyanyi KJ No. 29DIMUKA TUHAN YESUS”

    Dimuka Tuhan Yesus, betapa hina diriku,
      Ku bawah dosa-dosaku, dimuka Tuhan Yesus. 

PELAYANAN FIRMAN

P        :  Sebelum membaca Alkitab, mari kita berdoa :

              Tuhan Allah, pelita hidup kami, sinarilah kami dengan firmanMu, karena firmanMu adalah pelita hidup kami dan suluh pada jalan kami. Tuntunlah kami oleh RohMu yang kudus, agar kami dapat memahami kehendakMu dan menjalani hidup kami sesuai maksudMu, dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami, Amin.

P        :  Pembacaan Alkitab : I Korintus 7:1-16

P        :  Tema Khotbah:

              “Memelihara Kekudusan Perkawinan” 

RENUNGAN

              Saudara – saudaraku yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus Kristus, Setiap keluarga yang dibentuk lewat lembaga perkawinan, pasti merindukan suatu kebahagiaan hidup. Hal itu hanya dapat terjadi manakala sebuah keluarga dapat memelihara kekudusan perkawinan, sebagaimana tema khotbah kita saat ini. Karena itu tanggung jawab untuk saling mengasihi, dan saling menjaga kudusnya perkawinan sebagai wujud janji suci perkawinan jangan diabaikan, tapi harus terus dipelihara antara suami dan istri baik dalam suka maupun duka kehidupan, dalam keadaan yang membahagiakan tapi juga dalam keadaan susah sekalipun. Saudaraku, bacaan Firman Tuhan minggu berjalan ini I Korintus 7:1-16 menceritakan tentang kritik dan kecaman rasul Paulus terhadap gaya hidup orang Korintus yang sangat bebas. Warga Korintus cenderung hidup dalam percabulan. Di kota tersebut ada sebuauh kuil dan orang Korintus meletakkan patung dewi Venus yang dikenal sebagai “Dewi Cinta” Nama lain dewi ini adalah Artemis yang identik dengan pemuasan hawa nafsu. Kota ini hidup dalam kejahatan dosa yang begitu luar biasa. Ketika Paulus dan para penginjil lain memperkenalkan Injil Kerajaan Allah di kota ini, banyak yang kemudian bertobat dan menerima Yesus sebagai Juru selamat. Mereka yang telah bertobat, harus meninggalkan cara hidup lama. Tidak boleh lagi berkompromi dengan cara hidup lama mereka. Oleh karena itu banyak muncul pertanyaan berkenaan dengan cara hidup. Bagaimana memperlakukan istri atau suami. Termasuk tentang hidup selibat (tidak menikah). Menurut Paulus adalah baik apabila seorang laki-laki tidak kawin. Akan tetapi demi menjauhkan dirinya dari percabulan maka baiklah seorang laki-laki mempunyai istrinyasendiri atau seorang perempuan mempunyai suaminya sendiri. Jikalau mereka memiliki komitmen untuk berumah tangga maka setiap suami dan istri Kristen, harus menjaga kekudusan perkawinan. Paulus mengajarkan bahwa perkawinan adalah wajib untuk orang-orang yang tidak memiliki karunia bertarak walaupun membujang itu adalah pilihan pribadi dari setiap orang tertentu. Paulus diminta untuk membenarkan hal membujang sebagai kewajiban bagi semua orang dan diakui olehnya bahwa hal itu adalah suatu Tindakan yang baik tapi bukan berarti dianggap lebih kudus daripada orang yang kawin. Walaupun Paulus menegaskan bahwa khususnya laki-laki, “adalah baik untuk tidak kawin” tapi juga harus meninggikan dan mengutamakan tujuan perkawinan terlebih memelihara kekudusannya. Saudara – saudaraku yang dikasihidan diberkati Tuhan Yesus Kristus, Tuhan Allah sebagai pemilik lembaga perkawinan membenci percabulan dan perzinahan serta perceraian karena berdampak negatif pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Seharusnya suami istri selalu mengingat janji nikah yang diikrarkan pada saat diteguhkan dan diberkati sehingga keduanya mampu memelihara kekudusan perkawinan sebagai tindakan dari kehidupan yang dikehendaki oleh Tuhan. Keluarga Kristen selayaknya menjadi panutan bagi banyak keluarga lainnya. Menjaga hati, mengendalikan diri dan terus membangun komunikasi dengan Tuhan akan menjadi pintu masuk untuk lestarinya kehidupan keluarga. Saudaraku, situasi pandemi covid-19 saat ini, dapat saja memunculkan masalah – masalah baru dalam kehidupan berumah tangga. Tapi Bersama Tuhan kita pasti bisa memperoleh solusi disetiap pergumulan kita. Karena itu tetaplah mengandalkan Tuhan dalam hidup ini, maka Ia akan senantiasa memelihara dan memberkati kehidupan kita dan keluarga kita. Amin.

PERSEMBAHAN

P        :  Kita akan memberikan persembahan dengan penuh sukacita. Dengarkanlah nas persembahan dalam 2 Korintus 9:7 Hendaklah masing – masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.

 

P+J     :  Menyanyi KJ No.318 “BERBAHAGIA TIAP RUMAH TANGGA”

              Berbahagia tiap rumah tangga dimana Kaulah tamu yang tetap. Dan merasakan tiap sukacita tanpa Tuhannya tiadalah lengkap; dimana hati girang menyambutMu dan memandangMu dengan berseri; tiap anggota menanti sabdaMu dan taat akan firman yang Kau b’ri.

