Pages

TATA IBADAH MINGGU DAN PELAYANAN BAPTISAN KUDUS - 13 SEPTEMBER 2020

 


TATA IBADAH KELUARGA,

PELAYANAN SAKRAMEN BAPTISAN KUDUS

Minggu13 September 2020

Tema : “Kolusi, Korupsi dan Nepotisme Merusak Tatanan Kehidupan

 

PERSIAPAN

 

AJAKAN BERIBADAH (Jemaat berdiri)

PMari kita memohon pertolongan dan berkat dari Tuhan, supaya ibadah saat ini dapat berjalan dengan baik.


P+J  Menyanyi PKJ. No. 2 MULIA, MULIA NAMANYA

Mulia, mulia namaNya, bagi Yesus kemuliaan, puji, sembah!

Mulia, kekuasaanNya, memb’ri berkat bagi jemaat, bersyukurlah!

Refr. :Pujilah, tinggikanlah Rajamu Yesus, Dialah selamanya Sang Raja benar!

          Mulia, mulia namaNya! Sang Penebus, Mahakudus, Mahabesar.

 

TAHBISAN & SALAM

PPertolongan kita adalah dalam nama Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi, yang tetap setia untuk selama-lamanya dan tidak meninggalkan perbuatan tanganNya. Amin.

Salam kasih dari Tuhan Yesus Kristus Kepala Gereja bagi jemaat yang beribadah saat ini.

Keluargadan bagi saudara juga. Amin.

 

PENGAKUAN DOSA DAN PEMBERITAAN ANUGERAH ALLAH (Jemaat duduk)

PMarilah kita merendahkan diri dihadapan Tuhan, Allah kita, dan mengaku dosa kita kepadaNya. Mari berdoa :……

PDengarkanlah berita anugerah Allah dalam Yohanes 3 : 16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal“

P+J  Menyanyi KJ. No. 387  ‘KU HERAN, ALLAH MAU MEMBERI 

‘Ku heran, Allah mau memb’ri rahmatNya padaku
Dan Kristus sudi menebus yang hina bagaiku!
Namun ‘ku tahu yang kupercaya dan aku yakin ‘kan kuasaNya,

Ia menjaga yang kutaruhkan hingga hariNya kelak!

 

SAKRAMEN BAPTISAN KUDUS

 

PELAYANAN FIRMAN

PBerdoa,

Membaca Alkitab : PL  1 SAMUEL 8 : 1 – 22

P+J  Menyanyi KJ. No. 49 “FIRMAN ALLAH JAYALAH”

Firman Allah jayalah sampai ujung dunia:
Kita pun dipanggilnya untuk hidup yang baka

 

KHOTBAH (Tema: “Kolusi, Korupsi dan Nepotisme Merusak Tatanan Kehidupan”

Saudara-saudara jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus, Tahun 2020 ini merupakan tahun politik, karena dibeberapa daerah di Indonesia termasuk Kota Tomohon akan melaksanakan Pemilihan Umum. Memilih pemimpin-pemimpin baik Gubernur dan Wakil Gubernur serta Walikota dan Wakil Walikota Tomohon, yang tentu diharapkan akan tampil para pemimpin yang arif dan bijaksana, yang bertanggungjawab, yang takut akan Tuhan tapi juga yang bebas dari yang namanya KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme).

Bacaan Alkitab kita saat ini dalam 1 Samuel 8 : 1 – 22 meneritakan tentang figure seorang pemimpin yaitu Samuel yang adalah anak dari Elkana dan Hana. Samuel adalah Hakim tapi juga sebagai Imam, Nabi dan Pelihat. Ia digambarkan sebagai tokoh kharismatik, melaksanakan tugas hakim bukan dengan kekuatan fisik atau tangannya saja namun dengan kekuatan Allah melalui ucapan dan doanya.

Samuel mempunyai 2 orang anak bernama Yoel dan Abia. Setelah Samuel tua ia mengangkat kedua anaknya menjadi hakim menggantikan dia. Akan tetapi ternyata kedua anaknya itu tidak berperilaku seperti ayahnya Samuel, mereka mengutamakan untuk mengejar laba, menerima suap dan memutarbalikkan keadilan (ayat 1). Perilaku buruk ini yang merusak tatanan hidup umat sehingga roda pemerintahan, ekonomi, pembangunan dan pertumbuhan iman umat menjadi terbengkalai.

