Pages

TATA IBADAH MINGGU - 15 AGUSTUS 2021

 


GEREJA MASEHI INJILI di MINAHASA
WILAYAH KAKASKASEN
JEMAAT KAKASKASEN EBEN HAEZER
TATA IBADAH SIAR KELUARGA, PELAYANAN BAPTISAN KUDUS
Minggu, 15 Agustus 2021
Tema: “Perlindungan Hukum Bagi Warga Negara”

PERSIAPAN AJAKAN BERIBADAH
(Jemaat berdiri)

P Mari kita memohon pertolongan dan berkat dari Tuhan, supaya ibadah saat ini dapat berjalan dengan baik.

P+J Menyanyi KJ. No. 3 “KAMI PUJI DENGAN RIANG”
Kami puji dengan riang, Dikau Allah yang besar,
Bagai bung t’rima siang, hati kami pun mekar
Kabut dosa dan derita, kebimbangan t’lah lenyap
Sumber suka yang abadi, b’ri sinarMu menyerap

TAHBISAN & SALAM

P Pertolongan kita adalah dalam nama Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi, yang tetap setia untuk selama-lamanya dan tidak meninggalkan perbuatan tanganNya. Amin.
Salam kasih dari Tuhan Yesus Kristus Kepala Gereja bagi jemaat yang beribadah saat ini.

Keluarga dan bagi saudara juga. Amin.

NAS PEMBIMBING

P Galatia 5:13 “Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.”

P+J Menyanyi KJ. No. 19 “TUHANKU YESUS”
Tuhanku Yesus, Raja alam raya, Allah dan manusia,
Kau kukasihi, Kau junjunganku, bahagiaku yang baka
Indah t’rang surya, indah sinar bulan, alam bintang yang megah
Jauh lebih indah, Yesus, terang-Mu, di sorga dan di dunia

PENGAKUAN DOSA DAN PEMBERITAAN ANUGERAH ALLAH
(Jemaat duduk)

P Marilah kita merendahkan diri dihadapan Tuhan, Allah kita, dan mengaku dosa kita kepadaNya. Mari berdoa : ……

P Dengarkanlah berita anugerah Allah dalam Yoel 2 : 13 “Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada Tuhan, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukumanNya.”

P+J Menyanyi NKB. No. 17 “AGUNGLAH KASIH ALLAHKU”
Agunglah kasih Allahku, tiada yang setaranya;
Neraka dapat direngkuh, kartikapun tergapailah.
Kar’na kasihNya agunglah, Sang Putra men_jelma,
Dia mencari yang sesat dan diampuniNya.
Refr. : O kasih Allah agunglah! Tiada bandingnya!
Kekal teguh dan mulia! Dijunjung umatNya

PELAYANAN BAPTISAN KUDUS

PELAYANAN FIRMAN

P Berdoa, Membaca Alkitab: PB Kisah Para Rasul 22 : 23 – 29

P+J Menyanyi NKB. No. 119 “NYANYIKAN LAGI BAGIKU”
Nyanyikan lagi bagiku, Firman Kehidupan.
Sungguh mulia dan merdu, Firman Kehidupan.
Firman yang terindah, ajarku setia.
Refr. : Indah benar, ajaib benar, Firman Kehidupan.
Indah benar, ajaib benar, Firman Kehidupan.

KHOTBAH
Tema: “Perlindungan Hukum Bagi Warga Negara”
(untuk ibadah keluarga)

Saudara-saudara jemaat dan umat yang kekasih dalam Tuhan. Hukum adalah peraturan berupa norma dan sanksi yang dibuat dengan tujuan mengatur tingkah laku manusia untuk menjaga ketertiban, keadilan dan mencegah terjadinya kekacauan. Dengan melihat tujuan dari peraturan ini, maka kita membayangkan bagaimana jadinya jika tidak ada aturan. Pasti yang akan terjadi adalah kekacauan. Sebab itu maka penegakan hukum sangat penting untuk dilaksanakan, agar bisa menciptakan keamanan dan ketertiban di masyarakat. Di samping itu bahwa sangat penting juga untuk memberikan perlindungan hukum kepada setiap anggota masyarakat dengan tidak ada pembedaan status sosial.

Saudara-saudara, kita telah membaca firman Tuhan dalam kitab Kisah Para Rasul. Kitab ini disebut juga kitab sejarah permulaan Kekristenan, sebab kitab ini umumnya memberi kesaksian tentang kehidupan dan pelayanan para murid Tuhan yang kemudian disebut para Rasul. Dan sebagian besar yang diceritakan dalam kitab ini adalah tentang pelayanan Rasul Paulus. Dalam bagian Alkitab yang menjadi perenungan kita saat ini (Kis. 22:23-29) mengisahkan tentang peristiwa yang terjadi di dalam markas besar tentara Romawi. Kisah ini sebetulnya dilatar belakangi oleh kesaksian Rasul Paulus di hadapan orang banyak yang menceritakan tentang pengalaman rohaninya, yang mengalami perjumpaan dengan Yesus, yang berujung pada sebuah pertobatan dan kemudian menjadi pengikut Yesus, bahkan menjadi sebagai seorang Rasul. Atas kesaksiannya itu, maka konsekwensi yang dia hadapi adalah penolakan, baik terhadap dirinya, bahkan terhadap Injil yang dia beritakan. Teriakan yang disertai tindakan anarkis dan hasutan dengan melemparkan jubah dan menghamburkan tanah ke udara, adalah gambaran kemarahan dan tidak senang terhadap Rasul Paulus, termasuk Injil yang dia beritakan. Peristiwa ini kemudian menyeret dia ke markas besar untuk diadili bahkan untuk disiksa. Dalam keadaan itu maka muncullah sikap kritis sekaligus protes Paulus terhadap system peradilan yang sedang terjadi, dan sikap itu sebetulnya didasarkan pada haknya sebagai warga Negara. Inilah sebenarnya yang antara lain memicu keberanian Paulus untuk menuntut keadilan. Dia ingin mendapatkan keadilan secara hukum sebagai seorang warga Negara. Hak kewarganegaraannya itu tidak dapat diubah oleh siapapun, dan di balik tuntutannya ini terungkap bahwa, pemberlakuan prosedur hukuman dengan disiksa dan disesah hanya berlaku bagi budak atau yang bukan sebagai warga Negara, dalam hal ini adalah warga Negara Roma. Sementara Paulus sendiri adalah warga Negara yang sah sebab orang tuanya adalah warga Negara Roma. Perlu diketahui bahwa status kewarganegaraan yang berlaku pada masa itu, berdasar pada tiga hal, yaitu karena kelahiran, karena membeli, dan karena anugerah atau penghargaan pemerintah. Ketika para prajurit menyadari status kewarganegaraan yang dimiliki Paulus, para prajurit itu mundur untuk menunjukkan bahwa mereka tahu tentang hukum dan tunduk pada hukum yang berlaku. Dalam situasi itu terungkap juga bahwa ternyata dari pihak Yahudi sendiri, mereka berprinsip bahwa, menjadikan orang non Yahudi menjadi pengikut Kristus, tanpa terlebih dahulu menjadikan mereka orang Yahudi adalah hal yang tidak dapat diterima dan dianggap penghinaan pada hukum agama Yahudi. Yang nampak kemudian adalah adanya dua perbedaan, yaitu dari para prajurit dan kepala pasukan yang tunduk kepada hukum, dan para penghasut yang bertindak tanpa aturan. Para penghasut sepertinya mau membela hukum taurat, tetapi yang sebenarnya mereka tunjukkan adalah lebih cenderung mempertahankan adat istiadat Yahudi yang kaku. Sungguhpun demikian tekanan yang dihadapi, tatapi Rasul Paulus malah dengan tanpa ragu menuntut hak kewarganegaraannya dalam proses hukum yang dia jalani. Mengapa dia sungguh yakin dan percaya diri, sungguhpun harus mendapat tekanan? Karena proses yang sedang dia lakukan sebenarnya bukan untuk dirinya sendiri, tetapi semua adalah untuk Tuhan. Dan dia selalu mengambil kesempatan dalam proses yang dia jalani itu untuk terus membela Injil yang atasnya dia harus mengalami proses ini.

Saudara-saudara jemaat dan umat yang kekasih dalam Tuhan.
Kini kita berada dalam suasana perayaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ke-76. Kita patut berbangga bahwa perayaan kemerdekaan ini terus diikuti dengan berbagai pencapaian kesuksesan di segala bidang. Dalam undang-undang Negara kita, telah dinyatakan bahwa setiap warga Negara berhak mendapatkan perlindungan secara hukum, akan tetapi pada prakteknya hal itu belum sepenuhnya dilakukan. Selain itu, kita pun masih menemui berbagai kasus kejahatan, pencurian serta aksi anarkisme dan premanisme yang sering merusak tatanan kehidupan bangsa dan Negara Indonesia. Dari bacaan firman Tuhan ini, kita belajar bahwa setiap warga Negara mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan perlindungan hukum. Kendati hal itu hingga kini belum terjadi secara utuh, tetapi sebagai warga Negara yang baik, kita wajib menggumulinya bersama-sama dengan terus berharap, bahwa penegakan hukum akan semakin terarah dengan terus memperhatikan hak setiap warga Negara. Kita pun perlu belajar dari kesetiaan dan keberanian Rasul Paulus dalam menjalani setiap proses, yang walaupun harus menghadapi tekanan, tetapi dia tidak mundur. Mengapa sebesar itu semangat yang dia miliki? Karena yang dia sedang lakukan sesungguhnya bukan untuk dirinya sendiri tetapi untuk Tuhan. Jadi, jangan ragu untuk melangkah ketika yang kita lakukan itu adalah untuk Tuhan. Amin.

