Pages

TATA IBADAH MINGGU - 22 NOVEMBER 2020



TATA IBADAH HARI MINGGU BENTUK IV
Minggu, 22 November 2020
Tema : “Duduk Makan di Dalam Kerajaan Allah”

PERSIAPAN

Koord. Penyelenggara Ibadah : 
Marilah kita berdiri dan memulaikan ibadah kita dengan menyanyi: 
“TERPUJI NAMA TUHAN HU”

Terpuji nama Tuhan Hu,
berbakti pada-Nya, berbakti pada-Nya
Malak dan mahluk baik seru:

    Refr.    B’ri hormat, hormat, hormat,
                hormat Kepada Tuhan-Nya.

Segala mahluk bertetap,
berbakti padaNya, berbakti pada-Nya
Yang hidup atas bumi g’nap:
    Refr.

TAHBISAN
(Jemaat berdiri)

P Pertolongan kepada kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi, yang tetap setia untuk selama-lamanya dan tidak meninggalkan perbuatan tangan-Nya. Amin.

SALAM

P Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari TUHAN Yesus Kristus menyertai saudara-saudara.

J Amin

NAS PEMBIMBING

P “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.” (Roma 14:17)

P+J Menyanyi: NKB. No. 3 “TERPUJILAH ALLAH”

Terpujilah Allah, hikmat-Nya besar,
begitu kasih-Nya ‘tuk dunia cemar
Sehingga dib’rilah Putera-Nya kudus,
mengangkat manusia serta menebus
    Refr.    Pujilah, pujilah!
                Buatlah dunia bergemar,
                bergemar mendengar suara-Nya
                Dapatkanlah Allah demi Put’ra-Nya,
                b’ri puji pada-Nya sebab hikmat-Nya.

PENGAKUAN DOSA DAN PEMBERITAAN ANUGERAH ALLAH
(Jemaat duduk)

P Marilah kita merendahkan diri di hadapan TUHAN, Allah kita, dan mengaku dosa kita kepada-Nya. Kita berdoa : ......

P Sebagai pelayan Yesus Kristus kami memberitahukan pengampunan dosa kepada tiap-tiap orang yang dengan tulus ikhlas mengaku dosanya di hadapan Allah.

NAS PEMBERITAAN ANUGERAH ALLAH

P “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuatnya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.” (2 Korintus 5:21)

P+J Menyanyi : KJ. No. 39 “KU DIBERI BELAS KASIHAN”

    Ku diberi belas kasihan, walau tak layak hatiku
    Tadi ‘ku angkuh, kini heran:
    Tuhan, besarlah rahmat-Mu!
    Kidung imanku bergema:
    rahmat-Mu sungguh mulia
    Kidung imanku bergema:
    rahmat-Mu sungguh mulia

DOA UNTUK PEMBACAAN DAN PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN

P Marilah kita berdoa :………
P Marilah kita membaca Alkitab : Lukas 13:22-30

KHOTBAH
Tema: “Duduk Makan di Dalam Kerajaan Allah.”

Saudara-saudara jemaat yang dikasihi Tuhan,

Sebagai umat yang percaya kepada Tuhan Yesus tentu kita punya pengharapan tentang satu kehidupan yang kekal di sorga, keselamatn yang adalah anugerah Allah bagi setiap orang yang percaya, menjadi milik bagian kita. Kita menjadi anggota keluarga Kerajaan Allah, bias menikmati duduk makan di dalam Kerajaan Allah. Keselamatan adalah inisiatif dari Allah dan butuh jawaban pasti dari pihak manusia. Allah memberi keselamatan sebagai anugerah dan manusia menjawab anugerah ini dengan menghidupi imannya, yaitu manusia harus menjaga keselamatan itu dengan hidup dalam ketaatan dan kesetiaan kepada Tuhan Yesus. Keselamatan tidaklah mudah untuk mendapatkannya dengan sekedar berucap “percaya” tetapi ada tindakan, karena iman atau kepercayaan harus ada usaha dalam rangka menjaga keselamatan yang Tuhan Yesus telah kerjakan lewat pengorbananNya di atas kayu salib. Jadi yang dituntut bagi kita adalah iman/percaya yang aktif bukan yang pasif.

Saudara-saudara,
Bagian bacaan kita saat ini dalam Injil Lukas 13:22-30 diceritakan tentang pelayanan Tuhan Yesus setelah Ia berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa dan ketika Yesus ke Yerusalem, ada seorang yang bertanya: “Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?” Tuhan Yesus tidak langsung menjawab pertanyaan itu, karena ada hal yang lebih penting dari pada hanya focus pada saat berapa banyak atau soal jumlah, tetapi bagaimana cara memperoleh keselamatan itu, dengan mengatakan: “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Banyak orang akan berusaha untuk masuk tetapi akan dapat”. Jawaban Yesus berisi nasehat dan petunjuk yang menggugah hati yaitu berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu. Pintu yang sesak atau sempit adalah orang harus menanggalkan segala kekayaannya dan sesudah itu menundukkan diri dan merendahkan diri dan mengusahakan diri untuk masuk, satu demi satu. Semua orang yang ingin diselamatkan harus masuk melalui pintu yang sesak itu dan harus mengalami perubahan dirinya, sampai menjadi seperti orang yang dilahirkan kembali dan harus menjalani pola hidup yang kekal.

Konsep keselamatan yang diperhatikan pada bacaan ini memang tidak mudah, namun bukan berarti tidak bias untuk memperolehnya dengan kata lain jikalau kita ingin masuk ke dalam Kerajaan Allah harus ada perjuangan, pengorbanan dan penyangkalan diri.

Bagian yang lain juga mengatakan bahwa tuan rumah akan bangkit dan menutup pintu. Kristus adalah tuan rumah yang selalu memperhatikan semua orang yang sering mengunjungi rumahNya dan yang bekerja sebagai pelayan-pelayan di dalamNya. Ia membiarkan segala sesuatu terbuka lebar-lebar, tetapi akan datang harinya ketika Ia akan bangkit dan menutup pintu. Pintu yang ditutup adalah pintu penolakan karena pintu pengasihan dan anugerah yang telah lama terbuka tetapi mereka yang tidak mau datang untuk melaluinya maka pintu itu akan ditutup.

Keselamatan adalah anugerah, namun keselamatan membutuhkan respon iman dan tanggunjawab dari manusia untuk hidup di dalamNya atau tidak. Sebab sekalipun kita telah mengenal Dia sebagai satu-satunya Juruselamat, tetapi dalam tindakan hidup tidak mencerminkan sebagai orang-orang yang diselamatkan maka seperti yang dikatakan dalam ayat 26-27: “maka kamu akan berkata: kami telah makan dan minum dihadapanMu dan Engkau telah mengajar di jalan-jalan kota kami. Tetapi Ia akan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang, enyahlah dari hadapanKu hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan”.