Di tengah situasi yang tidak menentu yang terjadi kemudian para tua-tua Israel bersepakat di belakang Samuel, mereka berkomplot dan merekayasa terjadinya gelombang ketidakpuasan dan berujung pada demonstrasi sebagai bentuk ketidakpuasan atas kepemimpinan Samuel dan anak-anaknya. Mereka mengutus para tetua Israel pergi menghadap Samuel di Roma dan meminta supaya Samuel mengangkat bagi mereka seorang raja untuk memerintah mereka seperti bangsa-bangsa lain. Bagi mereka kepemimpinan seorang hakim tidak menjamin mereka aman, mereka terpengaruh dengan musuh disekitar mereka yang kelihatannya memiliki pemerintahan yang kuat serta peralatan, pasukan perang yang hebat dan ekonomi yang mapan. Mereka ingin diperintah oleh seorang raja sebagaimana bangsa lainnya. Dari gambaran dan ekspresi bangsa Israel yang menginginkan seorang raja sebagai pemimpin mereka, masa ini kemudian dikenal dengan masa peralihan  dari Teokrasi (pemerintahan Allah) kepada sistem monarki (kerajaan/sekuler). Pemicu keinginan Israel untuk diperintah oleh raja karena, pertama ingin mengikuti bangsa-bangsa lain disekitar mereka, dan kedua perilaku buruk dari anak-anak Samuel yakni Yoel dan Abia yang lebih mementingkan keuntungan pribadi, terlibat suap dan berlaku tidak adil.

Kewibawaan dan kehebatan Samuel sebagai pemimpin bangsa Israel tidak menjadi cermin bagi anak-anaknya.Penolakan dari orang-orang Israel dan mereka menginginkan seorang raja maka hal itu yeng memicu kekecewaan Samuel dan mengesalkan hatinya dan Samuel  berdoa kepada Tuhan, maka Tuhan berfirman, “bukan engkau yang mereka tolak, tetapi Akulah yang mereka tolak” (ayat 7). Karena itu Samuel diperintahkan Tuhan mengatakan apa yang menjadi konsekuensi yang harus mereka tanggung jika memerintah seorang raja, apa yang menjadi hak mutlak raja (ayat 9). Dengan kata lain raja memiliki otoritas yang besar dengan kekuasaannya untuk meminta, mengambil dengan paksa segala sesuatu dari rakyatnya, antara lain: anak laki-laki harus bekerja diladang (sebagai pembajak), pembuat senjata dan menjadi kepala pasukan dan pengawal raja. Anak perempuan akan bekerja di dapur istana sebagai juru campur rempah-rempah, juru masak dan juru makanan. Dan apapun yang menjadi milik (harta, hasil ladang) mereka akan diambil untuk kepentingan istana. Hal iitu disampaikan Samuel kepada orang-orang Israel supaya mereka akan merasakan betapa sulitnya tanggungan mereka dan menyesali pilihan mereka. Akan tetapi sekalipun sudah diperingatkan, umat tidak mengindahkan Samuel dan menuntut lebih keras agar mereka diberikan seorang raja.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, tawaran dunia menarik dan menggiurkan bisa saja membuat seseorang untuk menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang menjadi keinginannya termasuk melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), hal itu sangat tidak baik karena merusak tatanan kehidupan dalam masyarakat, berbicara KKN yaitu korupsi adalah perbuatan menyelewengkan/menyalahgunakan/menggelapkan uang yang bukan haknya untuk kepentingan pribadi maupun orang lain. Kolusi adalah kerjasama secara rahasia atau ilegal dan melanggar hukum hanya untuk mendapatkan keuntungan bagi para pelaku. Nepotisme adalah perbuatan mengutamakan kerabat atau keluarga sendiri. Jadi jelas bahwa KKN sifatnya sangat negatif karena itu merusak tatanan kehidupan masyarakat, sebab itu belajar dari firman Tuhan saat ini mengingatkan kita untuk:

Menjalani kehidupan di dalam Tuhan haruslah melaksanakan di dalam kebenaran karena tidak semua yang kelihatan baik adalah benar. Pilihan Samuel menjadikan anak-anaknya Yoel dan Abia sebagai hakim adalah sikap Nepotisme yang mengutamakan keluarga sendiri tanpa mempertimbangkan profesionalitas, akibatnya mereka gagal menjalankan tanggungjawab dan orang tua yang dipermalukan.
Untuk menjadi seorang pemimpin jangan kita hanya memperkaya diri sendiri karena itu tidak dikehendaki oleh Allah, seperti sikap dari Yoel dan Abia yang mengejar laba, menerima suap dan memutarbalikkan keadilan itu sangat dibenci oleh Allah, karena pasti ada orang dirugikan ketika seorang pemimpin tidak melakukan tanggungjawab dengan baik.
Ketika kita memilih para pemimpin, pilihlah seorang pemimpin yang baik, punya charisma yang baik, yang bertanggungjawab, yang arif dan bijaksana, yang peduli dan memihak kepada kepentingan rakyat dan yang takut akan Tuhan.

Tuhan memberkati kita semua. Amin.

 

PERSEMBAHAN

PMarilah kita memberi persembahan dengan penuh sukacita. Dengarkanlah nas Persembahan dalam Mazmur 96:8Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya!”

 

 

P+J Menyanyi KJ. No. 393 : 1, 2 TUHAN, BETAPA BANYAKNYA

Tuhan, betapa baiknya berkat yang Kauberi, istimewa rahmatMu dan hidup abadi.
T’rima kasih, ya Tuhanku atas keselamatanku! Padaku telah Kauberi hidup bahagia abadi.

Sanak saudara dan teman Kaub’ri kepadaku; berkat terindah ialah ‘ku jadi anakMu.
T’rima kasih, ya Tuhanku atas keselamatanku! Padaku telah Kauberi hidup bahagia abadi

 

WARTA JEMAAT

 

DOA SYUKUR (Diakhiri dengan Doa Bapa Kami)

 

NYANYIAN PENUTUP (Jemaat berdiri)

P+J  Menyanyi KJ. No. 436 LAWANLAH GODAAN

Lawanlah godaan, s’lalu bertekun; tiap kemenangan kau tambah teguh;

Nafsu kejahatan harus kau tentang; harap akan Yesus: pasti kau menang
Mintalah pada Tuhan, agar kau dikuatkan; Ia b’ri pertolongan: pastilah kau menang

 

BERKAT

PSemoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.

KeluargaAmin. Amin. Amin. (dinyanyikan)

 

TATA IBADAH SIAR MINGGU - 6 SEPTEMBER 2020




TATA IBADAH SIAR KELUARGA

Minggu, 6 September 2020

Jam 06.00 WITA

Tema : “Hiduplah Dalam Kasih Dan Perdamaian”

Khadim : Pdt. F. Kaunang-Macawalang, STh


PERSIAPAN

Beberapa hal yang perlu diperhatikan/disiapkan:

  1. Tata ibadah ini digunakan oleh keluarga.
  2. Sediakan 3 (tiga) buah lilin putih dan diletakkan di atas meja yang sudah didekor/dihias; anggota keluarga mengelilingi meja tersebut. (jika memungkinkan)
  3. Pemimpin ibadah ini adalah kepala keluarga atau anggota keluarga lainnya.
  4. Siaran Ibadah secara Live Streaming di Akun Facebook dan Youtube: GMIM Kakaskasen Eben Haezer dan Siaran TV Kabel Channel 10 dari Gereja Pkl. 06.00 Wita. Ibadah akan disiarkan ulang melalui TV Kabel pada Jam 09.00 dan 18.00 WITA.
  5. Sampul Persembahan hanya 1 (satu) lembar untuk semua Ibadah Keluarga (ibadah Minggu, Evanglisasi dan Ibadah-ibadah BIPRA). Sampul dikumpulkan melalui Pelayan Khusus untuk disetorkan ke Kas Jemaat. Jemaat juga dapat memberikan Persembahan Ibadah dan Persembahan Syukur melalui Rekening BCA Nomor: 1700443104 a.n. Pdt Fietje Vera Macawalang atau Ardi Kapahang Dr (Konfirmasi persembahan melalui rekening Bank melalui WA: 081356000997/Sym. DR. Ir. Ardi Kapahang, MSi.
  6. Untuk hikmatnya pelaksanaan ibadah, sebelum beribadah jemaat mempelajari Tata Ibadah termasuk nyanyian-nyayian yang ada, siapkan tempat untuk beribadah dan menggunakan pakaian yang layak untuk beribadah.