PERSEMBAHAN
(Persembahan dan Pundi Ekstra Pembangunan Pastori dimasukkan dalam Sampul dan diantar ke Pelsus Kolom untuk diteruskan ke Kas Jemaat)

P Marilah kita memberi persembahan dengan penuh sukacita. Dengarkanlah nas Persembahan dalam Mazmur 96:8 “Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya!”

P+J Menyanyi NNBT. No. 15 (ayat 1 – 3) “HAI SELURUH UMAT TUHAN”
Hai seluruh umat Tuhan bawalah syukurmu,
Tanda terima kasih atas berkat Tuhan
PersembahanMu itu akan diberkati
Bersyukurlah selalu atas berkat Tuhan

Persembahkanlah hidupmu kepada Tuhanmu,
Hendaklah engkau kudus dihadapan Kristus
Akan tent'ram hidupmu dan aman sentosa,
Itulah ibadahmu sejati dan kudus

Dalam suka maupun duka, ucapkan syukurmu.
B'ri pujian pada-Nya seumur hidupmu.
Jadikanlah hidupmu berkenan pada-Nya.
Damai dan sukacita sertamu s'lamanya

WARTA JEMAAT DOA SYUKUR
(Diakhiri dengan Doa Bapa Kami)

NYANYIAN PENUTUP
(Jemaat berdiri)

P+J Menyanyi KJ. No. 337 “BETAPA KITA TIDAK BERSYUKUR”
Betapa kita tidak bersyukur bertanah air kaya dan subur;
Lautnya luas, gunungnya megah, menghijau padang, bukit dan lembah.
Itu semua berkat karunia Allah yang Agung, Mahakuasa;
Itu semua berkat karunia Allah yang Agung, Mahakuasa

BERKAT

P Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.

Keluarga Amin. Amin. Amin. (dinyanyikan)

TATA IBADAH MINGGU - 8 AGUSTUS 2021



GEREJA MASEHI INJILI di MINAHASA
WILAYAH KAKASKASEN
JEMAAT KAKASKASEN EBEN HAEZER
TATA IBADAH KELUARGA
Minggu, 8 Agustus 2021
Tema : “Mengubah Mental Kekerasan Menjadi Melayani”

PERSIAPAN AJAKAN BERIBADAH
(Jemaat berdiri)

P Mari kita memohon pertolongan dan berkat dari Tuhan, supaya ibadah saat ini dapat berjalan dengan baik.

P+J Menyanyi NKB. No. 3 “TERPUJILAH ALLAH”
Terpujilah Allah, hikmatNya besar, begitu kasihNya ‘tuk dunia cemar,
Sehingga dib’rilah PutraNya Kudus, mengangkat manusia serta menebus.

Refr. : Pujilah, pujilah! Buatlah dunia bergemar, bergemar mendengar suaraNya.
Dapatkanlah Allah demi PutraNya, b’ri puji padaNya sebab hikmatNya

TAHBISAN & SALAM

P Pertolongan kita adalah dalam nama Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi, yang tetap setia untuk selama-lamanya dan tidak meninggalkan perbuatan tanganNya. Amin. Salam kasih dari Tuhan Yesus Kristus Kepala Gereja bagi jemaat yang beribadah saat ini. Keluarga dan bagi saudara juga. Amin.

P+J Menyanyi NNBT. No. 7 “MARI PUJI TUHAN YESUS”
Mari puji Tuhan Yesus, Dialah Jurus'lamat dunia.
Mari sembah sujud pada-Nya Dialah Raja dunia
B'rita keselamatan harus kita sebarkan
Agar banyak orang tahu dan mau datang kepada-Nya

PENGAKUAN DOSA DAN PEMBERITAAN ANUGERAH ALLAH
(Jemaat duduk)

P Marilah kita merendahkan diri dihadapan Tuhan, Allah kita, dan mengaku dosa kita kepadaNya. Mari berdoa : ……

P+J Menyanyi KJ. No. 33 “SUARAMU KUDENGAR”
SuaraMu kudengar memanggil diriku,
supaya ‘ku di Golgota di basuh darahMu!
Aku datanglah, Tuhan, padaMu;
Dalam darahMu kudus sucikan diriku

P Dengarkanlah berita anugerah Allah dalam Yohanes 3 : 16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal“

P+J Menyanyi KJ. No. 395 “BETAPA INDAH HARINYA”
Betapa indah harinya saat kupilih Penebus,
Alangkah sukacitanya, ‘ku memb’ritakannya terus.
Indahlah harinya Yesus membasuh dosaku.
‘Ku diajari Penebus berjaga dan berdoa t’rus.
Indahlah harinya Yesus membasuh dosaku

PELAYANAN FIRMAN

P Berdoa, 
 Membaca Alkitab: PL KELUARAN 2 : 11 – 22

KHOTBAH

Tema: “Mengubah Mental Kekerasan Menjadi Melayani” (untuk ibadah keluarga)

Saudara-saudara jemaat yang kekasih dalam Yesus Kristus.
Syukur kepada Tuhan yang terus menjaga dan melindungi kita siang dan malam. Pergumulan kadang datang silih berganti, tetapi kita pun harus tetap percaya, bahwa kita ada sampai saat ini, semua adalah karena anugerah Tuhan dalam hidup kita.

Kita sudah membaca bagian firman Tuhan yang menceritakan tentang nabi Musa. Musa adalah seorang Ibrani yang lahir di Mesir dan kemudian diangkat menjadi anak oleh putri Firaun. Dengan demikian kehidupannya sejak masa kecil berada dalam istana Firaun. Ketika beranjak dewasa, Musa melihat betapa kejamnya perlakuan orang Mesir kepada orang Ibrani. Sebagai seorang Ibrani, dia tidak terima dengan perlakuan orang-orang Mesir terhadap bangsanya. Peristiwa ini membuat jiwa nasionalismenya atau secara khusus etnisitasnya sebagai orang Ibrani menguasai dan mengendalikan mentalitasnya secara spontan, untuk membela saudara sebangsanya atau sedaerah atau juga sekepercayaannya. Keprihatinannya kepada bangsanya ditunjukkan dengan membunuh seorang mandor Mesir. Dengan tindakan itu, Musa mungkin saja berpikir, bahwa tindakan itu dia lakukan karena dia mau menunjukkan bahwa dia peduli dengan bangsanya dan ingin untuk menyelesaikan masalah yang sedang terjadi di hadapannya. Dia tidak menyangka bahwa ternyata tindakannya itu bukannya menyelesaikan masalah, tetapi justru memunculkan masalah baru. Masalah itu terungkap dalam pertanyaan yang diajukan oleh sebangsanya, “Siapa yang mengangkat engkau menjadi pemimpin dan hakim atas kami? Apakah engkau bermaksud membunuh aku sama seperti engkau telah membunuh orang Mesir itu? Pertanyaan itu justru mengungkap perbuatannya dan kini dia tahu bahwa rahasianya sudah terbongkar dan dia pun sadar bahwa ternyata tindakannya itu tidak dapat diterima, baik dari pihak sebangsanya, apalagi dari pihak Mesir. Kini dia sudah menjadi musuh kerajaan dan dia pun harus meninggalkan Mesir. Dia lari, kemudian tiba di tanah Midian. Kehidupan di tanah Midian ternyata sanggup merubah mental Musa. Mental etnisitasnya yang tadinya ditunjukkan dengan kekerasan segera berubah, ketika dia diperhadapkan dengan keadaan yang mengharuskan dia bertindak menolong orang lain. Dan sesuatu yang tidak disangka terjadi, bahwa tindakannya itu menjadi titik awal bagi dia untuk bergaul erat dengan komunitas lain, yang berlanjut pada terbentuknya sebuah keluarga.

Saudara-saudara yang kekasih dalam Tuhan
Perubahan mental dan karakter yang ditunjukkan oleh Musa, bukan sekedar perubahan yang alami, tetapi inilah bagian dari cara Tuhan Allah untuk memproses Musa, sebagai seorang yang telah dipersiapkan untuk misi pembebasan bagi umat-Nya. Dan dari cerita firman Tuhan ini, kita belajar tentang beberapa hal, yaitu:
  1. Sekalipun Musa dibesarkan di lingkungan istana Firaun, tetapi situasi dan pendidikannya tidak langsung menghapus identitasnya sebagai orang Ibrani, bahkan sikap etnisnya ini sangat kuat mempengaruhinya.
  2. Bahwa tindakan kekerasan yang dilakukan Musa merupakan ekspresi mentalitasnya yang terbentuk lama, saat masih kecil sampai ia dewasa dan itu menjadi luka batin dengan melihat saudara sebangsanya ditindas di tanah Mesir.
  3. Tindakan kekerasan dapat menimbulkan ancaman, rasa takut dan menghantui seseorang dalam perjalanan hidupnya, karena generasi selanjutnya akan bangkit dengan sikap mental untuk balas dendam.
  4. Mentalitas kekerasan dapat terwujud melalui tindakan kekerasan fisik dalam bentuk pemukulan, pelecehan seksual maupun psikis dalam bentuk kata-kata kasar, makian, fitnah dan berita hoaks.
  5. Mentalitas dapat berubah karena keadaan susah ataupun dalam kesendirian, sama seperti Musa ketika berada di daerah Median. Dia harus mampu bertahan hidup dan harus menunjukkan sikap yang melayani sehingga dapat diterima dalam sebuah komunitas, keluarga dan masyarakat. Artinya bahwa mentalitas melayani lebih dapat diterima secara universal daripada mentalitas kekerasan, apapun alasannya.
  6. Mentalitas kekerasan harus diubah menjadi melayani oleh setiap pribadi dalam keluarga, sehingga dapat mewujudkan pelayanan Allah dalam Yesus Kristus yang datang bukan hanya untuk orang-orang tertentu, tetapi untuk semua bangsa apapun latarbelakangnya.