Dicampakan dari Kristus adalah neraka, kesengsaraan yang paling ngeri yang dirasakan orang-orang terkutuk, yang melakukan kejahatan tetapi mereka yang akan duduk makan di dalam kerjaan Allah yaitu mereka yang dengan susah payah untuk sampai di sana dengan setia melayani Tuhan dan tidak lama lagi akan duduk beristirahat di dalam Kerajaan Allah.

Saudara-saudara jemaat yang dikasihi Tuhan,
Satu kebahagiaan bagi kita sebagai umat Tuhan ketika kita menjadi bagian keluarga Allah, dimana Tuhan yang adalah Tuan Rumah atau Pemilik Rumah yang mengenal kita dan yang mengundang kita bersama-sama dengan Tuhan menikmati duduk makan di dalam Kerajaan Allah. Banyak orang yang dipanggil untuk masuk dan melewati pintu yang sesak, sebab itu perlu perjuangan untuk melewati pintu itu. Perjuangan iman orang percayaharus diawali dengan pertobatan. Sikap manusia dalam pertobatan harus disertai dengan hati yang penuh penyesalan dosa, harus disertai rasa takut akan Tuhan dan juga kerendahan hati. Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah, karena kita terlambat untuk datang kepada Tuhan.

Sebab ketika pintu Kerajaan Allah itu telah tertutup, tidak ada gunanya lagi kita mengetuk pintu itu, sebab “Tuan Rumah” akan berkata: “Aku tidak tahu dari mana kamu datang” atau “ Aku tidak kenal kamu”. Itu artinya tidak ada lagi kesempatan untuk kita berada di Sorga kekal dan pasti bagian kita adalah neraka kekal. Sebab itu mari kita, selama pintu masih terbuka, kesempatan masih Tuhan beri bagi kita, jangan sia-siakan kehidupan ini untuk terus membuat dosa dan melakukan kejahatan, tetapi marilah kita hidup dalam pertobatan dan melakukan apa yang Tuhan perkenankan untuk kita lakukan, berjuang untuk memperoleh hidup yang kekal. Kita menerima Kristus secara pribadi dan menjalin hubungan yang akrab dengan Tuhan dan melakukan segala perintahNya, hiduplah dalam ketaatan dan kesetiaan.
Tuhan Yesus kiranya memberkati kita semua. Amin.

PERSEMBAHAN

P Nyanyian Persembahan: NKB. No. 126 “TUHAN MEMANGGILMU”

    Tuhan memanggilmu hai dengarlah:
    “Apapun yang terbaik ya b’rikanlah!”
    Dan jangan kau kejar hormat semu,
    muliakan saja Yesus Tuhanmu
        Refr.    Tiap karya diberkati-Nya,
                    namun yang terbaik diminta-Nya
                    Walaupun tak besar talentamu,
                     b’ri yang terbaik kepada Tuhanmu
    Sanjungan dunia jauhkanlah
    dan jangan kau dengar godaannya
    Layani Tuhanmu dalam jerih
    dalam hidupmu yang t’lah kau beri.
        Refr.

    Hari terakhirpun makin dekat,
    mantapkan langkahmu jangan sesat
    Sungguhlah janji-Nya, takkan lenyap,
    bahwa mahkota milikmu tetap.
        Refr.

PEMBACAAN SAMPUL SYUKUR

WARTA JEMAAT

DOA SYUKUR
(diakhiri doa Bapa Kami)

NYANYIAN PENUTUP
(jemaat berdiri)

P+J Menyanyi : KSK. No. 110 “SIAPA YANG SETIA”

Siapa yang setia hingga ke tamat,
iring Yesus meski k’ras ribut p’rang
Meskipun sengsara dan susah banyak,
musuh dan set’ru selalu serang
    Refr.    Siapa yang setia tahan k’ras,
                hai ingat janji mukhalis Tuhanmu
                Ia nanti dapatlah khalas
                Mahkota indah di dalam rumah Hu

SALAM DAN BERKAT

P Sampaikanlah salam kepada tiap-tiap orang kudus dalam Yesus Kristus.

P Kasih karunia TUHAN Yesus Kristus, dan kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus menyertai saudara sekalian

J Amin. Amin. Amin. (dinyanyikan)

SAAT TEDUH...

TATA IBADAH EVANGLISASI - 11 OKTOBER 2020


TATA IBADAH EVANGLISASI KOLOM

Rabu11 November 2020

 

PERSIAPAN

PANGGILAN BERIBADAH (jemaat berdiri)

PDalam kemurnian hati, marilah kita menghadap kekudusan Tuhan dan dengan penuh hormat menyembah dia dan beribadah kepadanya, sebab Tuhan adalah Allah yang Besar dan Raja yang mengatasi segala allah.


P+J  Menyanyi NNBT. No. 4 ”NAIKKAN DOA PADA ALLAH

Naikkan doa pada Allah di tempatNya yang kudus
Sembah Dia yang disorga, Allah Yang Mahakudus
Refr. :Puji Dia, puji Dia, Jurus'lamat manusia!

Agungkanlah Yang mulia, Jurus'lamat dunia


TAHBISAN DAN SALAM


PPersekutuan ibadah evanglisasi keluarga jemaat GMIM Kakaskasen Eben Haezer saat ini, di tahbiskan dalam nama Allah Bapa, Anak dan Roh kudus. Amin.

PSalam kasih dari Tuhan Yesus Kristus Kepala Gereja dan Tuhan dunia. Amin.


P+J  Menyanyi KLIK. No. 95 “BETAPA BAIKNYA ENGKAU TUHAN

Betapa baiknya Engkau Tuhan, kasihMu tiada berkesudahan

Betapa mulia kasihMu Yesus, jiwaku diselamatkan

Refr. :Hosana, ku memuji Tuhan. Hosana, ku tinggikan Yesus

Hosana, Hosana, Hosana


PENGAKUAN DOSA (jemaat duduk)


PMari berdoa:

Ya Tuhan sesungguhnya  kami bersyukur atas cinta kasih-Mu di dalam kehidupan kami,  namun di dalam kehidupan ini  seringkali  kami menyakiti hati-Mu baik pikiran kami, tutur kata serta tindakan kami. Bahkan  seringkali kami menyakiti hati sesama kami manusia.  Karena itu ya  Tuhan, ampunilah salah dan dosa kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.