PANGGILAN BERIBADAH

P Kita percaya, Tuhanlah yang menolong dan menguatkan kita semua sehingga boleh ada dalam persekutuan sukacita saat ini.

P+J  Menyanyi NNBT. No. 1 ”PUJILAH DIA! PUJILAH DIA!”

Pujilah Dia, pujilah Dia, Yesus Tuhan Rajamu,

Maha Pengasih, Mahamulia, Yesus Tuhan Rajamu

Penguasa semesta alam, Raja adil pembela kita,

Dia hapus dosa kita mari sambut Rajamu

Pujilah Dia, pujilah Dia, Yesus Tuhan Rajamu,

Maha Pengasih, Mahamulia, Yesus Tuhan Rajamu


TAHBISAN DAN SALAM 

(Jemaat berdiri)

P Pertolongan kepada kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi, yang tetap setia untuk selama-lamanya dan tidak meninggalkan perbuatan tangan-Nya.

Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa kita, dari TUHAN Yesus Kristus menyertai saudara-saudara.

J Amin  


NAS PEMBIMBING

P Amsal 24:19-20

“Jangan menjadi marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri kepada orang fasik. Karena tidak ada masa depan bagi penjahat, pelita orang fasik akan padam.”

P+J  Menyanyi NKB. No. 195 “KENDATI HIDUPKU TENT’RAM”

Kendati hidupku tent’ram dan senang, dan walau derita penuh,

Engkau mengajarku bersaksi tegas: S’lamatlah, s’lamatlah jiwaku.

Refr. :

S’lamatlah jiwaku, 

S’lamatlah, s’lamatlah jiwaku


PENGAKUAN DOSA DAN PEMBERITAAN ANUGERAH ALLAH

(Jemaat duduk)

P Ketika kita berbeban berat, ketika kita jatuh dalam dosa, hanya Allah yang benar-benar peduli dengan kehidupan kita. Mari saudara-saudara dengan jujur mengaku dosa kepada Tuhan. Kita berdoa : ……

P+J  Menyanyi NNBT. No. 8 “BANYAK ORANG SUKA DIAMPUNI”

Banyak orang suka diampuni

tapi tidak rela mengampuni

Tak berguna mohon pengampunan

jika kita mengeraskan hati

P Dengarlah berita anugerah Allah: 

”Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.” (Mazmur 91:15)

P+J  Menyanyi NNBT. No. 36 ”BARANG SIAPA YANG PERCAYA”

Barangsiapa yang percaya kepada Tuhan, asal hidup setia dan taat padaNya,

kepadanya tersedia keselamatan, seperti janji Tuhan yang difirmankanNya

Walau dosamu merah bagaikan kirmizi, 'kan berubah menjadi s'perti salju yang putih

Walau dosamu merah bagai kain kesumba, 'kan berubah jadi putih s'perti bulu domba


HUKUM TUHAN

P Dengarkanlah Hukum Tuhan: Yohanes 13:34-35

“Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.”

P+J  Menyanyi NKB. No. 73 ”KASIH TUHANKU LEMBUT”

Kasih Tuhanku lembut!

PadaNya ‘ku bertelut, 

dan ‘ku dambakan penuh: 

Kasih besar!

Yesus datang di dunia, 

tanggung dosa manusia;

bagiku pun nyatalah:

Kasih besar!

Refr. :

Kasih besar! Kasih besar!

Tidak terhingga dan ajaib benar: Kasih besar!


SAKRAMEN BAPTISAN KUDUS

PENGAJARAN BAPTISAN

(Jemaat duduk)

P Jemaat yang dikasihi TUHAN YESUS KRISTUS, Baptisan Anak-anak adalah sah menurut kesaksian Alkitab. Sebab perintah baptisan ditujukan kepada segala bangsa (Mat. 28:19-20). 