Karena itu saudara-saudara, sebagai keluarga Kristen, mari kita tunjukkan bahwa kita tidak mau untuk hidup dalam kekerasan, tetapi mau hidup untuk melayani. Dan dalam melayani, kita harus punya kesediaan diproses Tuhan Allah untuk menemukan, menjalankan serta menyelesaikan rencana Tuhan Allah untuk hidup kita dan untuk keluarga kita. Melayani bukan hanya sekedar untuk mencari kepuasan hidup, tetapi melayani adalah bagian dari keteladanan hidup, dan kita harus memberi diri kita dipakai Tuhan Allah sebagai alat untuk menunjukkan keteladanan.

Jadi, mengapa kita harus melayani? Sebab itulah yang Tuhan Allah mau untuk kita lakukan dalam hidup kita. Amin.

PERSEMBAHAN
(Persembahan dan Pundi Ekstra Pembangunan Pastori dimasukkan dalam Sampul dan diantar ke Pelsus Kolom untuk diteruskan ke Kas Jemaat)

P Marilah kita memberi persembahan dengan penuh sukacita. Dengarkanlah nas Persembahan dalam Mazmur 96:8 “Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya!”

P+J Menyanyi KJ. No. 367 (ayat 1-3) “PADAMU TUHAN DAN ALLAHKU”
PadaMu, Tuhan dan Allahku, kupersembahkan hidupku:
DariMu jiwa dan ragaku, hanya dalamMu ‘ku teduh.
Hatiku yang Engkau pulihkan padaMu juga kuberikan.

Di dalam Yesus Kaunyatakan, ya Bapa, isi hatiMu:
Curahan kasih, kesukaan Engkau limpahkan bagiku. 
Andaikan orang menyadari, niscaya, Tuhan, Kau dicari.

Kumuliakan kuasa kasih, yang dalam Yesus terjelma;
‘ku berserah sebulat hati di dalam arus rahmatNya.
Diriku tak kuingat lagi, lautan kasih kuselami

PEMBACAAN SAMPUL SYUKUR

WARTA JEMAAT

DOA SYUKUR
(Diakhiri dengan Doa Bapa Kami)

NYANYIAN PENUTUP
(Jemaat berdiri)

P+J Menyanyi NKB. No. 195 “KENDATI HIDUPKU TENT’RAM”
Kendati hidupku tent’ram dan senang, dan walau derita penuh,
Engkau mengajarku bersaksi tegas: S’lamatlah, s’lamatlah jiwaku.
Refr. : S’lamatlah jiwaku, S’lamatlah, s’lamatlah jiwaku

BERKAT

P Tuhan Allah sumber pengharapan akan memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, dan oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.

Keluarga Amin. Amin. Amin. (dinyanyikan)

Saat teduh…

TATA IBADAH MINGGU - 1 AGUSTUS 2021

 


GEREJA MASEHI INJILI di MINAHASA
WILAYAH KAKASKASEN
JEMAAT KAKASKASEN EBEN HAEZER
TATA IBADAH SIAR KELUARGA
Minggu, 1 Agustus 2021
Tema : “Pembentukan Integritas Kehambaan”

PERSIAPAN PANGGILAN BERIBADAH
(Jemaat berdiri)

Koord. Kita percaya, Tuhanlah yang menolong dan menguatkan kita semua sehingga boleh ada dalam persekutuan sukacita saat ini.

P+J Menyanyi KJ. No. 4 ”HAI MARI SEMBAH”
Hai mari sembah yang maha besar, nyanyikan syukur dengan bergemar
Perisai umatNya yang maha Esa, mulia namaNya, tahtaNya megah

TAHBISAN DAN SALAM
(Jemaat berdiri)

P Pertolongan kepada kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi, yang tetap setia untuk selama-lamanya dan tidak meninggalkan perbuatan tangan-Nya. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa kita, dari TUHAN Yesus Kristus menyertai saudara-saudara.

J Amin.

NAS PEMBIMBING

P Roma 8:28 “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah”

P+J Menyanyi KLIK. No. 387 “S’MUA BAIK”
Dari semula, t'lah Kau tetapkan, hidupku di tanganMu dalam rencanaMU Tuhan,
Rencana indah, t’lah Kau siapkan bagi masa depanku yang penuh harapan
Refr. : S'mua baik, s'mua baik, apa yang t’lah Kau perbuat di dalam hidupku
S'mua baik, sungguh teramat baik, Kau jadikan hidupku berarti

PENGAKUAN DOSA DAN PEMBERITAAN ANUGERAH ALLAH
(Jemaat duduk)

P Ketika kita berbeban berat, ketika kita jatuh dalam dosa, hanya Allah yang benar-benar peduli dengan kehidupan kita. Mari saudara-saudara dengan jujur mengaku dosa kepada Tuhan. Kita berdoa : ……

P+J Menyanyi KJ. No. 25 “YA ALLAHKU DI CAHYAMU”
Ya Allahku, di cah’yaMu tersingkap tiap noda.
Kau lihatlah manusia penuh lumuran dosa

P Dengarlah berita anugerah Allah: ”Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.” (Mazmur 91:15)

P+J Menyanyi KLIK. No. 450 “TERTINDIH DALAM BEBAN BERAT”
Tertindih dengan beban berat, dosa dunia menjerat
Lalu kudatang pada Yesus, Dia rubah seluruh hidupku
Refr. : Yesus jamah s'gnap hidupku, dan beri damai dihatiku
S'mua telah berubah dan aku tau, Yesus jamah ku jadi baru

HUKUM TUHAN

P Dengarkanlah Hukum Tuhan: Yohanes 13:34-35 “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.”

P+J Menyanyi NNBT. No. 13 ”YA ALLAH BAPA YA YESUS TUHAN”
Ya Allah Bapa, ya Yesus Tuhan, ya Rohul Kudus,
Aku bersyukur, aku memuji menyembahMu..
O, berikanlah urapan RohMu kepadaku, agar aku layak dihadiratMu
Direlung hatiku yang hancur, kubuat mezbah korban syukurku
Kuserahkan persembahanku, berkenanlah Kau, ya Tuhanku

PEMBERITAAN FIRMAN

P Berdoa, Membaca Alkitab: PL Yunus 1 : 1 – 17

KHOTBAH
Tema: “Pembentukan Integritas Kehambaan” (untuk ibadah keluarga)

Terpujilah nama Tuhan Allah di dalam Yesus Kristus, yang oleh kasih dan anugerah-Nya terus menunjukkan cinta-Nya dalam hidup kita. Cinta-Nya nyata dalam keberadaan hidup kita saat ini, yang walaupun masih dalam pergumulan sama yang mengharuskan kita beribadah dengan cara seperti sekarang ini, tetapi Tuhan selalu ada bersama-sama dengan kita. Dalam banyak hal kita selalu dituntut untuk patuh dengan aturan yang ditetapkan oleh pemerintah. Kadang sulit, tetapi kita semua harus memahami bahwa semua ini adalah untuk kebaikan kita. Sebab ketika kita patuh, berarti kita sudah turut ambil bagian dalam upaya untuk memutus matarantai penyebaran virus Covid 19.

Kita sudah membaca dan mendengar bagian Alkitab dalam Perjanjian Lama yang ceritanya amat dikenal, yaitu kitab Yunus yang secara khusus kita membacanya di pasal yang pertama. Di pasal pertama inilah terdapat cerita yang membuat kitab Yunus ini dikenal oleh banyak orang, yaitu peristiwa Yunus yang ditelan oleh ikan besar. Dari cerita Alkitab ini setidaknya kita kembali diingatkan sebagaimana yang ditulis dalam Alkitab, bahwa yang menelan Yunus bukan ‘ikan paus’, tetapi yang ditulis dalam Alkitab bahwa, ikan yang menelan Yunus adalah seekor ‘ikan besar’ (great fish).

Apa yang menyebabkan sehingga Yunus ditelan oleh ikan besar? “Atas penentuan Tuhan maka datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus”(ay.17). Artinya bahwa Tuhanlah yang mendatangkan seekor ikan besar itu. Peristiwa ini bukan sebagai kecelakaan tetapi semua dalam rencana Allah dan ini memberikan gambaran tentang otoritas Allah yang tidak dapat dibantah oleh siapapun. Allah punya otoritas memakai siapa saja yang Dia kehendaki untuk taat pada yang Dia sudah rancangkan. Rancangan Allah dalam cerita ini berkaitan dengan perintah, yang bukan sekedar perintah biasa, tetapi disampaikan dalam wujud firman Tuhan yang memerintahkan Yunus untuk pergi ke Niniwe, sebuah kota besar yang terkenal kejahatannya. Tetapi Yunus menyatakan ketidaktaatannya, melalui tindakan melarikan diri seperti seorang pembelot. Dia melakukan sesuatu yang bertolak belakang dengan perintah yang telah disampaikan. Firman Tuhan yang disampaikan kepadanya ini sebenarnya dalam kaitan dengan Allah yang telah memilih Yunus sebagai seorang nabi untuk melakukan tugas itu. Tapi dia menolak dan memutuskan untuk tidak mau taat pada perintah itu. Mengapa dia tidak mau taat pada perintah Allah ini? Beberapa hal yang mungkin menjadi alasan Yunus menolak perintah itu, adalah:
(1) sebagai seorang nabi dia merasa aneh ketika dirinya disuruh memberitakan firman Tuhan kepada orang kafir; (2) ia menganggap bahwa hal itu tidak mungkin berhasil; (3) ia takut terhadap reaksi orang Niniwe yang terkenal jahatnya; dan (4) dia benci kepada orang Niniwe dan ia tidak ingin mereka bertobat dan diselamatkan. Dia ternyata terjebak pada pertimbangan dan dugaan yang pada akhirnya membawa dia pada keputusan yang lebih memilih untuk mengikuti kehendaknya daripada mengikuti kehendak Allah. Dengan demikian, dia tidak hanya menolak panggilan Allah itu, tetapi dia juga lari, dan Allah pun bertindak tegas dengan mendatangkan badai yang berlanjut pada dicampakkannya Yunus ke dalam laut, dan dia pun ditelan oleh ikan besar.