P+J  Menyanyi KLIK. No. 173 SEJAUH TIMUR DARI BARAT


Sejauh timur dari baratEngkau membuang dosakutiada Kau ingat lagi pelanggaranku

Jauh ke dalam tubir lautKau melemparkan dosaku, tiada Kau perhitungkan kesalahanku

  Refr. :Betapa besar kasih pengampunanMu Tuhan, tak kau pandang hina hati, yang hancur

Ku berterima kasih, kepadaMu ya Tuhan, pengampunan yang Kau beri, pulihkanku

 

 

PELAYANAN FIRMAN TUHAN 


PMari berdoa:

Ya Tuhan, kami memuji dan memuliakan nama-Mu, Engkau sungguh baik dalam hidup kami. Kami ingin tahu lebih dalam tentang kehendak-Mu dalam hidup ini. Karena itu kami bermohon, 

berkatilah kami umat-Mu. Berilah kiranya  Roh Kudus Mu  menerangi kami untuk memahami kehendak-Mu melalui kesaksian Alkitab yang akan kami baca dan renungkan saat ini, supaya kamipun  mampu mengerti yang Tuhan mau untuk kami lakukan setiap hari. Ya Tuhan tolonglah hamba-Mu sebagai pengkhotbah untuk mewartakan kebenaran Firman Tuhan saat ini serta kami jemaat siap sedia untuk mendengarkannya. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.

PPembacaan Alkitab: PL  Kejadian 9 : 1 – 17


RENUNGAN (Tema: “Janji Pemeliharaan Allah”)


Saudara-saudara yang diberkati Tuhan. 

Kita mengucap syukur kepada Tuhan karena sampai saat ini janji pemeliharan-Nya kepada kita tetap kita nikmati dengan sukacita, walaupun masih dalam suasana pendemi covid 19 yang belum usai. Bahkan dalam suasana menghadapi Pilkada baik Provinsi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur  serta kita di Kota Tomohon Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tomohon. Kita yakin Tuhan sudah siapkan pemimpin-pemimpin untuk daerah kita ini. Kita boleh berbeda pilihan namun Tuhanlah yang menentukan siapa yang  akan terpilih pada tanggal 9 Desember 2020. Karena itu tema khotbah kita minggu ini adalah  Janji pemeliharaan Allah (providensia) menjadi tema pelayanan gereja dalam bersekutu, bersaksi dan melayani  jemaat dan masyarakat.  

Dalam kitab Kejadian 9:1-17 mengisahkan tentang kehidupan manusia sesudah penghukuman dengan air bah oleh Allah karena bumi telah dipenuhi dengan kekerasan yang bertentangan dengan aturan  dan kebenaran.

Itulah sebabnya pemulangan manusia (Nuh dan keluarganya) ke atas bumi hanyalah atas izin dan perintah istimewa dari pihak Allah (Kej 8:16). Memulai kehidupan di bumi yang baru mereka diberkati Allah dan diberi perintah istimewa yang mencakup: Tinggal di bumi, penggunaan dari penghuninya (manusia) baik untuk makanan (flora dan fauna), menyediakan ruang lingkup kehidupan, kenikmatan hidup dan perkembangan kehidupan (ayat 1-3). Penghormatan mutlak terhadap kehidupan manusia yang adalah gambar Allah, juga binatang (yang semuanya diserahkan kepada manusia) untuk diakui dan dihormati bahwa Allah yang adalah Tuhan dari segala kehidupan (ayat 4-6). Hidup dalam mengungkapkan gambar/citra Allah, mematuhi hukum Allah, bersukacita dalam berkat-Nya, bahwa manusia akan berlipat ganda dan memenuhi bumi (ayat 7). Selanjutnya Allah memberikan perjanjian-Nya kepada Nuh dan keluarganya serta segala makhluk hidup (ayat 8-17)

Dengan mengeluarkan keputusan agung yang demikian itu maka Allah mengikat diri, Ia membatasi murka-Nya. Ayat 9-10: “Sesungguhnya Aku mengadakan perjanjian-Ku dengan kamu dan keturunanmu, dan segala makhluk hidup yang bersama-sama dengan kamu…”. Kalimat ini memberikan penegasan bahwa Allah sendiri membuat perjanjian dan bukan manusia. Dengan kata lain Allah  sebagai satu-satunya pembuat undang-undang  di zaman itu. Dia berinisiatif untuk memberlakukannya bagi manusia dan keturunannya serta semua makhluk hidup di dunia. 

Dalam ayat 11 dikatakan: “Maka Kuadakan perjanjian-Ku dengan kamu…”, hal ini bukan berarti bahwa Tuhan Allah baru pertama kali membuat perjanjian dengan manusia melainkan Ia 

memantapkan perjanjian ini secara permanen demi keseimbangan bumi dan keselamatan manusia. Maka Tuhan Allah menegaskan,”…bahwa sejak saat ini tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh air bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi.”.

Ayat 12-13, Allah mengadakan perjanjian dengan penuh kesungguhan itu diwujudkan dengan tanda perjanjian disebutkanlah tanda itu, yaitu “busur”. Sebutan “busur-Ku”  menunjuk pada busur dari Allah sendiri yang ditempatkan di awan, karena disadari bahwa ada busur lain yang bukan busur dari Allah.

Busur dalam kenyataan hidup bangsa-bangsa di sekitar Israel adalah alat perang yang dipakai dalam menghadapi musuh. Jadi busur adalah simbol permusuhan dan peperangan. Jika disini busur itu disebut “busur-Ku”, itu menandakan hubungan khusus antara busur itu dengan Allah. Dalam konteks umat Yehuda ketika bangsa-bangsa besar di sekitarnya dilanda permusuhan dan peperangan, pada waktu itu Allah datang dengan damai dan mengampuni umat-Nya yang telah terhukum  karena dosa umat itu. Terhadap kerajaan atau kuasa-kuasa politik itu Allah menegaskan kehadiran-Nya dalam tanda perjanjian, yaitu “busur di awan”. Busur Allah bukan busur biasa, melainkan busur warna-warni yang menimbulkan rasa indah, agung, dan sukacita. 

Busur itu menjadi petunjuk untuk mengingatkan manusia tentang kemurahan dan kemuliaan Allah, Sang Penyelamat dan Pelindung. Juga  mengingatkan tentang keperkasaan Tuhan dalam mengalahkan kuasa-kuasa yang memorak-porandakan umat-Nya dan menjamin kelangsungan umat yang telah dibebaskan-Nya. Busur itu ialah  jaminan yang berlaku tidak hanya sesaat yaitu untuk Nuh dan keturunannya, melainkan untuk seluruh makhluk selamanya. 