Yang dimaksud dengan bangsa bukan hanya orang dewasa tetapi juga anak-anak. Kebanyakan berita Alkitab tentang pelayanan Baptisan menyaksikan baptisan keluarga atau baptisan seisi rumah. (Kisah 16:33; 18:8; 1 Kor. 1:16). Berarti dalam pelayanan baptisan seisi keluarga terdapat pelayanan baptisan untuk anak-anak. Baptisan adalah pengganti sunat sebagai tanda perjanjian (Kolose 2:11-12)

Baptisan adalah tanda, meterai dari perjanjian Allah dengan orang yang dipanggilNya serta keturunanNya (Kisah 2 : 39; Roma 6 : 1-4; II Korintus 1 : 20-22.)

Kita memperhatikan istilah keturunan di sini menunjuk pada kewajiban dan tanggung jawab orang tua dan orang tua baptisan ini untuk menurunkan iman percaya melalui pendidikan iman kepada anak-anak.

Baptisan dikiaskan bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani tetapi memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah (I Petrus 3 : 18-22)

Perintah Baptisan terutama diberikan supaya dilakukan dalam Nama ALLAH BAPA, ANAK dan ROH KUDUS. Justru itu pemberlakukan pelayanan baptisan yang dilakukan gereja reformasi termasuk GMIM diimani dalam kehadiran Tuhan Allah. Selanjutnya, kita orang tua, orang tua baptisan dan jemaat berikrar melayankan baptisan kudus di dalam Nama Tuhan Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus. Oleh karena itu, dalam iman percaya ini, kita melakukan pelayanan baptisan sekali seumur hidup.

Dibaptiskan DALAM NAMA BAPA menyatakan dan memeteraikan kepada kita, bahwa Allah Bapa mengadakan suatu perjanjian anugerah yang kekal dengan kita dan anak-anak kita dan mengakui kita dan anak-anak kita sebagai anak-anak-Nya. 

Dibaptiskan DALAM NAMA ANAK menyatakan dan memeteraikan kepada kita, bahwa Yesus Kristus menyucikan anak-anak maupun orang dewasa oleh darah-Nya dari segala dosa, dan memasukkan kita ke dalam persekutuan kematian dan kebangkitan-Nya. Supaya sama seperti KRISTUS telah dibangkitkan dari antara orang mati, demikian juga kita memperoleh hidup (Roma 6:1-5; Kolose 2:11-12; Markus 10:38; Luk. 12:50). Dan dibaptiskan DALAM NAMA ROH KUDUS menyatakan dan memeteraikan kepada kita, bahwa Roh Kudus hendak diam di dalam hati kita dan anak-anak kita agar kita berakar serta berdasarkan pada kasih.

P + J Menyanyi  KJ. No. 384 : 3 ”ALLAH BAPA MELINDUNGI”

Anak-anak milik Bapa disertai, diasuhNya;

TanganNya lembut dan kuat mencegah niat si jahat


P Dengarkanlah Injil, yang di dalamnya tertulis, bahwa Yesus Kristus memanggil anak-anak untuk datang kepada-Nya: “Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.

Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: “Biarkan anak-anak itu datang kepadaKu, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang seperti itulah yang empunya kerajaan Allah. Aku ber-kata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya”. Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka.” (Markus 10:13-16)

P Terpujilah Kristus.

J Selamanya. Amin. (dinyanyikan)


DOA PERMOHONAN

(Jemaat duduk)

P TUHAN menyertai saudara-saudara.

J Dan menyertai saudara juga.

P Marilah kita berdoa : ………


JANJI BAPTISAN

(Orang Tua dan Orang Tua Baptisan yang namanya dipanggil,  berdiri)

P Saudara-saudara yang kekasih dalam Yesus Kristus, saudara-saudara telah mendengar, bahwa baptisan kudus telah di-tetapkan oleh Yesus Kristus sebagai tanda dan meterai dari suatu perjanjian baru oleh Allah dengan kita dan anak-anak kita. Sebab itu patutlah kita memakai baptisan itu untuk maksud tersebut dan bukan karena kebiasaan atau kepercayaan takhyul. Agar menjadi lebih nyata, bahwa saudara-saudara menghendaki yang demikian dan bersedia mendidik anak saudara-saudara secara Kristen, maka saudara-saudara di-undang untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berikut dengan tulus ikhlas :