Dari cerita ini nampak bahwa Yunus, sebagai seorang nabi yang tidak memiliki integritas. Hal ini nampak dari keputusannya untuk menolak panggilan Tuhan. Padahal sebagai seorang nabi dia pasti sering mengajak umat untuk hidup takut akan Tuhan, namun ternyata dia sendiri tidak mampu menunjukkan cara hidup seperti itu. Apa yang dia ucapkan ternyata tidak sesuai dengan tindakannya. Itulah sebabnya dikatakan bahwa dia tidak memiliki integritas dalam hidupnya. Allah menyuruh Yunus, berarti Allah memilih Yunus. Penolakannya yang akhirnya membuat Allah bertindak dengan mendatangkan badai yang tujuannya adalah untuk membentuk integritas kehambaannya. Bagaimana dengan kita? Apakah harus ada “badai” dalam hidup untuk membentuk integritas kehambaan kita? Tapi kalaupun harus ada badai dalam hidup, maka yang harus kita tunjukkan adalah taat kepada Allah. Amin.

PERSEMBAHAN
(Persembahan dan Pundi Ekstra Pembangunan Pastori dimasukkan dalam Sampul dan diantar ke Pelsus Kolom untuk diteruskan ke Kas Jemaat)

P Marilah kita memberi persembahan dengan hati yang tulus. Dengarlah nas persembahan dalam Roma 12 : 1 : “Saudara-saudaraku demi kemurahan Allah, aku menasehatkan kamu, supaya mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.”

P+J Menyanyi KJ. No. 289 : 1 – 4 “TUHAN PENCIPTA SEMESTA”
Tuhan, Pencipta semesta, Kaulah Yang Mahamulia;
Sungguh besar karunia yang Kauberi.

KasihMu nyata terjelma di sinar surya yang cerah,
Di sawah dan tuaiannya yang Kauberi.

Puji syukur terimalah atas berkat anugerah
Di rumah yang sejahtera yang Kauberi.

Kau merelakan Put’raMu, supaya dunia ditebus;
DenganNya kurnia penuh t’lah Kuberi.

PEMBACAAN SAMPUL SYUKUR

WARTA JEMAAT

DOA UMUM
(Diakhiri dengan Doa Bapa Kami)

NYANYIAN PENUTUP
(Jemaat berdiri)

P+J Menyanyi NNBT. No. 24 “KUASAMU TUHAN S’LALU KURASAKAN”
KuasaMu Tuhan s'lalu kurasakan disetiap langkah kehidupan ini
Nyatalah bagiku segala berkatMu Tuhan, nyatalah bagiku kasihMu Tuhan.
KasihMu Yesus mengalahkan dosa-dosaku, kasihMu Tuhan takkan berkesudahan
Kunyanyikan dan kumasyhurkan, namaMu yang ajaib,
kupuji Kau dan kusembah Kau, sampai akhir hidupku

BERKAT

P Terimalah berkat TUHAN dan pergilah dengan selamat:
TUHAN memberkati dan melindungi saudara-saudara;
TUHAN menyinari dengan wajah-Nya dan memberi saudara-saudara kasih karunia;
TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepada saudara-saudara dan memberi saudara-saudara damai sejahtera.

J Amin. Amin. Amin. (dinyanyikan)

Saat teduh…

TATA IBADAH MINGGU - 25 JULI 2021

 


GEREJA MASEHI INJILI di MINAHASA
WILAYAH KAKASKASEN
JEMAAT KAKASKASEN EBEN HAEZER
TATA IBADAH SIAR KELUARGA
Minggu, 25 Juli 2021
Tema : “Kebenaran Versus Dusta”

PERSIAPAN MARI MENGHADAP HADIRATNYA
(Jemaat berdiri)

Koord. Mari kita memohon pertolongan dan berkat dari Tuhan, supaya ibadah saat ini dapat berjalan dengan baik.

P+J Menyanyi KJ. No. 21 “HARI MINGGU, HARI YANG MULIA"
Hari Minggu, hari yang mulia,  itu hari Tuhanku
Ia bawa rasa bahagia masuk dalam hatiku
Hari Minggu, hari Tuhan, hari suci dan teduh
Hari Minggu, hari Tuhan, hari suci dan teduh

BERSEKUTU DALAM NAMANYA
(Jemaat berdiri)

P Pertolongan kita adalah dalam nama Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi, yang tetap setia untuk selama-lamanya dan tidak meninggalkan perbuatan tanganNya. Amin.
Salam kasih dari Tuhan Yesus Kristus Kepala Gereja bagi jemaat yang beribadah saat ini.

Keluarga dan bagi saudara juga. Amin.

P+J Menyanyi NNBT. No. 6 “ALLAH BAPA YANG KUMULIAKAN”
Allah Bapa yang kumuliakan, aku datang kehadiratMu
T’rima doa persembahanku kepada-Mu, Allah Maha Kudus
B’rikanlah anug’rah dan rahmat-Mu kepada segenap umat-Mu
Kupersembahkan pujianku untuk memuliakan nama-Mu
Haleluya pujilah, haleluya bagi-Mu, panjang sabar kasih setia-Mu
Agunglah nama-Mu s’lamanya 

 PERSEKUTUAN YANG MENGAKU DOSA
(Jemaat duduk)

P Marilah kita merendahkan diri dihadapan Tuhan, Allah kita, dan mengaku dosa kita kepadaNya. Mari berdoa : ……

P Dengarkanlah berita anugerah Allah dalam Yoel 2 : 13 “Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada Tuhan, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukumanNya.”

P+J Menyanyi KLIK. No. 348 “BERTOBATLAH”
Bertobatlah dan balik pada Bapa,
Dia tunggu kau dengan kesetiaanNya
Tuhan mau mengampuni dosamu,
oh baliklah pada Allah
Refr. : Oh baliklah pada Allah, jangan lambat hai sobatku
Tuhan tunggu kepadamu, oh baliklah pada Allah

PELAYANAN FIRMAN

P Berdoa, Membaca Alkitab: PB Kisah Para Rasul 5 : 1 – 11

P+J Menyanyi NNBT. No. 12 “DIAMLAH”
Diamlah, diamlah, diamlah.
Tenangkanlah dirimu siapkan hatimu t'rima Firman Allah
kosongkan hatimu dengarkan FirmanNya. Diamlah

KHOTBAH
Tema: “Kebenaran Versus Dusta”
(untuk ibadah keluarga)

Pembacaan Alkitab : Kisah Para Rasul 5:1-11

Sampai tahun 2019 yaitu sebelum penyakit virus corona19 (covid19) mengganggu hidup kita, hidup dunia ini, kita di tanah Minahasa ini setiap tahun ada waktu khusus mengadakan Ibadah Pengucapan Syukur pada sekitar akhir Juni, Juli dan awal Agustus. Sejarah berpengucapan syukur adalah sejarah hidup orang Minahasa yang berbudaya dan beragama/beriman. Orang-orang tua kita jaman dulu bersyukur khusus dan khas atas berhasilnya panen padi. Padi adalah bahan pokok/utama di wiayah Asia untuk makanan kita sehari-hari. Meski ada pula beberapa daerah yang makanan pokoknya adalah sagu, ubi, jagung. Sedangkan di beberapa tempat lainnya di dunia ini, makanan mereka adalah roti. Dari padi menjadi nasi. Nasi adalah makanan pokok kita sehari-hari. Sebegitu pentingnya nasi bagi kita, sehingga seorang teolog Asia dari Jepang menulis buku yang berjudul “Allah dan Nasi”. Tidak ada Allah tanpa nasi, tidak ada nasi tanpa Allah. Kitapun ingat mujizat Tuhan Yesus memberi makan 5000 orang belum termasuk perempuan dan anak. Pada saat panen perdana, orang-orang tua kita langsung menyendirikan sebagiannya untuk dipersembahkan dalam ritual agama tua. Tradisi ini kemudian dilanjutkan dengan membawanya kepada pemimpin agama : Pendeta dan Guru Agama. Di kemudian hari, tradisi ini diambil alih oleh gereja (GMIM) dengan mengadakan Ibadah Pengucapan Syukur setahun sekali. Segala macam bahan natura hasil pertanian, makanan jadi (nasi jaha, tinoransak, pangi, berbagai macam kukis) dipersembahkan dalam ibadah ini.