Pada ayat 14-17, berisi penegasan tentang janji yang diberikan Allah kepada seluruh umat di segala zaman. Allah akan selalu mengingat janji yang Dia buat. Penunjukan “busur itu di langit”, menunjukkan fungsi dari penegasan Tuhanuntuk menyatakan janji pemeliharaan-Nya. Ia membatasi murka-Nya sedemikian rupa untuk tidak lagi menghukum manusia. Ketegasan sikap itu bukan penyesalan biasa, melainkan martabat dari keputusan-Nya yang tidak dapat diubah-ubah. 

Jemaat yang dikasih Tuhan, Kehadiran Allah dalam kehidupan manusia dan makhluk hidup ciptaan-Nya mendatangkan keselamatan. Ketika kejahatan merajalela di bumi dan segala isinya, maka Allah menghukum bumi dengan air bah.    Namun Allah adalah Penyelamat yang tidak terhentikan oleh kejahatan dan dosa manusia. Ia menyelamatkan Nuh dan keluarganya serta makhluk hidup lainnya.

Allah menghendaki agar kita sebagai anggota Jemaat Kakaskasen Eben Haezer  senantiasa percaya pada-Nya, oleh karena itu Ia memberi tanda perjanjian-Nya dengan busur yang akan mengingatkan-Nya pada janji pemeliharaan Allah dalam Yesus Kristus sebagai Tuhan yang memelihara hidup kita. Jangan takut menghadapi tantangan dan rintangan dalam hidup kita sebab Tuhan Allah dalam Yesus selalu memberi kelegahan kepada kita. Amin.


PERSEMBAHAN


PMarilah kita mempersembahkan korban syukur kita kepada Tuhan Allah kita.


P+J  Menyanyi NKB. No. 143 JANJI YANG MANIS

Janji yang manis: ” ‘Kau tak ‘Ku lupakan”, tak terombang-ambing lagi jiwaku;
Walau lembah hidupku penuh awan, nanti ‘kan cerahlah langit diatasku.

Refr. :” ‘Kau tidak ‘kan Aku lupakan, Aku memimpinmu, Aku membimbingmu;
“ ‘Kau tidak ‘kan Aku lupakan, Aku penolongmu, yakinlah teguh”


DOA UMUM


PMari kita berdoa:

Bapa kami di dalam Sorga. Bapa yang kami sembah di dalam nama Yesus Kristus dan di dalam persekutuan dengan Roh Kudus. Engkau yang telah menganugerahkan hidup dan pemeliharaan bagi kami sebagai umat ciptaan-Mu.  Kami bersyukur  kepada-Mu  Tuhan Allah yang telah memberikan anugerah keselamatn bagi kami sebagai orang percaya kepada Yesus Kristus. Kami  memuji dan memuliakan akan kebesaran nama-Mu. Kami berdoa kepada-Mu untuk Program pelayanan Gereja Masehi Injili di Minahasa mulai aras Sinode, Wilayah, Jemaat bahkan sampai di kolom khususnya  juga  di Jemaat GMIM Kakaskasen Eben Haezer supaya pelayanannya boleh berjalan dengan baik   atas tuntunan kuasa Roh Kudus. Terima kasih juga Engkau terus memberkati setiap aktivitas kami sehingga apapun yang menjadi tugas dan tanggung jawab kami baik dalam pekerjaan atau pun dalam tugas dan kepelayanan kami; semuanya  boleh terlaksana dengan baik sesuai  dengan kehendak-Mu. Ya Tuhan kami pun berdoa kepada-Mu  untuk setiap keluarga Kami (sebut nama keluarga ……. Supaya senantiasa  diberkati dan dilindungi oleh Tuhan dalam kerja dan pelayanan kami. (Boleh tambahkan mendoakan sebagai suami istri, dan anak-naka supaya ………dst……… ) Berkatilah juga persembahan yang kami sudah berikan, untuk dipakai dalam pelayanan gereja kami. Tuhan tambah-tambahkan berkat juga kepada kami semua. Dan jauhkan kami dari segala penyakit dan mara bahaya. Berkatilah juga usaha dan kerja kami masing-masing. 

Juga kami berdoa untuk pemerintah kami mulai dari Pusat sampai di daerah kami Sulawesi Utara dan Kabupaten/Kota, kiranya mereka bertugas sesuai dengan apa yang dikehendaki Tuhan. Beri hikmat dan kearifan kepada memerintah kami dalam membangun  bangsa dan negara kami ini terutama menghadapi pergumulan yang berat dengan adanya pandemi covid 19. Tolong para pakar supaya dapat menemukan obat anti corona. Berkatilah mereka. Ya Tuhan perjalanan kehidupan kami ke depan   kiranya Tuhan  menuntun dan melindungi keluarga kami.  Inilah doa kami, yang kami alaskan hanya di dalam nama Tuhan Yesus yang sudah mengajarkan  kami doa Bapa Kami. (Kita ucapkan bersama-sama doa Bapa Kami…….. )

 

NYANYIAN PENUTUP (jemaat berdiri)


P+J  Menyanyi KLIK. No. 368 “JANJIMU S’PERTI FAJAR


Ketika ku hadapi kehidupan ini, jalan mana yang harus ku pilih, ku tahu ku tak mampu

Ku tahu ku tak sanggup, hanya Kau Tuhan tempat jawabanku

Akupun tahu ku tak pernah sendiri, s'bab Engkau Allah yang menggendongku

TanganMu membelaiku, CintaMu Memuaskanku, Kau mengangkatku ke tempat yang tinggi

Refr. :Janjimu sperti fajar pagi hari, yang tiada pernah terlambat bersinar

CintaMu sperti sungai yang mengalir, dan ku tau betapa dalam kasihMu


BERKAT

PTuhan memberkati engkau dan melindungi engkau,

Tuhan menyinari engkau dengan wajahNya dan memberi engkau kasih karunia,

Tuhan menghadapkan wajahNya dan memberi saudara-saudara damai sejahtera.

P+JAmin. Amin. Amin. (dinyanyikan)



TATA IBADAH HARI MINGGU
BENTUK II
Minggu, 08 November 2020
Tema : “Janji Pemeliharaan Allah”

PERSIAPAN

SEGALA KEMULIAAN BAGI ALLAH
(jemaat berdiri)

Koord. Penyelenggara ibadah:
(setelah khadim di atas mimbar)

Pujilah Tuhan, marilah berjalan ke rumah-Nya. Pujilah Tuhan, angkatlah tanganmu kepada-Nya. Kiranya khalik dunia memberkati umat-Nya, yang datang untuk berbakti dan melayani Dia.
Marilah kita memuliakan Tuhan, Allah kita, dengan menyanyi:

KJ. No. 7 “YA TUHAN, KAMI PUJI NAMA-MU BESAR”

    Ya Tuhan, kami puji nama-Mu besar.
    Ya Bapa, makhluk-Mu menyanyi bergemar
    Langit buana, laut bersyukur semua
    Malaikat segenap memuji Dikau jua
    Kemuliaan-Mu tetap senantiasa.
    Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Mahakuasa

PANGGILAN UNTUK BERDOA

P Jemaat yang dikasihi Tuhan, marilah kita menyembah Tuhan yang menjadikan kita.

J Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya.

DOA PENYEMBAHAN

P Marilah kita berdoa : …

P+J Menyanyi: NNBT. No. 7 “MARI PUJI TUHAN YESUS”

    Mari puji Tuhan Yesus, Dialah Jurus’lamat dunia
    Mari sembah sujud pada-Nya, Dialah Raja dunia
    B’rita keselamatan, harus kita sebarkan
    Agar banyak orang tahu dan mau datang kepada-Nya

PENGAKUAN DOSA
(jemaat duduk)

P Dosaku kuberitahukan kepada Allah dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan,

J Aku berkata: “Aku akan mengaku kepada Tuhan pelanggaran-pelanggaranku dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku”.

P Marilah kita berdoa: ...

P+J Menyanyi: KJ. No. 29 (ay. 1&2) “DI MUKA TUHAN YESUS”

    Di muka Tuhan Yesus betapa hina diriku
    Kubawa dosa-dosaku di muka Tuhan Yesus
    Di muka Tuhan Yesus tersungkur kar’na dosaku
    Kubuka kerinduanku di muka Tuhan Yesus

JANJI ANUGERAH ALLAH

P “Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” (1 Yohanes 1:8-9)

P+J Menyanyi: KJ. No. 381 (ay. 1&4) “YANG MAHAKASIH”
    
    Yang Mahakasih yaitu Allah;
    Allah pengasih pun bagiku
        Refr.
            Aku selamatlah oleh kasih-Nya,
            oleh kasih-Nya kepadaku
     Allah mengutus Yesus, Tuhanku;
      Allah mengutus Sang Penebus.
        Refr... 

PELAYANAN BAPTISAN KUDUS
(Jam 09.00)

PENGAJARAN BAPTISAN
(Jemaat duduk)

P Jemaat yang dikasihi TUHAN Yesus Kristus, baptisan anak-anak adalah sah menurut kesaksian Alkitab. Sebab perintah baptisan ditujukan kepada segala bangsa (Mat 28:19-20). Yang dimaksud segala bangsa bukan hanya orang dewasa tetapi juga anak-anak. Kebanyakan berita Alkitab tentang pelayanan baptisan menyaksikan baptisan keluarga atau baptisan seisi rumah (Kisah Para Rasul 16:33, 1 Kor.1:16). Berarti dalam pelayanan baptisan seisi keluarga terdapat pelayanan baptisan untuk anak-anak. Baptisan adalah pengganti sunat sebagai tanda perjanjian (Kol. 2:11-12). Baptisan adalah tanda, meterai dari perjanjian Allah dengan orang yang dipanggil-Nya serta keturunannya (Kis.2:39; Rm.6:1-4; 2 Kor.1:20-22).

Kita memperhatikan istilah keturunan di sini menunjuk pada kewajiban dan tanggung jawab orang tua dan orang tua baptisan ini untuk menurunkan iman percaya melalui pendidikan iman kepada anak-anak. Baptisan dikiaskan bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani tetapi memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah (1 Pet.3:18-22).

Perintah baptisan terutama diberikan supaya dilakukan dalam NAMA ALLAH BAPA, ANAK dan ROH KUDUS. Justru itu pemberlakuan pelayanan baptisan yang dilakukan Gereja Reformasi termasuk GMIM diimani dalam kehadiran TUHAN ALLAH Tritunggal. Selanjutnya, kita orang tua, orang tua baptisan dan jemaat berikrar melayankan baptisan kudus di dalam NAMA TUHAN ALLAH BAPA, ANAK dan ROH KUDUS. Oleh karena itu, dalam iman percaya ini, kita melakukan pelayanan baptisan sekali seumur hidup.

Dibaptiskan DALAM NAMA BAPA menyatakan dan memeteraikan kepada kita, bahwa Allah Bapa mengadakan suatu perjanjian anugerah yang kekal dengan kita dan anak-anak kita dan mengakui kita dan anak-anak kita sebagai anak-anak-Nya.

Dibaptiskan DALAM NAMA ANAK menyatakan dan memeteraikan kepada kita, bahwa Yesus Kristus menyucikan anak-anak maupun orang dewasa oleh darah-Nya dari segala dosa, dan memasukkan kita ke dalam persekutuan kematian dan kebangkitan-Nya. Supaya sama seperti KRISTUS telah dibangkitkan dari antara orang mati, demikian juga kita memperoleh hidup (Roma 6:1-5; Kolose 2:11-12; Markus 10:38; Luk. 12:50).

Dan dibaptiskan DALAM NAMA ROH KUDUS menyatakan dan memeteraikan kepada kita, bahwa Roh Kudus hendak diam di dalam hati kita dan anak-anak kita agar kita berakar serta berdasarkan pada kasih.

P+J Menyanyi : KJ. No.242 “MULIAKAN ALLAH BAPA”

    Muliakan Allah Bapa, muliakan Put’ra-Nya
    Muliakan Roh penghibur, ketiganya yang Esa!
    Haleluyah, Puji Dia kini dan selamanya.

P Dengarkanlah Injil, yang di dalamnya tertulis, bahwa Yesus Kristus memanggil anak-anak untuk datang kepada-Nya: “Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang seperti itulah yang empunya kerajaan Allah. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya”. Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka.” (Mrk. 10:13-16)

P Terpujilah Kristus.

J Selamanya. Amin. (dinyanyikan)

DOA PERMOHONAN

P TUHAN menyertai saudara-saudara.

J Dan menyertai saudara juga.

P Marilah kita berdoa: ………

JANJI BAPTISAN
(Orang tua dan orang tua baptisan berdiri)

P Saudara-saudara yang kekasih dalam Yesus Kristus, saudara-saudara telah mendengar, bahwa baptisan kudus telah ditetapkan oleh Yesus Kristus sebagai tanda dan meterai dari suatu perjanjian baru oleh Allah dengan kita dan anak-anak kita. Sebab itu patutlah kita memakai baptisan itu untuk maksud tersebut dan bukan karena kebiasaan atau kepercayaan takhyul. Agar menjadi lebih nyata, bahwa saudara menghendaki yang demikian dan bersedia mendidik anak saudara-saudara secara Kristen, maka saudara diundang untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berikut dengan tulus ikhlas :
  • Apakah saudara sebagai orangtua dan orangtua baptisan memohon pembaptisan anak saudara dalam kepercayaan kepada Allah Bapa, yang Mahakuasa, Khalik langit dan bumi, dan kepada Yesus Kristus, Anak Allah yang tunggal, TUHAN kita, dan kepada Roh Kudus?
  • Apakah saudara-saudara sebagai orangtua dan orangtua baptisan berjanji di hadapan Allah kita dan jemaat sebagai saksi-saksi-Nya, bahwa saudara akan mendidik anak saudara sedemikian rupa, sehingga dia akan mengerti arti dan maksud baptisan kudus itu dan akan menjadi orang yang percaya kepada Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus?