 

DOA SYUKUR

P        :  Marilah kita berdoa :

              Bapa kami didalam sorga, terima kasih karena Engkau berkenan bagi kami untuk boleh beribadah kepadaMu, menyanyi, berdoa dan telah membekali diri kami dengan firmanMu. Biarlah keluarga kami dapat menjadi saksiMu dimanapun kami pergi dan berada. Melalui ibadah ini kami juga telah memberikan persembahan untuk pelayanan gerejaMu. Terima dan berkatilah persembahan kami ya Tuhan.Tuhan begitu banyak pergumulan kami termasuk umatMu di dunia ini yang diperhadapkan dengan virus corona yang telah membuat banyak orang berdukacita karena harus berpisah dengan orang yang dicintai. Kiranya Engkau mengampuni dosa kami dan kiranya dengan pertolongan Tuhan virus ini akan segera berakhir. Bagi yang sudah terpapar virus ini bahkan juga bagi saudara – saudara kami lainnya yang juga dalam keadaan sakit, kiranya disembuhkan oleh karena jamahan tangan kasih Tuhan. Tuhan jangan biarkan kami dihancurkan oleh kuasa kegelapan yang senantiasa mau menghancurkan kehidupan rumah tangga kami, biarlah kasih mengasihi, saling hormat menghormati antara suami terhadap istri, istri terhadap suami, orang tua terhadap anak dan pun anak kepada orang tua akan terus terpelihara dengan baik. Ya Tuhan kami juga berdoa bagi para pelayan khusus; Syamas, Penatua, Guru Agama, Pendeta dan seluruh perangkat pelayan yang ada di jemaat kami, Tuhan beri kesehatan dan kemampuan dalam melayani Tuhan. Demikian pun kami sebagai jemaatMu, kiranya tetap dalam keadaan yang sehat dan diberkati Tuhan untuk menopang pelayanan dijemaat kami. Tuhan Pemerintah kami mulai dari Pusat sampai ke daerah ini, Tuhan senantiasa mampukan dalam menjalankan tugas yang dipercayakan atas mereka. Terima kasih Tuhan untuk anugerahMu dalam hidup kami semua, dalam nama Yesus kami sempurnakan doa ini dengan mengucapkan bersama DoaBapa kami.  Bapa kami di dalam surga………………….Amin. 

NYANYIAN PENUTUP (Jemaat Berdiri)

P+J     :  Menyanyi KJ No.451 “BILA YESUS BERADA DITENGAH KELUARGA”

                Bila Yesus berada ditengah keluarga,
bahagialah kita, bahagialah kita.

BERKAT

P        :  Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa kita dan Tuhan Yesus Kristus dengan penghentaraan Roh Kudus, menyertai kita dari sekarang sampai selama-lamanya.

J         :  Amin. Amin. Amin (dinyanyikan)

TATA IBADAH MINGGU - 11 OKTOBER 2020



TATA IBADAH MINGGU DAN

PELANTIKAN TIM KERJA MUTASI PENDETA/GA

Minggu, 11 Oktober 2020

Tema : “Memelihara Kekudusan Perkawinan”

PERSIAPAN

 

AJAKAN BERIBADAH (Jemaat berdiri)

P       Mari kita memohon pertolongan dan berkat dari Tuhan, supaya ibadah saat ini dapat berjalan dengan baik.

P+J  Menyanyi KJ. No. 454 “INDAHNYA SAAT YANG TEDUH”

Indahnya saat teduh menghadap takhta Bapaku:
Kunaikkan doa padaNya, sehingga hatiku lega.
Di waktu bimbang dan gentar, jiwaku aman dan segar;
‘Ku bebas dari seteru di dalam saaat yang teduh

TAHBISAN DAN SALAM

P    Pertolongan kita adalah dalam nama Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi, yang tetap setia untuk selama-lamanya dan tidak meninggalkan perbuatan tanganNya. Amin.

      Salam kasih dari Tuhan Yesus Kristus Kepala Gereja bagi jemaat yang beribadah saat ini.

Jemaat dan bagi saudara juga. Amin.

P+J  Menyanyi KJ. No. 318 “BERBAHAGIA TIAP RUMAH TANGGA”

Berbahagia tiap rumah tangga, di mana Kaulah Tamu yang tetap:
Dan merasakan tiap sukacita tanpa Tuhannya tiadalah lengkap;
Di mana hati girang menyambutMu dan memandangMu dengan berseri;
Tiap angota menanti sabdaMu dan taat akan Firman yang Kaub’ri.

PENGAKUAN DOSA DAN PEMBERITAAN ANUGERAH ALLAH (Jemaat duduk)

P    Marilah kita merendahkan diri dihadapan Tuhan, Allah kita, dan mengaku dosa kita kepadaNya. Mari berdoa : ……

P    Dengarkanlah berita anugerah Allah dalam “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal“

P+J  Menyanyi NNBT. No. 32 “DUNIA SEMAKIN BERKABUT”

Dunia s'makin berkabut gelap menakutkan, badai serta gelombang menerpa baht'ra hidupku
Hatiku jadi bimbang, imanku semakin goyah, untung 'ku punya Yesus nahkoda baht'raku
KasihMu Tuhan tiada taranya tak pernah meninggalkanku
KasihMu Tuhan mulia dan benar, Engkaulah Penolong setia