  • Apakah saudara-saudara sebagai orang tua dan orang tua baptisan memohon pembaptisan anak saudara-saudara dalam kepercayaan kepada Allah Bapa, yang Mahakuasa, Khalik langit dan bumi, dan kepada Yesus Kristus, Anak Allah yang tunggal, Tuhan kita, dan ke-pada Roh Kudus?
  • Apakah saudara-saudara sebagai orang tua dan orang tua baptisan berjanji di hadapan Allah kita dan jemaat sebagai saksi-saksi-Nya, bahwa saudara-saudara akan mendidik anak saudara sedemikian rupa, se-hingga dia akan mengerti arti dan maksud baptisan kudus itu dan akan menjadi orang yang percaya kepada Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus?

P Orang tua dan orang tua Baptisan, apakah jawaban saudara-saudara?

Orang Tua & Orang Tua Baptis          Ya, dengan segenap hati. Amin.

P + J Menyanyi  KJ. No. 384 : 4 ”ALLAH BAPA MELINDUNGI”

Anak-anak milik Bapa

tak pernah ditinggalkanNya;

Dilimpahkan cinta kasih,

agar m’reka baik dan suci


PELAYANAN BAPTISAN

(Orang Tua dan Orang Tua Baptisan berdiri)

P ………, aku membaptiskan engkau dalam nama Allah: Bapa, Anak dan Roh Kudus. Amin.

P Tuhan akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya. Amin.

PEMBERITAAN FIRMAN

P Berdoa,

Membaca Alkitab: PB Roma 12 : 9 – 21

KHOTBAH

Tema: “Hiduplah Dalam Kasih Dan Perdamaian”

Saudara-saudaraku yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus Kristus, syalom!

Bagaimanakah seharusnya umat miliik Tuhan mengisi hari-hari hidupnya? Dan bagaimana hubungan dengan sesama itu harus dipelihara? Inilah masalah pokok yang mau diangkat oleh rasul Paulus dalam bacaan Alkitab kita saat ini (Roma 12:9-21). Perikop ini sarat dengan aturan moral, sarat dengan etika hidup. Dimulai dengan ajakan untuk hidup didalam kasih, dan bagaimana kasih itu dinyatakan. Itulah inti dari surat Paulus ini. Kasih tidaklah sekedar kata klise saja yang mudah diucapkan lalu selesai. Kasih semestinya terwujud dalam hidup dan dalam perilaku setiap hari. Kasih tidak sama dengan kase. Tapi kasih mengandung makna yang sangat dalam. Dalam Kasih ada ketulusan, dalam Kasih ada sukacita untuk melakukan hal-hal yang baik, dalam Kasih ada penghormatan dan penghargaan yang sama kepada sesama manusia. Dalam Kasih ada kesediaan untuk rela saling menopang dan menguatkan. Dalam Kasih ada kesediaan mengampuni, dalam Kasih ada kerajinan dan ketekunan, dalam Kasih ada kerendahan hati, dalam Kasih ada kesediaan berbagi suka dan duka, dalam Kasih ada damai sejahtera sebagaimana tema bacaan kita hari ini “Hiduplah dalam Kasih dan Perdamaian”. 

Rasul Paulus dalam bacaan kita saat ini mengingatkan kepada jemaat di Roma dengan beberapa nasehat agar hidup mereka tetap dalam Kasih dan perdamaian sebagai wujud kasih kepada Allah. Beberapa prinsip hidup dijabarkan oleh Paulus didalam kasih ini diawali mulai dari ayat 9, hendaklah Kasih jangan pura-pura. Harus ada saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalm memberi hormat (ay.10). Tetap bersemangat melayani Tuhan, jangan sampai kerajinanmu menjadi kendor (ay.11). Bersukacita dalam pengharapan, sabar dalam kesesakan, bertekun dalam doa (ay.12). Suka menolong dengan memberi tumpangan (ay.13), berkatilah yang menganiaya, jangan mengutuk (ay.14). Bersukacita dengan orang yang bersukacita dan menangis dengan orang yang menangis (ay.15). Hiduplah sehati sepikir, jangan menganggap diri sendiri pandai (ay.16), janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, lakukanlah yang baik bagi semua orang (ay.17). Hiduplah berdamai dengan semua orang (ay.18). Janganlah menuntut pembalasan, jika seterumu lapar, berilah makanan, jika haus berilah minum. Janganlah kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan (ay. 20-21).