P Orangtua dan orang tua baptisan, apakah jawaban saudara-saudara?

OT+OTB : Ya, dengan segenap hati. Amin.

PELAYANAN BAPTISAN
(Orang tua dan orang tua baptisan berdiri)

P .........., aku membaptiskan engkau dalam nama Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus. Amin.

P (sesudah dibaptis) TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya. Amin. (dilanjutkan dengan pujian dari orang tua dan orang tua baptisan)

PEMBACAAN ALKITAB

P Doa dan membaca Alkitab : Kejadian 9:1-17

KHOTBAH
(ibadah Pkl. 09.00 WITA)

Tema : “Janji Pemeliharaan Allah”

Saudara-saudaraku yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus Kristus, Hidup yang kita jalani dari hari ke hari adalah menunjuk pada kasih dan kemurahan Allah. Dan Allah memberi karuniaNya yang menjamin kehidupan manusia atau gereja yang berlangsung sampai selama-lamanya / akhir zaman (bandingkan Matius 28:20).
Demikian pun dalam bacaan kita minggu ini yakni Kejadian 9 : 1 – 17, menceritakan tentang apa yang dialami oleh Nuh dan bagaimana penyertaan dan pemeliharaan Tuhan dijanjikan bahkan teralami dalam hidupnya. Nuh adalah seorang yang sangat taat dan setia kepada Tuhan. Apa yang diperintahkan Tuhan kepadanya akan berusaha dilakukannya. Kita ingat bagaimana ketaatan Nuh membuat bahtera. Ia mengalami banyak tantangan Ketika membuat bahtera itu. Orang-orang yang disekitarnya mengolok-olakn dia. Tetapi ia tetap lakukan apa yang Tuhan perintahkan. Ia tidak terpengaruh dengan ejekan orang-orang sekitarnya demikian juga dia tidak tergoda untuk berbuat yang jahat seperti orang-orang itu. Ia tipe orang yang sungguh – sungguh percaya akan apa yang Tuhan janjikan sehingga tantangan bukan menjadi hambatan baginya. Kejahatan orang-orang disekitarnya tidak mempengaruhinya, ia punya prinsip hidup sehingga tidak mudah goyah. Bayangkan saja kejahatan orang-orang disekitarnya dan hanya Nuh, istrinya serta 3 anak laki-lakinya dan 3 menantunya yang tetap setia. Selebihnya jahat dimata Tuhan. Apa yang diyakininya terbukti. Ketaatan Nuh membawa berkat kehidupan, umur Panjang dan keselamatan baginya serta seisi keluarganya.
Keyakinan Nuh akan pemeliharaan Tuhanlah yang membuatnya mengalami berkat Tuhan. Sebagaimana Firman Tuhan dalam ayat 9 “lalu Allah membeerkati Nuh dan anak-anaknya.” Bukan hanya Nuh yang diberkati Tuhan tetapi juga anak-anaknya. Ayat-ayat selanjutnya menyatakan isi berkat Tuhan bagi Nuh dan keturunannya yakni, bahwa keturunan Nuh akan bertambah banyak, akan berkuasa atas segala yang hidup dan yang bergerak dibumi serta menganugerahkan perlindungan dari bahaya maut. Ini merupakan janji pemeliharaan Tuhan atas hidup Nuh dan keturunannya. Selanjutnya Tuhan membuat perjanjian dengan Nuh dan keturunannya bahwa apa yang teralami dalam hidup Nuh, peristiwa air bah yang mengerikan, yang membinasakan, yang memusnahkan bumi, tidak akan dilakukan Tuhan lagi atas hidup umat. Perjanjian Tuhan dengan Nuh dan dengan bumi, ditandai dengan gejala alam yakni busur yang melengkung, Tuhan taruh di awan “busurku kutaruh diawan,…. “ (ayat 13a). Itulah yang kita kenal dengan sebutan Pelangi, warna-warninya yang sangat indah dipandang. Busur atau pelangi itu akan menjadi pengingat tentang janji Tuhan kepada Nuh bahwa bencana besar yang memusnahkan segala yang hidup karena peristiwa air bah tidak akan terjadi lagi.

Saudaraku kekasih dalam Tuhan, belajar dari bacaan Alkitab saat ini, ada beberapa hal yang perlu kita pahami yang menjadi pedoman dalam idup kita.
  1. Kehadiran Allah dalam kehidupan manusia dan makhluk hidup ciptaanNya mendatangkan keselamatan. Tapi Ketika kejahatan merajalela di bumi dan segala isinya, maka Allah menghukum bumi dengan air bah. Namun Allah adalah penyelamat yang tidak terhentikan oleh kejahatan dan dosa manusia. Ia menyelamatkan Nuh dan keluarganya serta makhluk hidup lainnya.
  2. Meskipun Allah tahu, bahwa manusia sangat berpotensi untuk melakukan kejahatan atau ketidaktaata padaNya (Kej. 8:21) tapi Ia telah merencanakan penyelamatan dan bukan lagi pembinasaan atau pemusnahan bagi manusia serta makhluk hidup lainnya. Hal ini disampaikan oleh Allah kepada manusia (melalui Nuh) dalam bentuk perjanjian tanpa syarat yang bersifat universal.
  3. Allah menghendaki agar manusia senantiasa percaya padaNya, oleh karena itu Ia memberi tanda perjanjianNya dengan busur/pelangi dicakrawala; yang akan mengingatkan kita tentang janji pemeliharaan Allah yang tidak lagi menghukum manusia dan semua makhluk hidup dibumi dengan air bah.
Firman ini pun memberi penguatan dan pengharapan pada kita tentang janji pemeliharaan Tuhan atas hidup ini. Oleh karena itu sebagai jemaat janganlah kita ragukan penyertaan dan pemeliharaannya atas hidup ini. Tuhan tidak pernah mengingkari janjiNya. Jalan hidup kita memang sering berlika-liku seperti juga Nuh menghadapi berbagai tantangan dalam hidupnya dan keluarga. Nuh yang harus bekerja keras untuk membuat bahtera dan ia diejek banyak orang tetapi ketekunan untuk hal yang baik dan benar yang diperintahkakn Tuhan dan dilakukan maka pada akhirnya berkat teralami. Karena itu teruslah bertekun dalam tuhan, kerjakan apa yang harus kita kerjakan dengan selalu melibatkan Tuhan. Jangan pernah meragukan maksud Tuhan atas hidup umatNya walau tak mudah jalannya, rancanganNya kadang sulit dimengerti, tetapi pada akhirnya semua yang dilakukan dengan ketekunan, kerja keras dan tetap mengandalkan Tuhan akan mendatangkan sukacita dan berkat. Terpujilah Tuhan dalam hidup ini. Amin.