PELANTIKAN TIM KERJA MUTASI PENDETA/GA (Ibadah Pagi/Pukul 09.00 WITA)

PENGAJARAN

P      Jemaat Yesus Kristus, pada hari ini Minggu, 11 Oktober 2020 akan TIM KERJA MUTASI PENDETA/GA, sebelum kami akan melantik mereka, perlu kita pelajari bersama apa yang menjadi tugas, tanggungjawab dan wewenang TIM KERJA MUTASI PENDETA/GA. Pada dasarnya semua sidi jemaat terpanggil untuk bekerja diladang Tuhan,hususnya untuk mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat kepada manusia dan melayani sesama manusia. Namun ada orang yang mempunyai tugas, tanggungjawab dan wewenang khusus, yaitu mereka yang diteguhkan sebagai pelayan khusus, yang ditetapkan sebagai pekerja tetap, yang dilantik sebagai anggota komisi, badan dan yang diutus.
Walaupun tugas, tanggungjawab dan wewenang dari orang-orang itu berbeda-beda, namun semua mempunyai maksud dan tujuan yang sama, yaitu bekerja untuk Tuhan. Mengenai keanekaragaman dan kesatuan ini Rasul Paulus menulis dalam Efesus 4:7; 11-16: “ Kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih dan karunia menurut ukuran pemberian Kristus. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah,kedewasaan penuh dan tingkatpertumbuhan yang sesyuai dengan kepenuhan Kristus, sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permaianan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal kearah Dia, Kristus yang adalah Kepala. Daripada-Nyalah seluruh tubuh yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagian, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih”.


P         Oleh karena dalam ibadah ini akan dilantik TIM KERJA MUTASI PENDETA/GA, maka perlu diterangkan apa yang khususnya merupakan tugas, tanggungjawab dan wewenang TIM KERJA MUTASI PENDETA/GA. (Keterangan lisan diberikan dan/atau  bunyi surat keputusan)

 

PERTANYAAN-PERTANYAAN PELANTIKAN (Jemaat duduk; yang hendak dilantik berdiri)

P     Di depan kita,  telah berdiri saudara-saudara kita yang bersedia untuk dilantik sebagai TIM KERJA MUTASI PENDETA/GA.

Agar menjadi nyata kepada kita, bahwa mereka bersedia memenuhi panggilan Tuhan, maka kami silahkan mereka untuk menjawab secara jujur dihadapan Tuhan dan jemaat sebagai saksi pertanyaan-pertanyaan yang berikut:


- Yakinkah saudara bahwa melalui tatacara yang sah saudara telah dipanggil oleh Tuhan Allah sendiri untuk menjadi TIM KERJA MUTASI PENDETA/GA.


Apakah saudara mengakui Alkitab sebagai sumber pemberitaan dan sebagai ukuran iman yang benar,  bahkan bepegang pada pengakuan iman gereja?

-  Berjanjikah saudara untuk tetap hidup kudus sesuai kehendak Allah,  supaya menjadi teladan bagi sesama manusia; melaksnakan tugas saudara sebagai anggota TIM KERJA MUTASI PENDETA/GA. dengan rajin dan setia, sebagaimana tercantum dalam Tata Gereja GMIM; dan merahasiakan serta mempertanggungjawabkan segala sesuatu yang dipercayakan kepada saudara dalam melaksnakan tugas saudara ?

P     Saudara……… apakah jawab saudara? (nama-nama dipanggil satu persatu)

Calon :   Ya, saya yakin, mengakui dan berjanji dengan segenap hati. Amin.

 

PELANTIKAN (Jemaat berdiri; yang dilantik berdiri)

P    Berdasarkan jawab saudara, maka saya sebagai pelayan Yesus Kristus, atas nama Badan Pekerja  Majelis Sinode GMIM melantik saudara-saudara menjadi TIM KERJA MUTASI PENDETA/GA di Jemaat Kakaskasen Eben Haezer Wilayah Kakskasen. Semoga Allah Bapa kita dalam Yesus Kristus yang telah memanggil saudara-saudara dalam pekerjaan pelayanan ini, menerangi saudara-saudara dengan Roh Kudus supaya saudara berbuah bagi Allah. Amin.

Yang dilantik

Menyanyi KJ. No. 369 "YA YESUS KU BERJANJI”

Ya Yesus , ku berjanji setia pada-Mu, kupintah Kau selalu dekat
Dikancah pergumulan jalanku tak sesat
Karna Engaku temanku, pemimpin terdekat.

Ya Yesus Kau berjanji kepada umat-Mu;
di dalam kemuliaan Kau sambut hamba-Mu

Dan akupun berjanji setia pada-Mu,
berikanlahkarunia mengikut-Mu teguh.

 

NASIHAT DAN PENYERAHAN TUGAS-TUGAS (Jemaat duduk; yang dilantik berdiri)

P       Firman Allah menasihati saudara-saudra; “dan kamu saudara-saudara, jangalah jemu-jemu berbuat apa yang baik. (2 Tes 3:13)

(BPMJ Menyerakan surat keputusan)

 

P       (Kepada Jemaat)

Saudara-saudara anggota jemaat Yesus Kritus,  sambutlah saudara-saudara  yang dilantik menjadi TIM KERJA MUTASI PENDETA/GA dengan sukacita dan terima mereka dengan penuh tanggungjawab, doakanlah mereka dan bekerjalah bersama dengan mereka supaya  jemaat Kakaskasen Eben Haezer semakin mencapai tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus. Amin.