Nah, kehidupan jemaat mula-mula/gereja mula-mula yang serba sulit seperti yang kita baca dalam Kisah Para Rasul pasal 2 sampai pasal 8, kita membaca tentang kehidupan berjemaat waktu itu. Pasal 2:41-47 tentang cara hidup jemaat yang pertama, dan pasal 4:32-37 tentang cara hidup jemaat, kita menemukan hal-hal sebagai berikut :
  1. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam pesekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
  2. Segala kepunyaan mereka adalah kepunyaaan bersama.
  3. Selalu ada di antara mereka yang menjual harta miliknya.
  4. Hasil penjualan tanah itu mereka bawa dan letakkan di depan kaki para rasul, lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai keperluannya masing-masing.

Cara hidup jemaat inilah yang dilanggar oleh suami-isteri : Ananias dan Safira. Mereka menjual sebidang tanahnya. Hasil penjualan itu tidak seluruhnya dibawa dan diletakkan di depan kaki para rasul. Atas kesepakatan bersama (lebih tepat persekongkolan), mereka hanya membawa dan meletakkan sebagian hasil penjualan di depan kaki para rasul, sebagiannya mereka tahan untuk mereka sendiri. Rasul Petrus dengan kuasa ilahi yang ada padanya mengetahui bahwa mereka berdusta. Rasul Petrus berkata kepada Ananias : mengapa hatimu dikuasai iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus? Dan kepada Safira, Petrus berkata : mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Jadi kesalahan terbesar bahkan dosa mereka ialah bukan mendustai para rasul dan jemaat dengan sejumlah uang, melainkan mendustai Roh Kudus, mencobai Roh Tuhan.

Mereka belum sempat berkomentar terhadap rasul Petrus, mereka rebah dan putus nyawanya. Jemaat yang meyaksikan kejadian itu dan orang yang mendengar hal itu menjadi sangat takut. Mengapa Ananias dan Safira meninggal dengan cara ini? Roh Kudus yang baru saja dicurahkan pada Hari Pentakosa (Kisah Para Rasul 2: 1-13) mereka dustai, mereka cobai. Kitapun ingat salah satu hukum Tuhan yaitu janganlah mengucapkan saksi dusta (Markus 10:19, Matius 19:18, Lukas 18:20). Juga menghujat Roh Kudus tidak mendapat ampun selama-lamanya (Markus 3:29).

Oleh sebab itu, bila kita hendak memberikan persembahan, berilah dengan sukarela, dengan sukacita, dengan jujur dan tulus. Hindari motivasi cari muka dan cari nama. Jangan sekali-kali berdusta dengan segala kasih karunia yang Tuhan berikan kepada kita. Kita dapat saja berbohong, bersembunyi di balik pemberian kita. Tetapi Tuhan tahu sekali maksud hati kita, Tuhan tahu sekali motivasi atau dorongan yang sesungguhnya dalam hati dan pikiran kita.

Saya ingat cerita dulu jaman harga cengkih tinggi, sementara itu pohon cengkih tidak berbuah lebat. Sang petanipun berdoa dan berjanji kepada Tuhan yaitu bila pohon cengkihnya berbuah lebat, maka ia akan memberi persembahan kepada Tuhan sekian persen. Tetapi saat, panen cengkih banyak dan harga bagus, sang petani lupa pada janjinya. Inilah dusta.

Di masa pandemi covid19 ini, katakanlah ya bila terkonfirmasi positif, agar segera dapat perawatan, dan tidak menjadi pembawa virus bagi orang di sekitarnya.

Jadilah orang jujur terhadap diri sendiri dan orang lain. Jangan ada dusta di antara kita. Berkatalah benar bila benar, jauhilah dusta dalam segala hal. Berkatalah benar di atas yang benar, berkatalah tidak atas segala bentuk dusta. Amin.

BERILAH YANG BAIK

P Marilah kita memberi persembahan dengan penuh sukacita. Dengarkanlah nas Persembahan dalam Mazmur 96:8 “Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya!”

P+J Menyanyi NKB. No. 199 (ayat 1-3) “SUDAHKAH YANG TERBAIK KUBERIKAN”
Sudahkah yang terbaik ‘ku berikan, kepada Yesus Tuhanku?
Besar pengurbananNya di Kalvari! DiharapNya terbaik dariku.
Refr. : Berapa yang terhilang t’lah ‘ku cari, dan ‘ku lepaskan yang terbelenggu?
Sudahkah yang terbaik ‘ku berikan, kepada Yesus, Tuhanku?

Begitu banyak waktu yang terluang, sedikit ‘ku b’ri bagiNya.
Sebab kurang kasihku pada Yesus; mungkinkah hancur pula hatinya?
Refr. : ……

Telah ‘ku perhatikankah sesama, atau ‘ku biarkan tegar?
‘Ku patut menghantarnya pada Kristus, dan kasih Tuhan harus ‘ku sebar.
Refr...

PEMBACAAN SAMPUL SYUKUR

WARTA JEMAAT

DOA SYUKUR
(Diakhiri dengan Doa Bapa Kami)

TEMBANG TEKAD
(Jemaat berdiri)

P+J Menyanyi NNBT. No. 35 “TUHAN KAU GEMBALA YANG BAIK”
Tuhan, Kau Gembala yang baik, tuntun kami domba-dombaMu
B'rilah rahmatMu dan hikmatMu Tuhan, hidup dalam pengorbananMu
Dikembara hidup ini, menapaki janji setiaMu
Menabur dan menebarkan yang baik dalam keagungan kasihMu
Bimbinglah kami turut firmanMu, tabah dan setia selamanya
Ajarlah kami tentang kasihMu, rendah hati melayani sesama
Susah dan sedih akan ditanggung selalu dengan Tuhan s'lamanya.
Kar'na di dalam pengorbananMu ada damai sejaht'ra
Tolonglah kami yang rindu kebenaranMu
Dengan hikmat pengorbananMu membalut dunia
Tuhan tolonglah kami dombaMu

BERKAT

P Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.

Keluarga Amin. Amin. Amin. (dinyanyikan)

IBADAH MINGGU - 18 JULI 2021

 


GEREJA MASEHI INJILI di MINAHASA WILAYAH KAKASKASEN
JEMAAT KAKASKASEN EBEN HAEZER
TATA IBADAH SIAR KELUARGA
Minggu, 18 Juli 2021
Tema : “Pendidikan Anak Yang Berkarakter”

PERSIAPAN AJAKAN BERIBADAH
(Jemaat berdiri)

P Mari kita memohon pertolongan dan berkat dari Tuhan, supaya ibadah saat ini dapat berjalan dengan baik.

P+J Menyanyi NNBT. No. 1 “PUJILAH DIA! PUJILAH DIA!”
Pujilah Dia, pujilah Dia, Yesus Tuhan Rajamu,
Maha Pengasih, Mahamulia, Yesus Tuhan Rajamu
Penguasa semesta alam, Raja Adil pembela kita,
Dia hapus dosa kita mari sambut Rajamu
Pujilah Dia, pujilah Dia, Yesus Tuhan Rajamu,
Maha Pengasih, Mahamulia, Yesus Tuhan Rajamu

TAHBISAN & SALAM

P Pertolongan kita adalah dalam nama Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi, yang tetap setia untuk selama-lamanya dan tidak meninggalkan perbuatan tanganNya. Amin. Salam kasih dari Tuhan Yesus Kristus Kepala Gereja bagi jemaat yang beribadah saat ini. Keluarga dan bagi saudara juga. Amin.

NAS PEMBIMBING

P 1 Raja-Raja 2:3-4 “Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan-Nya, seperti yang tertulis dalam hukum Musa, supaya engkau beruntung dalam segala yang kaulakukan dan dalam segala yang kautuju, dan supaya TUHAN menepati janji yang diucapkan-Nya tentang aku, yakni: Jika anak-anakmu laki-laki tetap hidup di hadapan-Ku dengan setia, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa, maka keturunanmu takkan terputus dari takhta kerajaan Israel.”

P+J Menyanyi NNBT. No. 24 “KUASAMU TUHAN S’LALU KURASAKAN”
KuasaMu Tuhan s'lalu kurasakan disetiap langkah kehidupan ini
Nyatalah bagiku segala berkatMu Tuhan, nyatalah bagiku kasihMu Tuhan.
KasihMu Yesus mengalahkan dosa-dosaku, kasihMu Tuhan takkan berkesudahan
Kunyanyikan dan kumasyhurkan namaMu yang ajaib,
kupuji Kau dan kusembah Kau sampai akhir hidupku

PENGAKUAN DOSA DAN PEMBERITAAN ANUGERAH ALLAH
(Jemaat duduk)

P Marilah kita merendahkan diri dihadapan Tuhan, Allah kita, dan mengaku dosa kita kepadaNya. Mari berdoa : ……

P Dengarkanlah berita anugerah Allah dalam Yoel 2 : 13 “Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada Tuhan, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukumanNya.”

P+J Menyanyi NKB. No. 17 “AGUNGLAH KASIH ALLAHKU”
Agunglah kasih Allahku, tiada yang setaranya;
neraka dapat direngkuh, kartikapun tergapailah.
Kar’na kasihNya agunglah, Sang Putra menjelma,
Dia mencari yang sesat dan diampuniNya.
Refr. : O kasih Allah agunglah! Tiada bandingnya!
Kekal teguh dan mulia! Dijunjung umatNya

PELAYANAN FIRMAN

P Berdoa, Membaca Alkitab : PL Amsal 4 : 1 – 17

P+J Menyanyi KLIK. No. 371 “FIRMANMU P’LITA BAGI KAKIKU”
FirmanMu p'lita bagi kakiku, terang bagi jalanku
FirmanMu p'lita bagi kakiku, terang bagi jalanku
Di waktu ku bimbang dan hilang jalanku, tetaplah Kau di sisiku
Dan takkan ku takut asal Kau di dekatku, besertaku selamanya
FirmanMu p'lita bagi kakiku, terang bagi jalanku

KHOTBAH
Tema: “Pendidikan Anak Yang Berkarakter”
Saudara-saudara yang diberkati Tuhan, Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa proses pendidikan yang dilakukan sekarang ini lebih banyak kemandirian dari anak-anak didik, karena lebih banyak melalui virtual walaupun sudah ada yang tatap muka. Peranan guru dan orang tua untuk membentuk karakter anak sanggat ditentukan oleh kualitas pendidikan tersebut. Dunia pendidikan memasuki era baru dengan penggunaan internet yang mengharuskan orang tua dan guru bekerja keras demi masa depan mereka. Apalagi membentuk karakter yang berakhlak, budi pekerti yang baik untuk mereka praktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus.