PERSEMBAHAN

P+J Menyanyi: KJ. No. 289 “TUHAN PENCIPTA SEMESTA”

    Tuhan pencipta semesta, Kaulah yang mahamulia
    Sungguh besar karunia yang Kau beri
        Kasih-Mu nyata terjelma disinar surya yang cerah
        Di sawah dan tuaiannya yang Kau beri
    Puji syukur terimalah atas berkat anugerah
    Di rumah yang sejahtera yang Kau beri
        Tidak terbalas kurnia ampunan dosa dunia
        Dan pengharapan yang baka yang Kau beri
    Hilanglah harta yang fana yang kami cari hanyalah
    Harta sorgawi yang baka yang Kau beri
        Pemb’rian kami s’lamanya dari tangan-Mu asalnya
        Yang Kau terima itulah yang Kau beri
    Terima hormat dan sembah, terima hidup dan kerja
    Serta sekalian benda yang Kau beri

PEMBACAAN SAMPUL SYUKUR

WARTA JEMAAT

DOA SYUKUR
(diakhiri doa Bapa Kami)

PENUTUP
(jemaat berdiri)

P+J Menyanyi : NKB. No. 143 ”JANJI YANG MANIS”

    Janji yang manis: ”Kau tak ’ku lupakan”,
    tak terombang ambing lagi jiwaku
    Walau lembah hidupku penuh awan,
    nanti ’kan cerahlah langit diatasku.
        Refr.
            ”Kau tidak ’kan Aku lupakan,
            Aku memimpinmu, Aku membimbingmu;
            ’kau tidak ’kan Aku lupakan,
            Aku penolongmu, yakinlah teguh”.

BERKAT

P Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus menyertai saudara sekalian.

J Amin. Amin. Amin. (dinyanyikan)

TATA IBADAH EVANGLISASI - 4 NOVEMBER 2020



TATA IBADAH EVANGLISASI KOLOM
Rabu, 4 November 2020

PERSIAPAN

PANGGILAN BERIBADAH
(Jemaat berdiri)

P Adalah baik untuk menyanyikan syukur kepada Tuhan dan untuk menyanyikan mazmur bagi namaNya untuk memberitakan kasih setia Tuhan di waktu pagi dan kesetiaan Tuhan di waktu malam.

P+J Menyanyi KJ. No. 7 “YA TUHAN KAMI PUJI NAMAMU BESAR”

    Ya Tuhan kami puji namaMu besar.
    Ya Bapa, mahlukMu menyanyi bergemar
    Langit buana, laut bersyukur semua.
    Malaikat segenap memuji Dikau jua
    KemuliaanMu tetap senantiasa.
    Kudus, kudus, kuduslah
    Tuhan Maha Kuasa

TAHBISAN & SALAM

P Di tempat ini kita berkumpul dalam nama Tuhan Allah : Bapa, Anak dan Roh Kudus. Amin.
Salam kasih dari Tuhan Yesus Kristus Kepala Gereja bagi jemaat yang beribadah saat ini. Amin.

P+J Menyanyi NNBT. No. 43 “PUJILAH ALLAH SEMESTA ALAM”

    Pujilah Allah semesta alam,
    Yang Maha kaya dan mulia
    Segenap bumi angkatlah kidung
    Sang raja sorga t'lah datanglah
    Dia b'ri berkat melimpah ruah,
    tak kekurangan anugerah.
    Kupuji Tuhan, Sumber hidupku
    damai sentosa selamanya.

MENGAKU DOSA KEPADA TUHAN
(Jemaat duduk)

P Marilah kita mengaku dosa kepada Tuhan dengan menyanyi:

KLIK. No. 438 “OH TUHAN YANG MAHA KUASA”
    Oh Tuhan Yang Maha Kuasa,
    kami datang padaMu
    Mengaku dosa kami,
    dengan sepenuh hati
    Kami sering melalaikan,
    petunjukMu ya Tuhan
    Kami hanya turuti,
    kata hati sendiri
    
    Refr. :
        Tuhan Yang Maha Kasih, 
        ampunilah kami
        Berilah ku mengerti,
        KasihMu selalu
        Kini pimpinlah kami, ya Tuhan,
        pada jalan yang benar
        Menurut kehendakMu,
        kini dan selamanya

FIRMAN ALLAH BAGI KITA

P Marilah kita berdoa untuk pembacaan Alkitab dan perenungan Firman Allah:
Ya Bapa Sorgawi, kami merindukan FirmanMu, sungguh perkataanMu menyegarkan jiwa kami, menyenangkan hati kami yang lemah dan lesuh, serta membangkitkan harapan dan kasih. Kami membutuhkan FirmanMu untuk menjadi penuntun dan pedoman dalam hidup kami. Berfirmanlah ya Tuhan, kami mendengar. Amin.

P Pembacaan Alkitab: PB Markus 4 : 35 – 41

RENUNGAN
Tema : Yesus Kristus Berkuasa Atas Alam Semesta

Saudara-saudara Jemaat yang dikasihi Yesus Kritus,

Bersyukur kepada Tuhan Allah di dalam Yesus Kristus yang adalah Pencipta dan Pemelihara Kehidupan ini. Tuhan yang menciptakan Langit dan Bumi serta segala isinya. Tuhan yang berkuasa atas Alam Semesta.