P+J   Menyanyi KLIK. No. 27 “MELAYANI, MELAYANI LEBIH SUNGGUH”

Melayani, melayani lebih sungguh.. melayani, melayani lebih sungguh

Tuhan lebih dulu melayani kepadaku, melayani, melayani lebih sungguh

KATA SAMBUTAN (Ketua Tim Kerja Mutasi Pendeta/GA)

PELAYANAN FIRMAN

P    Berdoa,

      Membaca Alkitab : PB 1 KORINTUS 7 : 1 – 16

P+J  Menyanyi KJ. No. 49 “FIRMAN ALLAH JAYALAH”

Firman Allah jayalah sampai ujung dunia:
Kita pun dipanggilnya untuk hidup yang baka

KHOTBAH (Tema: “Memelihara Kekudusan Perkawinan”

Saudara-saudaraku yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus Kristus,

Membangun dan mempertahankan keutuhan sebuah keluarga yang bahagia, sejahtera dan mencirikan kekudusan perkawainan sebagaimana tema khotbah kita saat ini adalah merupakan harapan dan kerinduan dari setiap keluarga. Dan hal itu tidaklah semudah membalik telapak tangan. Dalam realita hidup ini, kita dapat melihat ada banyak keluarga yang mampu membangun rumah tangga yang bahagia dan sejahtera. Tapi tidak dapat dipungkiri juga bahwa ada begitu banyak rumah tangga yang retak dan berakhir pada perceraian. Hal yang sesungguhnya kita tahu bersama sangat tidak diinginkan oleh Tuhan terjadi pada sebuah keluarga yang dibentuk dan diberkati oleh Tuhan. Karena perkawinan itu ditetapkan Tuhan untuk seumur hidup dan hanya dapat dipisahkan oleh maut (Mat 19:6). Itu sebabnya dalam sebuah perkawinan kuatnya hubungan suami istri itu apabila suami dan istri satu sama lain tidak mengabaikan dasar perkawinan yakni Yesus Kristus yang adalah sumber kebahagian dan damai sejahtera (band Efesus 5:22-32). Untuk mewujudkan janji perkawinan yang telah diikrarkan pada saat menikah, suami dan istri haruslah senantiasa saling mengasihi, saling menghormati, menghargai satu sama lain serta tetap menjaga cinta kasih, kesetiaan dan kekudusan perkawinan itu sendiri sebagaimana yang telah diikrarkan bersama dirumah Tuhan.

Saudaraku, bacaan Firman Tuhan minggu berjalan ini I Korintus 7:1-16 menceritakan tentang kritik dan kecaman rasul Paulus terhadap gaya hidup orang Korintus yang sangat bebas. Warga Korintus cenderung hidup dalam percabulan. Di kota tersebut ada sebuauh kuil dan orang Korintus meletakkan patung dewi Venus yang dikenal sebagai “Dewi Cinta” Nama lain dewi ini adalah Artemis yang identik dengan pemuasan hawa nafsu. Kota ini hidup dalam kejahatan dosa yang begitu luar biasa. Ketika Paulus dan para penginjil lain memperkenalkan Injil Kerajaan Allah di kota ini, banyak yang kemudian bertobat dan menerima Yesus sebagai Juru selamat. Mereka yang telah bertobat, harus meninggalkan cara hidup lama. Tidak boleh lagi berkompromi dengan cara hidup lama mereka. Oleh karena itu banyak muncul pertanyaan berkenaan dengan cara hidup. Bagaimana memperlakukan istri atau suami. Termasuk tentang hidup selibat (tidak menikah). Menurut Paulus adalah baik apabila seorang laki-laki tidak kawin. Akan tetapi demi menjauhkan dirinya dari percabulan maka baiklah seorang laki-laki mempunyai istrinya sendiri atau seorang perempuan mempunyai suaminya sendiri (I Kor 7:1-3). Jikalau mereka memiliki komitmen untuk berumah tangga maka setiap suami dan istri Kristen, harus menjaga kekudusan perkawinan.

Paulus mengajarkan bahwa perkawinan adalah wajib untuk orang-orang yang tidak memiliki karunia bertarak walaupun membujang itu adalah pilihan pribadi dari setiap orang tertentu. Paulus diminta untuk membenarkan hal membujang sebagai kewajiban bagi semua orang dan diakui olehnya bahwa hal itu adalah suatu Tindakan yang baik tapi bukan berarti dianggap lebih kudus daripada orang yang kawin. Walaupun Paulus menegaskan bahwa khususnya laki-laki, “adalah baik untuk tidak kawin” tapi juga harus meninggikan dan mengutamakan tujuan perkawinan terlebih memelihara kekudusannya. Sebab pernikahan itu adalah sebuah perintah dari Allah dan ketika dua orang Kristen menikah, maka itu harus dipelihara hingga maut memisahkan karena sesunggguhnya perceraian itu tidak diperkenankan oleh Tuhan.jika perceraian terjadi, Paulus melarang mereka untuk kawin lagi. Dalam ayat 11a, tertulis bahwa mereka yang sudah terlanjur bercerai harus kembali “berdamai” menjaga hubungan dengan suaminya atau tetap hidup melajang dan tidak mencari suami baru, karena Tuhan Yesus sendiri juga berkata bahwa ketika seseorang menceraikan pasangannya lalu menikah lagi maka mereka berzinah (ayat 10-11). Bagi Paulus sebaiknya suami atau istri yang Kristen harus mempertahankan perkawinan agar tetap hidup dalam damai sejahtera, dan itu bisa terjadi apabila keduanya melibatkan Tuhan dalam setiap pergumulan hidup. Oleh karena itu, melalui iman dari orang percaya tersebut maka seisi rumahnya pun akan diselamatkan. Ini menggambarkan suatu misi penyelamatan dalam sebuah perkawinan yang bersifat terbuka terhadap siapa saja tanpa memaksakan kehendak kepada pasangannya dan biarlah yang kudus menyelamatkan mereka yang cemar dan bukan sebaliknya. Pada akhirnya pasangan yang tidak beriman akan dikuduskan oleh pasangannya yang beriman. Itu terjadi karena anugerahNya dan hubungan ini merupakan cara untuk memnyelamatkan jiwa pasangan yang tidak beriman. Pasangan yang tidak beriman harus dianggap bukan sebagai sesuatu yang najis untuk dihindari dengan penolakan, melainkan sebagai jiwa yang harus dimenangkan bagi Allah (ayat 14-17).