Perenungan kita sepanjang minggu ini dimana Salomo dalam segala hikmatnya menulis kitab Amsal dengan tujuan memberi hikmat dan pengertian mengenai perilaku yang bijak, kebenaran, keadilan dan kejujuran yang disampaikan dalam bentuk perumpamaan dan pribahasa atau Amsal. Kecintaan Salomo terhadap hikmat, kebijaksanaan dan pengetahuan merupakan suatu pendidikan yang berkarakter terhadap anak dan umat seperti yang tergambar dalam Amsal 4:1-17. Pengajaran Salomo di mulai dari memberi pengajaran kepada anak-anak untuk mendengarkan didikan seorang ayah. Salomo telah belajar tentang jalan-jalan Allah dari ayahnya dan didikan itu dan ia teruskan kepada anak-anaknya untuk memperoleh pengertian. Pengertian tersebut berupa memberikan ilmu yang baik kepada anak-anaknya termasuk petunjuk untuk melakukan apa yang baik. Didikan dan pengertian selalu terjabarkan dalam hidup dan jati diri anak-anak Allah menghasilkan ilmu pengetahuan yang sesuai dengan kehendak Allah bukan kehendak Salomo. Hikmat yang diajarkan tidak boleh menyimpang dari perkataan mulut yang benar. Pengamsal mau mengatakan bahwa hikmat dan didikan itu harus dihargai dan dikasihi sehingga anak tersebut akan terjaga dengan baik. Betapa penting mengajarkan kepada anak-anak untuk mencintai hikmat secara pribadi. (ayat 4-5). Anak yang mencintai hikmat hendaknya dijunjung dan ditinggikan supaya anak yang menerima didikan akan menjadi terhormat. Dan yang lebih menarik lagi bahwa hikmat dan didikan itu bagaikan mengenakan karangan bunga yang indah yang akan dikaruniakan kepadanya. Bahkan ketika anak mau mendengar perkataan orang tua akan mendapat berkat seperti tahun hidupnya menjadi banyak atau umur panjang. Dalam pendidikan anak yang berkarakter pengamsal mengajarkan tentang jalan yang lurus yaitu takut akan Tuhan sehingga langkah-langkah hidupnya tidak akan terhambat dan tidak tersandung. Pujian dan hormat dari Salomo terhadap kemahakuasaan dan keperkasaan Allah ditampilkan sebagai junjungan umat manusia dengan sujud sembah kepada Tuhan. Allah sangat peduli dan memberi perhatian khusus kepada umat yang taat dan setia. Mahkota indah akan dimiliki oleh mereka yang layak mendapatkannya, ketika mereka berupaya berjalan pada arah dan tujuan yang jelas. (Ayat 6-12). Selanjutnya pengamsal mengingatkan supaya anak dan umat Tuhan tidak boleh menempuh jalan orang fasik dan mengikuti jalan orang jahat. Biasanya hidup orang fasik adalah orang yang tidak percaya kepada Tuhan dan buruk kelakuannya. Mereka merasa tak tenang, mereka tak akan tidur, kalau sehari saja tidak melakukan kejahatan tersebut. Mereka bahkan merasa menderita seperti orang kelaparan, jika tidak melakukan kejahatan dan penin-dasan. Hal ini tidak boleh diikuti oleh anak yang mendengarkan didikan dari orang tua khususnya seorang ayah. “Janganlah menempuh jalan orang fasik, dan janganlah mengikuti jalan orang jahat”. Kemahakuasaan Tuhan yang adalah absolut tidak dapat diganggu oleh orang fasik. Jalan Allah tidak pernah salah tetapi jalan orang fasik selalu salah bahkan tidak pernah berbahagia dalam hidupnya. Pengamsal memberi penegasan utama tentang peran dan hikmat dalam upaya menghindari diri dari kemelut duniawi yang dipraktekkan oleh orang fasik. (Ayat 16-17).

Saudara-saudara yang di berkati Tuhan,
Semua keluarga Kristen menginginkan supaya keluarga yang berbahagia yang juga diikuti oleh pendidikan anak yang berkarakter. Kita menginginkan dan mengharapkan anak-anak dalam keluarga boleh berhasil dalam dunia pendidikanya. Anak-anak diajarkan terus untuk mengenal dan percaya kepada Tuhan Yesus. Kasih Tuhan Allah harus berulang-ulang dalam situasi dan tempat dimana saja kepada anak-anak supaya mereka bertumbuh dengan berperilaku yang baik dengan mendengarkan pengajaran orang tua dan gereja melalui ibadah keluarga, sekolah minggu, remaja dan pemuda sebagai wadah untuk mendengarkan firman Tuhan. Ketika orang tua mendidik anak-anak secara Kristen untuk mengikut Yesus maka pastilah mereka tidak terjerumus pada hal yang fasik. Anak-anak jangan mengikuti keinginan dan godaan orang fasik yang suka berbuat kejahatan seperti malas belajar, suka berbohong dan tidak menghormati orang tua. Percaya dan andalkan Tuhan Yesus yang adalah roti kehidupan. “Hai anakku, dengarkanlah dan terimalah perkataanku, supaya tahun hidupmu menjadi banyak.” Hal ini berarti, jika didikan dan pengajaran yang orang tua berikan kepada anak-anak dan mereka mendengarkanya maka Tuhan akan menambahkan umur panjang dalam hidup mereka. Sama halnya dalam Keluran 20:12 “Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan Tuhan, Allahmu kepadamu.” Tantangan dunia pendidikan sekarang adalah berkurangnya tatap muka antara guru dan murid walaupun pendidikan sekarang dilakukan melalui Virtual/daring atau Zoom atau media lainnya. Karena itu tatap muka tersebut digantikan oleh peranan orang tua atau kakak beradik atau suadara yang memberi diri untuk menuntun anak tersebut.

Saudara-saduara yang dikasihi Tuhan,
Gereja dan orang tua wajib bersama untuk mendidik langkah-langkah hidup anak-anak supaya mereka menjadi dewasa dan takut akan Tuhan. Pendampingan dan bimbingan orang tua, berakibat positif dalam pengembangan iman anak tersebut. Kedekatan berkomunikasi atau bertutur kata antara orang tua akan membawa dampak kepribadian yang baik terhadap anak-anak. Ketaatan dan kesetiaan untuk takut akan Tuhan merupakan pengajaran yang terus menerus dilakukan oleh setiap orang percaya termasuk orang tua. Marilah kita sebagai orang percaya yang telah menerima anugerah keselamatan dari Tuhan Yesus hendaklah menjalankan pendidikan anak yang berkarakter sehingga akan membawa mereka pada pertumbuhan iman gereja dari satu generasi ke generasi berikutnya. Amin.

PERSEMBAHAN

P Marilah kita memberi persembahan dengan penuh sukacita. Dengarkanlah nas Persembahan dalam Mazmur 96:8 “Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya!” 

P+J Menyanyi KJ. No. 387 : 1 – 3 “ ‘KU HERAN ALLAH MAU MEMB’RI ”
‘Ku heran, Allah mau memb’ri rahmatNya padaku
Dan Kristus sudi menebus yang hina bagaiku!
Refr. : Namun ‘ku tahu yang kupercaya dan aku yakin ‘kan kuasaNya,
Ia menjaga yang kutaruhkan hingga hariNya kelak!

‘Ku heran, oleh rahmatNya. Hatiku beriman
Dan oleh kuasa SabdaNya jiwaku pun tent’ram.
Refr. : …..

‘Ku heran, oleh Roh Kudus ‘ku sadar dosaku
Dan dalam Firman kukenal sipa Penebus.
Refr. : …..

WARTA JEMAAT

DOA SYUKUR
(Diakhiri dengan Doa Bapa Kami)

NYANYIAN PENUTUP
(Jemaat berdiri)

P+J Menyanyi NNBT. No. 28 “YA TUHAN TOLONG AKU”
Ya Tuhan tolong aku, tuntunlah jalanku, dan pakai talentaku memuliakan namaMu
Jikalau 'ku sendiri, Engkau menghiburku, T'rima kasih, ya Tuhanku atas kebaikanMu

BERKAT

P Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.