Bacaan Firman saat ini dalam Injil Markus 4:35-41, menceritakan tentang Yesus Kristus yang mengendalikan dan berkuasa atas alam. Dikisahkan bahwa sesudah petang atau hampir malam, Yesus bersama para murid menyeberangi Danau Galilea (Genesaret) dan orang banyak mengikutiNya. Danau Galilea terkenal karena badainya yang datang secara tiba-tiba dari kejauhan dan benar-benar mengguncang dan menakutkan. Orang yang berlayar menyeberang danau itu harus selalu siap berhadapan dengan badai yang datang secara tiba-tiba. Pada saat itu ada beberapa perahu yang mengikuti Yesus dan ketika mereka berlayar/mengadakan perjalanan, tiba-tiba ada taufan yang sangat dahsyat serta ombak yang membuat perahu mulai kemasukan air, hal ini membuat murid-murid menjadi sangat ketakutan karena badai yang dihadapi tidak biasanya. Dan kalau dilihat hampir sebagian murid-murid Yesus berprofesi sebagai nelayan dan orang-orang yang sudah terbiasa di laut dan berdasarkan keadaan Danau Galilea, angin dan badai yang muncul secara tiba-tiba sudah sering terjadi, akan tetapi kali ini murid-murid sangat ketakutan, saat itu Yesus sedang tidur di buritan (bagian belakang perahu), Ia memanfaatkan waktu untuk beristirahat sesudah Yesus melayani banyak orang, kemudian para murid membangunkan Yesus dan berkata: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” (ayat 38). Perkataan yang keluar dari hati yang resah dan pikiran yang bingung, disertai rasa takut dan gentar, tapi juga perkataan itu meragukan Yesus dan tidak percaya. Kemudian Yesus bangun dan menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: “Diam, tenanglah!”. Yesus menyuruh dan memerintahkan agar angin itu berhenti bertiup dan menyuruh air danau itu agar berhenti bergejolak (tenang). Suatu seruan berisi perintah tegas dan penuh kuasa. “lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali”. (ayat 39) ini berarti Yesus mempunyai kuasa atas alam, dan itu sangat menakjubkan! Sesudah itu, Yesus berkata: “mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”, Yesus menegur murid-murid karena takut, dan karena kurang percaya. Ketika angin dan danau itu menjadi teduh, orang-orang yang waktu itu mengikuti Yesus menjadi heran dan takut untuk bertanya siapakah Yesus yang bisa membuat angin dan danau menjadi tenang.

Saudara-saudara Jemaat Tuhan,

Perjalanan kehidupan kita manusia diibaratkan sebuah Perahu yang mengarungi lautan kehidupan, kadang kala kita diperhadapkan dengan situasi aman, tenang dan damai, tetapi kadang kala kita menemui badai dan gelombang yang menerjang kapal kehidupan kita dan ketika kita berpegang pada Tuhan Yesus dengan kepercayaan yang sungguh, maka penyertaan Tuhan akan menjadikan kuat menghadapi badai hidup ini, Tuhan Yesus selalu mengajak kita dan keluarga kita untuk berjalan bersama Tuhan, karena Dia Allah yang tidak pernah tertidur dan terlelap, pertolongan Tuhan selalu tepat pada waktunya, Dia tidak pernah terlambat untuk mengangkat dan mengulurkan tangan untuk kita, asalkan kita mau percaya dan tidak takut. 

Tuhan juga sering memakai alam sebagai salah satu alat Tuhan untuk menunjukkan kuasaNya. Dalam cerita bagian firman saat ini, semua alam semesta tunduk dan takluk pada Yesus, Yesus berkuasa atas alam semesta karena alam semesta ini adalah ciptaanNya demikian hidup ini banyak persoalan-persoalan yang kita hadapi, dengan iman yang sungguh dan tidak takut maka kuasa Tuhan akan dinyatakan dalam hidup ini, seberat apapun masalah kita, Tuhan akan menolong dan memberikan ketenangan dalam hidup kita.

Tuhan Yesus yang berkuasa akan menolong kita. Amin.

PERSEMBAHAN
P Mari kita memberi persembahan dengan penuh sukacita sambil kita menyanyi:

NKB. No. 199 “SUDAHKAH YANG TERBAIK KUBERIKAN”
    Sudahkah yang terbaik ‘ku berikan,
    kepada Yesus Tuhanku?
    Besar pengurbananNya di Kalvari!
    DiharapNya terbaik dariku.
        Refr.. :
            Berapa yang terhilang t’lah ‘ku cari,
            dan ‘ku lepaskan yang terbelenggu?

    Sudahkah yang terbaik ‘ku berikan,
    kepada Yesus, Tuhanku?
    Begitu banyak waktu yang terluang,
    sedikit ‘ku b’ri bagiNya.
    Sebab kurang kasihku pada Yesus;
    mungkinkah hancur pula hatinya?
        Refr. : …..

DOA UMUM

P Marilah kita berdoa:

Ya Tuhan,
Jangan beri kami keberhasilan
Kalau hati kami tidak dipenuhi dengan ucapan syukur

Jangan beri kami kekayaan
Kalau tangan kami selalu berat untuk memberi bagi orang lain

Jangan beri pada pundak kami kekuasaan
Kalau akal dan rasa kami tanpa pengertian

Ya Tuhan,
Berilah kami hati penuh kelembutan
Yang selalu terukir pada setiap tindakan 

Berilah kami hati penuh kerendahan
Yang selalu menghargai sesama ciptaan

Berilah kami hati penuh ketabahan
Yang selalu kuat menghadapi tantangan

Berilah kami kepekaan
Yang tidak diam ketika melihat penderitaan

Berilah kami keberanian
Yang mampu mengatasi ketakutan

Berilah kami senyuman
Yang sanggup menghapus berlaksa tangisan

Sirami jiwa kami dengan ketulusan
Agar memiliki hati penuh kasih.

Berkati pribadi, keluarga kami masing-masing
Berkati pemimpin-pemimpin gereja kami
Berkati pemimpin-pemimpin bangsa kami

Dalam nama Tuhan Yesus Kristus Kami bawa doa ini dan kami ucapkan Doa Bapa Kami: ………… Amin.

NYANYIAN PENUTUP
(Jemaat berdiri)

P+J Menyanyi KLIK. No. 123 “DI TENGAH OMBAK DAN ARUS PENCOBAAN”
    
    Di tengah ombak dan arus pencobaan,
    hampir terhilang tujuan arah hidupku
    Bagaikan kapal yang s'lalu di ombang-ambingkan
    Mengharap kasihNya, seolah-olah tiada mampu
        Refr. :
            Yesus perhatikan kehidupan s'tiap orang
            Yang sudah rusak dibetulkan dengan penuh kasih sayang
            Yesus perhatikan s'tiap tetesan airmata
            Dia mengenal hatiku yang penuh penyesalan dosa

BERKAT

P Terimalah Berkat Tuhan: Kasih karunia Yesus Kristus, Tuhan kita, menyertai kita sekalian.

J Amin. Amin. Amin. (dinyanyikan)

TATA IBADAH MINGGU - 17 OKTOBER 2021

  GEREJA MASEHI INJILI di MINAHASA WILAYAH KAKASKASEN JEMAAT KAKASKASEN EBEN HAEZER TATA IBADAH HARI MINGGU BENTUK III Minggu, 17 Oktober 20...