Saudaraku, belajar dari firman Tuhan saat ini, Tuhan Allah sebagai pemilik lembaga perkawinan membenci percabulan dan perzinahan serta perceraian karena berdampak negatif pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Seharusnya suami istri selalu mengingat janji nikah yang diikrarkan pada saat diteguhkan dan diberkati sehingga keduanya mampu memelihara kekudusan perkawinan sebagai tindakan dari kehidupan yang dikehendaki oleh Tuhan. Hendaklah suami istri saling mengasihi dan meyakini bahwa perkawinan adalah karunia dari Tuhan untuk tetap dipelihara dan selalu dibawa dalam doa sehingga kehadiran Allah nyata dalam menuntun kehidupan berumah tangga. Janganlah suami atau istri tergoda oleh tawaran duniawi melainkan menguasai diri dan mampu menahan hawa nafsu yang mengakibatkan rusaknya keutuhan sebuah perkawinan.

Saudara-saudaraku kekasih dalam Tuhan, dalam situasi saat ini, ketika pandemi covid-19 masih belum berakhir, sebagai masyarakat kita dianjurkan untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Hal ini agar kita dapat membentengi diri dari bahaya virus corona yang sedang mewabah saat ini. Dan tentunya sebagai orang percaya, dalam situasi apapun kita harus tetap mengandalkan Tuhan. Keadaan saat ini menuntut kita sebagai jemaat Tuhan untuk lebih mendekatkan diri padaNya dan selalu mendahulukan Tuhan diatas segala kepentingan lainnya. 

Saudaraku, hidup memang tak akan pernah berjalan mulus, tak akan pernah seindah harapan kita, akan selalu ada kerikil-kerikil tajam dalam perjalanan hidup ini. Tapi yakinlah bersama dan didalam Tuhan apapun permasalahan hidup kita pasti ada jalan keluarnya. Sebab Tuhan tak sedetikpun meninggalkan kita umat ciptaanNya. Kita dijaga, dituntun dan diberkatiNya. Amin. 

PERSEMBAHAN

P    Marilah kita memberi persembahan dengan penuh sukacita. Dengarkanlah nas Persembahan dalam Mazmur 96:8 Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya!”

 

P+J Menyanyi NKB 100 : 1, 2 "RINDUKAH ENGKAU MENDAPAT BERKAT TUHAN

Rindukah engkau mendapat berkat Tuhan yang penuh,
di seluruh hidupmu?
Mintalah kepada Bapamu yang janjiNya teguh:
menyertai langkahmu. 


Reff..
Roh Kudus terus meluap di hatimu,
Kar’na Tuhan berpesan:
“Bawalah bejanamu”.
Roh Kudus terus meluap di hatimu,
pun dengan kuasaNya.


Bawalah bejanamu yang kosong pada Penebus,
wahai kawan yang lesu.
Dengan hati yang rendah
tetap nantikan Roh Kudus,
masuk dalam hatimu. Refr...


O anugerah ilahi pun mengalirlah terus,
tak berubah kasihNya.
Bejanamu ‘kan terisi oleh kuasa Roh Kudus; 
ya dan amin janjiNya. Refr….

PEMBACAAN SAMPUL-SAMPUL SYUKUR

WARTA JEMAAT

PUNDI EKSTRA UNTUK MUTASI PENDETA

DOA SYUKUR (Diakhiri dengan Doa Bapa Kami)

NYANYIAN PENUTUP (Jemaat berdiri)

P+J  Menyanyi KLIK. No. 407. "KITA SO JANJI PA TUHAN"

Kita so janji pa Tuhan, kita sayang pa ngana
Kita lei ada ba janji pa Tuhan, kita lei sayang
Tuhan beking torang jadi satu, kong nimbole bacere
Kita lei tahu apa yang so taika, taika di dunia deng di sorga

Refr. :   Torang salalu bersama, torang salalu berdua
Di dalam susah deng senang, torang salalu tegar
Torang salalu bersama, torang salalu berdua
Di dalam susah deng senang, torang rasa Tuhan Yesus pe sayang

BERKAT

P    Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.