Keluarga Amin. Amin. Amin. (dinyanyikan)

TATA IBADAH MINGGU - 27 JUNI 2021

 




GEREJA MASEHI INJILI di MINAHASA WILAYAH KAKASKASEN
JEMAAT KAKASKASEN EBEN HAEZER
TATA IBADAH HARI MINGGU BENTUK IV
PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS
Minggu, 27 Juni 2021
Tema : “Hikmat Allah Menuntun Untuk Bertindak Benar”

PERSIAPAN
(Prosesi Khadim dan Pelayan khusus masuk rungan ibadah diiringi musik instrument, sementara itu jemaat di undang berdiri)

NYANYIAN PEMBUKAAN
(Jemaat berdiri)

Koord. Penyelenggara ibadah :
(Setelah Khadim berada di Mimbar)
Mari menghadap takhta kekudusanNya, memasyurkan kemuliaanNya, dengan menyanyi:

“KJ. No. 17 “TUHAN ALLAH HADIR”
Tuhan Allah hadir, pada saat ini, hai sembah sujud disini
Diam dengan hormat tubuh serta jiwa, tunduklah menghadap Dia
Marilah, umatNya, hati mu serahakan dalam kerendahan

P Selamat Pagi/Sore/malam saudara-saudara

J Selamat Pagi/sore/malam saudara

P Tema ibadah kita ialah “Hikmat Allah Menuntun Untuk Bertindak Benar” Berhubung dengan tema ini kami telah memilih sebagai nas pembimbing dalam Amsal 8:11 “Karena hikmat lebih berharga dari pada permata, apa pun yang diinginkan orang, tidak dapat menyamainya.”

P+J Menyanyi NKB. No. 3 “TERPUJILAH ALLAH”
Terpujilah Allah, hikmatNya besar, begitu kasihNya ‘tuk dunia cemar,
Sehingga dib’rilah PutraNya Kudus, mengangkat manusia serta menebus.
Refr. : Pujilah, pujilah! Buatlah dunia bergemar, bergemar mendengar suaraNya.
Dapatkanlah Allah demi PutraNya, b’ri puji padaNya sebab hikmatNya.

PENGAKUAN DOSA DAN PENGAMPUNAN
(Jemaat duduk)

P Sebelum kita membaca Alkitab sehubungan dengan tema ibadah dan merenungkannya, marilah kita memeriksa kehidupan kita dengan bertitik tolak dari Firman TUHAN dalam Alkitab. Yesus berfirman: “Kasihilah Tuhan, Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua yang sama dengan itu ialah : Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum taurat dan kitab para nabi”

P Bagaimanakah sikap kita terhadap TUHAN Allah kita? Apakah kita sungguh-sungguh mengasihi Dia dan segala perbuatannya? Dan bagaimanakah sikap kita terhadap sesama manusia? Apakah kita benar benar mengasihi sesama kita?

J Patutlah kami mengaku, seringkali kami berbuat apa yang tidak kami kehendaki, yaitu yang jahat, dan seringkali kami tidak berbuat apa yang kami kehendaki, yaitu yang baik.

P Oleh karena itu marilah kita merendahkan diri di hadapan TUHAN Allah kita, dan mengaku dosa kita pada-Nya. Kita berdoa : .....

P Ya TUHAN, dengarlah!

J Ya TUHAN, ampunilah!

P+J Amin.

KOLOM BERTUGAS
Jam 05.00 (Kolom 16) / Jam 09.00 (Kolom 18) / Jam 18.00 (Kolom 20)

Menyanyi KJ. No. 344 (ayat 1 & 2) “INGAT AKAN NAMA YESUS”
Ingat akan nama Yesus, kau yang susah dan sedih:
Nama itu menghiburmu k’mana saja kau pergi.
Refr. : Indahlah namaNya, pengharapan dunia!
Indahlah namaNya, suka sorga yang baka!

Bawa nama Tuhan Yesus, itulah perisaimu.
Bila datang pencobaan, itu yang menolongmu.
Refr. : ……….

P TUHAN ialah Allah yang sudi mengampuni, pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya! J Oleh karena itu marilah kita memuji nama-Nya.

P+J Haleluya, Haleluya, Haleluya. (dinyanyikan).

P Pujilah TUHAN untuk selama-lamanya dan lawanlah dosa. Amin.

KOLOM BERTUGAS
Jam 05.00 (Kolom 17) / Jam 09.00 (Kolom 19) / Jam 18.00 (Kolom 21)

Menyanyi KJ. No. 344 (ayat 3 & 4) “INGAT AKAN NAMA YESUS”
Sungguh agung nama Yesus, hati kita bergemar.
Bila kita dirangkulNya, sukacita pun besar.

Refr. : Indahlah namaNya, pengharapan dunia!
Indahlah namaNya, suka sorga yang baka!

Bila mendengar namaNya, baiklah kita menyembah
Dan mengaku Dia Raja kini dan selamanya.
Refr. : ……….

DOA, PEMBACAAN DAN PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN
(Jemaat duduk)

P Tuhan menyertai saudara-saudara

J dan menyertai saudara juga.

P Marilah kita berdoa : ……

P Marilah kita membaca Alkitab: PL 1 Raja-Raja 3 : 16 – 28

P Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan Firman Allah dan yang memelihara dan merenungkannya dalam hidup. Amin.

Menyanyi NKB. No. 116 “SIAPA YANG BERPEGANG”
Siapa yang berpegang pada sabda Tuhan dan setia mematuhinya,
Hidupnya mulia dalam cah’ya baka bersekutu dengan Tuhannya.
Refr. : Percayalah dan pegang sabdaNya:
Hidupmu dalam Yesus sungguh bahagia!

KHOTBAH

PERSEMBAHAN
(SEKALIGUS DENGAN PUNDI EKSTRA PEMBANGUNAN PASTORI 3)

P Marilah kita membawa persembahan kita.

P+J Menyanyi NNBT. No. 15 (ayat 1 – 4) “HAI SELURUH UMAT TUHAN”
Hai seluruh umat Tuhan bawalah syukurmu,
Tanda terima kasih atas berkat Tuhan
PersembahanMu itu akan diberkati
Bersyukurlah selalu atas berkat Tuhan

Persembahkanlah hidupmu kepada Tuhanmu,
Hendaklah engkau kudus dihadapan Kristus
Akan tent'ram hidupmu dan aman sentosa,
Itulah ibadahmu sejati dan kudus

Dalam suka maupun duka, ucapkan syukurmu.
B'ri pujian pada-Nya seumur hidupmu.
Jadikanlah hidupmu berkenan pada-Nya.
Damai dan sukacita sertamu s'lamanya

Terima kasih ya Tuhan, kasihMu nyatalah
Tiap saat dan kerja, berkatMu melimpah
Kubersyukur padaMu, ya Tuhan yang kudus,
Kupuji Kau selalu, ya Yesus Penebus

PEMBACAAN SAMPUL SYUKUR

DOA PERSEMBAHAN
(oleh seorang syamas)

PENETAPAN PERJAMUAN KUDUS
(Jemaat duduk)

P Marilah kita membaca Firman TUHAN dalam 1 Kor. 11:23-26 mengenai penetapan perjamuan kudus: “Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: "Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku! Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!" Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang”.

PERINGATAN AKAN KRISTUS
(Jemaat duduk)

P Demikianlah kita akan makan roti dan minum dari cawan untuk memberikan puji-pujian dan mengucap syukur kepada Dia, yang telah menyerahkan tubuhNya bagi kita. Oleh Roh Kudus kita mengambil bagian dalam persekutuan dengan Dia; dan sambil menanti-nantikan Kerajaan Allah, sekarang ini telah memperoleh kehidupan kekal, dan kedudukan sebagai anak dalam kemuliaan, bahkan sebagai anggota satu tubuh telah bersekutu seorang dengan yang lain dalam kasih yang sungguh.

P+J Semoga Allah yang Mahakuasa dan Mahakasih, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, oleh Roh Kudus menolong kita. Amin.

DOA PERMOHONAN MEMASUKI PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS
(Jemaat duduk)

UNDANGAN MENGARAHKAN HATI KEPADA TUHAN
(Jemaat duduk, Khadim turun dari Mimbar)

P Jemaat yang dikasihi Yesus Kristus, agar supaya kita dikenyangkan dengan roti surga, yakni Yesus Kristus, janganlah hati kita melekat pada roti dan anggur yang kelihatan ini, melainkan hendaklah kita mengarahkan hati kita kepada Yesus Kristus di surga, pengantara kita kepada Bapa. Marilah, karena meja perjamuan TUHAN sudah sedia.

PERSEKUTUAN MEJA TUHAN
(Jemaat mengikuti petunjuk-petunjuk yang diberikan sebelum ibadah dimulai)

P Roti yang dipecah-pecah adalah persekutuan dengan tubuh Kristus. Ambillah, makanlah, ingat dan percayalah, bahwa tubuh TUHAN kita, Yesus Kristus, telah dipecahkan sebagai perdamaian sempurna bagi segala dosa kita.

P Cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita mengucapkan syukur, ialah persekutuan dengan darah Kristus. Ambillah, minumlah, ingat dan percayalah bahwa darah TUHAN kita, Yesus Kristus, telah ditumpahkan sebagai pendamaian sempurna bagi segala dosa kita.

(Sementara Sidi-sidi jemaat maju kedepan mengambil Roti & Anggur ; Diiringi dengan musik instrument)

PENGUCAPAN SYUKUR AGUNG
(Jemaat duduk)

P Jemaat yang dikasihi Yesus Kristus, marilah kita mengucap syukur kepada-Nya dan memuji nama-Nya:

P Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!

J Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!

P Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu,

J Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat,

P TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.

J Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam.

P Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita,

J tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia; P sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.

J Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia. (Mzm. 103:1-4, 8-13)

P+J Menyanyi KJ. No. 293 ”PUJI YESUS”
Puji Yesus! Pujilah Juruselamat!
Langit, bumi, maklumkan kasihNya!
Haleluya! nyanyilah, para malaikat:
Kuasa, hormat b’rilah kepadaNya.
Selamanya Yesus Gembala kita,
siang malam kita didukungNya.
Puji Dia! b’ritakan keagunganNya!
Puji Dia! mari bernyanyilah!