Keluarga          Amin. Amin. Amin. (dinyanyikan)

SAAT TEDUH


INFORMASI UNTUK JEMAAT

DALAM RANGKA PEMBUKAAN IBADAH DI RUMAH GEREJA

1.       Ibadah dilaksanakan sebanyak 3 (tiga) kali, yaitu jam 05.00; 09.00 dan 18.00 WITA

2.       Penerapan prinsip jaga jarak (physical distancing) menyebabkan berkurangnya kapasitas gedung gereja sehingga daya tampung jemaat maksimal 200 orang. Untuk itu, telah diatur penjadwalan Kolom-Kolom yang beribadah di gereja pada setiap jam ibadah. Dimohon kiranya, jemaat dapat mematuhi jadwal yang sudah dibagi.

3.       Jemaat yang akan beribadah di gereja wajib memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

-          Menggunakan masker/masker wajah sejak keluar rumah dan selama berada di area Gereja.

-          Menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan sebelum memasuki gedung Gereja.

-          Menghindari berdiam lama atau berkumpul di Gereja setelah ibadah berlangsung.

-          Akan dilakukan pengecekan suhu tubuh sebelum memasuki gedung Gereja. Apabila ditemukan suhu diatas 37,5oC maka tidak akan diperkenankan memasuki gedung Gereja dan akan diarahkan untuk kembali ke rumah dan akan diinformasikan ke petugas kesehatan.

-          Jemaat lanjut usia 65 tahun ke atas yang sakit dan anak-anak berumur dibawah 11 tahun, dilarang untuk beribadah di gereja.

-          Menghindari kontak fisik, dengan tidak bersalaman sebelum, sementara maupun setelah beribadah.

-          Menjaga jarak minimal 1 (satu) meter.

-          Jemaat dan penanggung jawab ibadah yang melanggar hal-hal tersebut di atas, dapat dikenakan sanksi sesuai Peraturan Walikota Tomohon No. Nomor 28 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan  sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019.

4.       Ibadah tetap akan disiarkan melalui TV Kabel dan Livestreaming di Media Sosial. Penggunaan pengeras suara/toa akan dihentikan.

TATA IBADAH EVANGLISASI - 7 OKTOBER 2020



TATA IBADAH EVANGLISASI KELUARGA

Rabu, 7 Oktober 2020

PERSIAPAN

PANGGILAN BERIBADAH (jemaat berdiri)

P             Dalam kemurnian hati, marilah kita menghadap kekudusan Tuhan dan dengan penuh hormat menyembah dia dan beribadah kepadanya, sebab Tuhan adalah Allah yang Besar dan Raja yang mengatasi segala allah.

P+J  Menyanyi KLIK. No. 443 ”INDAH SEBAGAI DI EDEN”

Indah sebagai di Eden pada permulaan

Hutan dan rimba berbunga tampak sedap senang

Refr. :    Marilah hari mulia hari penuh khalas

Di tengah kerjaku ‘ku harap, Kau datang lekas-lekas

TAHBISAN DAN SALAM

P     Persekutuan ibadah evanglisasi keluarga jemaat GMIM Kakaskasen Eben Haezer saat ini, di tahbiskan dalam nama AllaH Bapa, Anak dan Roh kudus. Amin.

P             Salam kasih dari Tuhan Yesus Kristus Kepala Gereja dan Tuhan dunia. Amin.

P+J  Menyanyi KJ. No. 1 “HALELUYA! PUJILAH”

Refr. :    Haleluya! Pujilah, Allah yang Agung, Maha Esa!
Dalam Kristus kita kenal, Allah yang hidup, Bapa kekal!

Langit buana semesta, patut memuji kuasaNya
Karna berkat-Nya tak henti, limpah kasih-Nya tak terperi.  Refr. : …..

PENGAKUAN DOSA (jemaat duduk)

P     Mari berdoa:

        Ya Tuhan sesungguhnya  kami bersyukur atas cinta kasih-Mu di dalam kehidupan kami,  namun di dalam kehidupan ini  seringkali  kami menyakiti hati-Mu baik pikiran kami, tutur kata serta tindakan kami. Bahkan  seringkali kami menyakiti hati sesama kami manusia.  Karena itu ya  Tuhan, ampunilah salah dan dosa kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

P+J  Menyanyi NKB. No. 14 “JADILAH TUHAN KEHENDAKMU”

Jadilah, Tuhan kehendakMu! ‘Kaulah Penjunan, ‘ku tanahnya.
Bentuklah aku sesukaMu, ‘kan ‘ku nantikan dan berserah

PELAYANAN FIRMAN TUHAN

P     Mari berdoa:

Ya Tuhan, kami memuji dan memuliakan nama-Mu, Engkau sungguh baik dalam hidup kami. Kami ingin tahu lebih dalam tentang kehendak-Mu dalam hidup ini. Karena itu kami bermohon,

berkatilah kami umat-Mu. Berilah kiranya  Roh Kudus Mu  menerangi kami untuk memahami kehendak-Mu melalui kesaksian Alkitab yang akan kami baca dan renungkan saat ini, supaya kamipun  mampu mengerti yang Tuhan mau untuk kami lakukan setiap hari. Ya Tuhan tolonglah hamba-Mu sebagai pengkhotbah untuk mewartakan kebenaran Firman Tuhan saat ini serta kami jemaat siap sedia untuk mendengarkannya. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.

P     Pembacaan Alkitab: PL  Kejadian 2 : 8 – 25

RENUNGAN (Tema: “Mengusahakan dan Memelihara Keutuhan Ciptaan”)

Saudara-saudara yang dikasihi  Tuhan Yesus.

Hidup ini saling membutuhan satu dengan yang lain. Manusia membutuhkan lingkungan alam yang sejuk dan asri. Bahkan banyak ibu-ibu dan juga sebagian bapak-bapak suka merawat dan menaman bunga untuk menambah suasana yang nyaman dan harmonis. Allah menciptakan langit dan bumi begitu sempurna termasuk manusia, namun karena keegosian manusia maka manusia sering merusak alam ciptaan-Nya sehingga sering terjadi ketidak-seimbangan ekosistem.  

Bacaan kita hari ini menceritakan tentang Allah adalah penjunan yang membentuk manusia dari tanah, “menghembuskan nafas” kehidupan ke dalam lubang hidungnya.  Perempuan dari tulang rusuk laki-laki. Allah menciptakan dengan firman-Nya, dan Kejadian 2 dengan perbuatan-Nya yang memberi perhatian pada manusia. Allah  menekankan dengan jelas aspek-aspek yang saling mengisi dari karya Allah dalam penciptaan. Ciptaan Tuhan dimana bumi adalah milik Allah sekaligus ditugaskan kepada  manusia untuk mengelolahnya.  Manusia diberikan mandat dan tanggungjawab untuk mengusahakan dan memelihara keutuhan ciptaan Tuhan. Hendak memperlihatkan hubungan yang kini terdapat antara Allah dan manusia, antara laki-laki dan perempuan, antara manusia dan ciptaan yang lain. Semua itu disajikan dalam bentuk cerita yang berkembang dalam lingkaran yang saling melengkapi.

Tuhan membuat taman firdaus  di Eden  yang berarti  taman kesenangan, kenikmatan dan kegemaran, di sebelah Timur sebagai tempat manusia tinggal. Ia menumbuhkan berbagai pohon yang menarik dan baik untuk dimakan buahnya. Tuhan ditampilkan seperti tukang atau ahli taman yang terus bekerja, menanam dan menata taman. Ada dua pohon utama:  pohon kehidupan dan pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Ada satu sungai mengalir dari Eden yang memberi kesuburan.  Sungai itu terbagi empat aliran sungai yakni: Pison, Gihon, Tigris dan Efrat (ayat 8-14).

Manusia ditempatkan Tuhan di taman Eden  secara khusus dipakai untuk keselamatan/istirahat yang diberikan Tuhan (Kej 19:16) atau penempatan sesuatu sebagai dedikasi/persembahan pada-Nya  (Kel 16:33-34). Menjelaskan bahwa manusia ditempatkan di taman Eden dalam konteks ibadah kepada Tuhan untuk mengusahakan,  melayani,  dan memelihara taman itu”. Di sini manusia diberikan peran aktif untuk bekerja, tapi bukan sebagai beban melainkan kegiatan yang menyenangkan karena sesuai dengan tujuan hidup manusia. Untuk mengusahakan dan memelihara taman” itu juga berarti Adam harus bekerja sebagai wujud dari ibadat dan yang menaati perintah.

Perintah Tuhan melarang manusia untuk memakan buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan jahat, jika ia makan maka pastilah engkau mati. Larangan berfungsi sebagai pembatasan yang memberikan bentuk, yang menggariskan kemerdekaan sebagai pemberian sukarela dari pihak

Allah dan serentak sebagai tugas yang perlu dijalankan manusia. Yang dilarang bukanlah mencari hikmat, tetapi menguasai pengenalan tentang yang baik dan jahat. Kematian yang dimaksud adalah kematian pada akhir hidup yang malang dan bersengsara, dan kematian secara rohani. (ayat 15-17).

         Tuhan memandang bahwa tidak baik jika manusia itu seorang diri saja, tapi Ia menciptakan lebih dulu segala macam binatang untuk menjadi penolong bagi manusia. Ayat 19, Tuhan membentuk dari tanah segala bintang hutan dan burung di udara. Lalu Adam memberi nama kepada mereka. Ayat 20 menyatakan “...tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia“. Penolong yang sepadan,  tapi juga lambang kekuatan.  Penolong dalam pengertian perempuan (isteri) sejajar sebagai pendamping yang berinisiatif dan menjadi mitra laki-laki (suami).. Kata sepadan  mempunyai nilai yang sama; sebanding, seimbang  berarti Adam diciptakan sama uniknya dengan Hawa yang saling melengkapi.  

 Kemudian Ia membuat manusia itu tidur nyenyak lalu mengambil tulang rusuknya.  Kata ini dimengerti sebagai bentuk kesesuaian yang ideal. Istri diciptakan dari tulang rusuk untuk menjadi pendamping dan dekat di hati.  Allah tidak menciptakan perempuan dari tanah, tetapi dari tulang dan daging Adam. Proses penciptaan perempuan ini menunjukkan bahwa Allah ingin menekankan kedekatan antara suami dan istri, (ayat 18-22).

Tuhan membawa seorang perempuan  kepada manusia dan ia menyambutnya dengan semangat: “Inilah dia tulang dari tulangku dan daging dari dagingku”, (ayat 23-24).

Akhirnya, mereka dipersatukan Tuhan dalam lembaga perkawinan sehingga laki-laki harus meninggalkan ayah-ibunya dan bersatu dengan istrinya. Kalimat “bersatu dengan istrinya” berarti “tinggal dengan istri”  dan juga  orang tuanya (mertua)” menunjukkan bahwa hubungan suami-istri seharusnya lebih dekat daripada hubungan orang tua-anak (band. 1 Sam 1:8). Hawa diciptakan untuk berada di sisi Adam sebagai “bagian dari dirinya,” menjadi teman dan penolongnya. Setelah menikah, laki-laki dan perempuan menjadi “satu daging” dan hidup dalam kesucian/kekudusan (ayat 25).