WARTA JEMAAT DOA UMUM
(Diakhiri dengan Doa Bapa Kami)

PENUTUP
(Jemaat berdiri)

P+J Menyanyi NKB. No. 189 “PEGANG TANGANKU”
‘Ku ingin selalu dekat padaMu, ikut ‘Kau Tuhan tiada jemu;
Bila ‘Kau pimpin kehidupanku, tak ‘kan ‘ku ragu, tetap langkahku
Refr. : O Jurus’lamat, pegang tanganku, bimbinganMu yang aku perlu;
B’ri pertolongan dan kuasaMu, O Tuhan Yesus, pegang tanganku

BERKAT
(Jemaat berdiri)

P Sampaikan Salam kepada saudara-saudara sekalian dan terimalah berkat TUHAN Kasih karunia TUHAN Yesus Kristus dan Kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus menyertai saudara-saudara sekalian

P+J Amin, Amin, Amin

Saat teduh...

TATA IBADAH MINGGU - 6 JUNI 2021

 


GEREJA MASEHI INJILI di MINAHASA
WILAYAH KAKASKASEN JEMAAT KAKASKASEN EBEN HAEZER
TATA IBADAH HARI MINGGU BENTUK I
Minggu, 6 Juni 2021
Tema : “Tanggung Jawab Mengolah Talenta dalam Keadilan Allah”

Persiapan
(Prosesi Khadim dan Pelayan Khusus masuk ruangan ibadah diiringi musik instrument, sementara itu jemaat berdiri).

PANGGILAN BERIBADAH
(Jemaat berdiri)

Koord. Penyelenggara Ibadah:
(Setelah khadim berada di Mimbar)
Bersorak soraklah bagi Tuhan, hai seluruh bumi; Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah ke hadapanNya dengan sorak sorai; Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah. Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, Umatnya dan kawanan domba gembalaanNya, masuklah melalui pintu gerbangNya dengan nyanyian Syukur, ke dalam pelataranNya dengan puji-pujian. Bersyukurlah kepadaNya dan pujilah namaNya sebab Tuhan itu baik, kasih setiaNya untuk selama-lamanya, dan kesetiaanNya tetap turun-temurun (Mazmur 100).
Marilah kita berdiri, kita memulaikan ibadah kita dengan menyanyi:

KJ. No. 362 “AKU MILIKMU, YESUS TUHANKU”
Aku milikMu, Yesus, Tuhanku; kudengar suaraMu.
‘Ku merindukan datang mendekat dan diraih olehMu.
Raih daku dan dekatkanlah pada kaki salibMu.
Raih Daku, raih dan dekatkanlah ke sisiMu, Tuhanku.

TAHBISAN
(Jemaat berdiri)

P Pertolongan kepada kita adalah dalam Nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi, yang tetap setia untuk selama-lamanya dan tidak meninggalkan perbuatan tanganNya. Amin.

SALAM

P Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus meyertai saudara-saudara.

J Amin.

NAS PEMBIMBING

P Mazmur 65 : 5 “Berbahagialah orang yang Engkau pilih dan yang Engkau suruh mendekat untuk diam di pelataran-Mu! Kiranya kami menjadi kenyang dengan segala yang baik di rumah-Mu, di bait-Mu yang kudus.”

P+J Menyanyi KJ. No. 19 “TUHANKU YESUS”
Tuhanku Yesus, Raja alam raya, Allah dan Manusia,
Kau kasihi, Kau Junjunganku, Bahagiaku yang baka

PENGAKUAN DOSA
(Jemaat duduk)

P Saudara-saudara Jemaat, marilah kita merendahkan diri di hadapan Tuhan dan Allah kita, dan mengaku dosa kita kepadaNya, kita berdoa : ........

KOLOM BERTUGAS
Jam 05.00 (Kolom 5) / Jam 09.00 (Kolom 7) / Jam 18.00 (Kolom 9)

Menyanyi KLIK. No. 75 “OH TUHAN BILA AKU RENUNGKAN”
Oh Tuhan bila aku merenungkan, terpesona keagunganMu
Hatiku tersayat hampa dan pedih, aku insan tak berarti
Refr. : Tuhanku korbanMu lenyapkan banggaku
Rasa kasih mesra padaMu, junjunganku
Ku berjanji, insyaf, kini, taat setiap hari

PEMBERITAAN ANUGERAH ALLAH

P Saudara-saudara, jika seseorang berbuat dosa kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus yang adil. Ia adalah pendamaian untuk segala dosa dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga dosa seluruh dunia. Percayalah pada Injil ini dan hiduplah dalam damai sejahtera.

KOLOM BERTUGAS
Jam 05.00 (Kompelka Anak) / Jam 09.00 (Kolom 6) / Jam 18.00 (Kolom 8)

Menyanyi KJ. No. 39 “ ’KU DIBERI BELAS KASIHAN ”
‘Ku diberi belas kasihan, walau tak layak hatiku;
tadi ‘ku angkuh, kini heran: Tuhan, besarlah rahmatMu!
Kidung imanku bergema: rahmatMu sungguh mulia,
Kidung imanku bergema: rahmatMu sungguh muliia!

PENGAKUAN IMAN
(Jemaat berdiri)

P Marilah kita mengaku Iman kita menurut Pengakuan Iman Rasuli :
Aku percaya kepada Allah, Bapa yang Maha Kuasa, khalik langit dan bumi. Dan kepada Yesus Kristus, AnakNya yang Tunggal Tuhan kita, yang dikandung dari pada Roh Kudus, lahir dari Anak dara Maria, yang menderita di bawa Pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut, pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati, naik ke sorga, duduk di sebelah kanan Allah, Bapa yang Maha Kuasa, dan akan datang dari sana untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.
Aku percaya kepada Roh Kudus, Gereja yang Kudus dan Am; persekutuan orang kudus, pengampunan dosa; kebangkitan daging; dan hidup yang kekal, Amin.

P+J Menyanyi KJ. No. 224 “MASHYURKAN RAJAMU”
Masyhurkan Rajamu, Allah Maha besar;
Ucapkan sykurmu, bernyanyi bergemar!
Suaramu dan hatimu berpadu ‘muji Tuhanmu!

HUKUM TUHAN
(Jemaat duduk)

P Dengarkanlah Hukum Tuhan dalam Yohanes 13 : 34 – 35 “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."

P+J Menyanyi NNBT. No. 13 “YA ALLAH BAPA, YA YESUS TUHAN”
Ya Allah Bapa, ya Yesus Tuhan, ya Rohul Kudus,
Aku bersyukur, aku memuji menyembahMu..
O, berikanlah urapan RohMu kepadaku, agar aku layak dihadiratMu
Direlung hatiku yang hancur, kubuat mezbah korban syukurku
Kuserahkan persembahanku, berkenanlah Kau, ya Tuhanku

DOA, PEMBACAAN ALKITAB DAN PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN
(Jemaat duduk )

P Tuhan menyertai saudara-saudara

J dan menyertai saudara juga

P Mari kita berdoa : .......

P Marilah kita membaca Alkitab : PB Matius 25 : 14 – 30

KHOTBAH

PERSEMBAHAN
(SEKALIGUS PUNDI EKSTRA PEMBANGUNAN PASTORI 3)

P Jemaat TUHAN, marilah kita membawa persembahan kepada TUHAN, sebagai tanda ucapan syukur dan terima kasih atas Anugerah TUHAN yang telah dinyatakan kepada kita. Sambil mengingat Firman Tuhan berkata: “Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya!” (Maz. 96:8)

P+J Menyanyi KJ. No. 289 (ayat 1 – 5) “TUHAN PENCIPTA SEMESTA”
Tuhan, Pencipta semesta, Kaulah Yang Mahamulia;
Sungguh besar karunia yang Kauberi.
KasihMu nyata terjelma di sinar surya yang cerah,
Di sawah dan tuaiannya yang Kauberi.

Puji syukur terimalah atas berkat anugerah
Di rumah yang sejahtera yang Kauberi.
Kau merelakan Put’raMu, supaya dunia ditebus;
DenganNya kurnia penuh t’lah Kuberi.
Kau mencurahkan Roh Kudus dengan segala yang perlu:
Hidup, kuasa, kasihMu Engkau beri.

PEMBACAAN SAMPUL SYUKUR

WARTA JEMAAT

DOA UMUM
(diakhiri dengan Doa Bapa Kami)

NYANYIAN PENUTUP
(Jemaat berdiri)

P+J Menyanyi NKB. No. 126 “TUHAN MEMANGGILMU”
Tuhan memanggilmu, hai dengarlah:
“apa pun yang terbaik, ya b’rikanlah!”
Dan jangan ‘kau kejar hormat semu,
muliakan saja Yesus, Tuhanmu.
Refr. : Tiap karya diberkatiNya,
namun yang terbaik dimintaNya.
Walaupun tak besar talentamu,
b’ri yang terbaik kepada Tuhanmu

BERKAT
(Jemaat berdiri)

P Terimalah berkat TUHAN dan pergilah dengan damai :
Tuhan memberkati dan melindungi saudara-saudara;
Tuhan menyinari dengan wajahNya, dan memberi saudara-saudara Kasih Karunia,
Tuhan menghadapkan wajahNya kepada saudara-saudara dan memberi saudara-saudara damai sejahtera.

P+J Amin, Amin, Amin. (dinyanyikan)

Saat teduh….

TATA IBADAH MINGGU - 17 OKTOBER 2021

  GEREJA MASEHI INJILI di MINAHASA WILAYAH KAKASKASEN JEMAAT KAKASKASEN EBEN HAEZER TATA IBADAH HARI MINGGU BENTUK III Minggu, 17 Oktober 20...