Saudara-sauara yang diberkati Tuhan,

Belajar dari Firman Tuhan ini maka kita sebagai keluarga dan jemaat GMIM Kakakasesn Eben Haezer,  diajak untuk memelihara keutuhan ciptaan Tuhan mulai dari keutuhan sumai istri, keutuhan alam ciptaannya dimana manusia ditempatkan untuk mengusahakan dan mengelola bumi secara bertanggungjawab. Kita menjaga kesehatan kita dengan adanya virus corona, kita saling menguatkan satu dengan yang lain dan kita tetap memelihara iman kita kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat  kita. Amin.

 

PERSEMBAHAN

P             Marilah kita mempersembahkan korban syukur kita kepada Tuhan Allah kita.

P+J  Menyanyi NNBT. No. 15 : 1-3 “HAI SELURUH UMAT TUHAN”

Hai seluruh umat Tuhan bawalah syukurmu, tanda terima kasih atas berkat Tuhan
PersembahanMu itu akan diberkati, bersyukurlah selalu atas berkat Tuhan

Persembahkanlah hidupmu kepada Tuhanmu, hendaklah engkau kudus dihadapan Kristus
Akan tent'ram hidupmu dan aman sentosa, itulah ibadahmu sejati dan kudus

Dalam suka maupun duka, ucapkan syukurmu, b'ri pujian pada-Nya seumur hidupmu.
Jadikanlah hidupmu berkenan pada-Nya, damai dan sukacita sertamu s'lamanya

DOA UMUM

P     Mari kita berdoa:

Bapa kami di dalam Sorga. Bapa yang kami sembah di dalam nama Yesus Kristus dan di dalam persekutuan dengan Roh Kudus. Engkau yang telah menganugerahkan hidup dan pemeliharaan bagi kami sebagai umat ciptaan-Mu.  Kami bersyukur  kepada-Mu  Tuhan Allah yang telah memberikan anugerah keselamatn bagi kami sebagai orang percaya kepada Yesus Kristus. Kami  memuji dan memuliakan akan kebesaran nama-Mu. Kami berdoa kepada-Mu untuk Program pelayanan Gereja Masehi Injili di Minahasa mulai aras Sinode, Wilayah, Jemaat bahkan sampai di kolom khususnya  juga  di Jemaat GMIM Kakaskasen Eben Haezer supaya pelayanannya boleh berjalan dengan baik   atas tuntunan kuasa Roh Kudus. Terima kasih juga Engkau terus memberkati setiap aktivitas kami sehingga apapun yang menjadi tugas dan tanggung jawab kami baik dalam pekerjaan atau pun dalam tugas dan kepelayanan kami; semuanya  boleh terlaksana dengan baik sesuai  dengan kehendak-Mu. Ya Tuhan kami pun berdoa kepada-Mu  untuk setiap keluarga Kami (sebut nama keluarga ……. Supaya senantiasa  diberkati dan dilindungi oleh Tuhan dalam kerja dan pelayanan kami. (Boleh tambahkan mendoakan sebagai suami istri, dan anak-anak supaya ………dst……… ) Berkatilah juga persembahan yang kami sudah berikan, untuk dipakai dalam pelayanan gereja kami. Tuhan tambah-tambahkan berkat juga kepada kami semua. Dan jauhkan kami dari segala penyakit dan mara bahaya. Berkatilah juga usaha dan kerja kami masing-masing.

Juga kami  berdoa untuk  pemerintah kami mulai dari Pusat sampai di daerah kami Sulawesi Utara dan Kabupaten/Kota, kiranya  mereka bertugas sesuai dengan apa yang dikehendaki Tuhan. Beri hikmat dan  kearifan kepada memerintah kami dalam membangun  bangsa dan negara kami ini terutama menghadapi pergumulan yang berat dengan adanya pandemic covid 19. Tolong para pakar supaya dapat menemukan obat anti corona. Berkatilah mereka. Ya Tuhan perjalanan kehidupan kami ke depan   kiranya Tuhan  menuntun dan melindungi keluarga kami.  Inilah doa kami,  yang kami alaskan hanya di dalam nama Tuhan Yesus yang sudah mengajarkan  kami doa Bapa Kami. (Kita ucapkan bersama-sama doa Bapa Kami…….. )

 

NYANYIAN PENUTUP (jemaat berdiri)

P+J  Menyanyi NNBT. No. 34 “TUHANLAH PERLINDUNGANKU”

Tuhanlah perlindunganku sumber kekuatanku

Tuhan Perisai hidupku Penolongku yang teguh

Jika jatuh dalam dosa Kaulah yang mengangkatku

Kar'na ku yakin Kau setia sampai s'lama-lamanya

 

BERKAT

P             Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau,

Tuhan menyinari engkau dengan wajahNya dan memberi engkau kasih karunia,

Tuhan menghadapkan wajahNya dan memberi saudara-saudara damai sejahtera.

P+J                         Amin. Amin. Amin. (dinyanyikan)

TATA IBADAH MINGGU - 17 OKTOBER 2021

  GEREJA MASEHI INJILI di MINAHASA WILAYAH KAKASKASEN JEMAAT KAKASKASEN EBEN HAEZER TATA IBADAH HARI MINGGU BENTUK III Minggu, 17 Oktober 20...