Saudara-saudaraku yang dikasihi dan diberkati oleh Tuhan, bila kasih ini diberlakukan dengan baik, maka akan terhindar dari perbuatan-perbuatan jahat dan tercela. Terhindar dari silang sengketa, terhindar dari kesombongan dan keangkuhan, dan pula terhindar dari mementingkan diri sendiri. Namun sangat disayangkan dalam kenyataan sekarang ini, masih ada umat Tuhan yang terlibat dalam aksi-aksi kejahatan dalam perbuatan-perbuatan brutal dan tidak terpuji seperti contoh saling membenci, bermusuhan, sehingga menuju pada pertikaian yang mengakibatkan penderitaan. Karena itu rasul Paulus dalam bacaan ini, dia mau mengingatkan pada jemaat di Roma agar dapat memberlakukan hidup dalam Kasih dan perdamaian dalam situasi kondisi apapun, walaupun disadari untuk membangun hidup dalam Kasih dan Perdamaian tidaklah mudah. Tapi bukan berarti tidak dapat dilakukan. Melainkan sebagai warga jemaat yang hidup dalam Kasih Allah haruslah memberlakukan Kasih ini dengan cara ada saling menghargai, menghormati, memaafkan, dan saling mengampuni ketika ada orang melakukan kesalahan kepada kita. Bukan malah  saling membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan itu dengan kebaikan seperti yang diungkapan rasul Paulus pada ayat 21. Dan Yesus pun berkata, kasihilah Tuhan dan sesamamu manusia. Sebaliknya jika kita mengasihi Tuhan tapi membenci dan memusuhi sesama, maka ia adalah pendusta. Karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah yang tidak dilihatnya. Oleh sebab itu barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya (1 Yoh. 4:20-21).

Saudara-saudaraku kekasih dalam Tuhan,

Belajar dari bacaan ini, kita harus mempraktekkan Kasih yang sesungguhnya yaitu Kasih dari Allah (Kasih Agape). Kasih inilah yang didemonstrasikan atau dicontohkan Yesus dikayu salib dalam rangka menyelamatkan manusia dan seisi dunia. Tugas kita sekarang sebagai orang kristen adalah melanjutkan dan memberlakukan Kasih itu dengan cara lakukanlah yang baik, tolaklah yang jahat, lakukanlah yang sopan dan tolaklah yang tidak senonoh. Jagalah kesucian dan kekudusan tubuhmu, hindarilah hal-hal yang merusak tubuhmu. Persembahkanlah tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah, itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah; apa yang baik yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna (Roma 12:1,2).

Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan,

Meskipun kita masih dalam pergumulan menghadapi pandemi covid-19, tapi kita tetap bersyukur sampai di bulan September ini kita masih diberi kekuatan dan kesehatan. Karena itu andalkanlah Tuhan dan teruslah berjuang menghadapi hidup ini bersama Tuhan. Sebab hanya didalam Tuhan perkara seberat apapun dapat teratasi dengan baik. Tuhan menolong dan memberkati kita semua sekarang sampai selamanya. Amin.

PERSEMBAHAN

(Jemaat duduk)

P Marilah kita memberi persembahan dengan hati yang tulus. Dengarlah nas persembahan dalam Roma 12 : 1 : “Saudara-saudaraku demi kemurahan Allah, aku menasehatkan kamu, supaya mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.”

P+J  Menyanyi NKB. No. 197 : 1-2 “BESARLAH UNTUNGKU”

Besarlah untungku jika Yesus milikku,

bersuka jiwaku kar’na damai yang penuh.

Meskipun angin k’ras badai dunia menderu,

tak goyah hatiku kar’na Yesus milikku.

Refr. :

Benar, benar, besarlah untungku.

Benar, benar, besarlah untungku.

Benar, benar, besarlah untungku.

Ketika Yesus sungguhlah tetap milikku.

Kendati tiadalah hartaku di dunia,

hatiku tak resah, tak bersungut, berkesah.

Kar’na ‘ku sungguh tahu jika Yesus milikku,

tak sia-sialah segenap usahaku.

Refr......


PEMBACAAN SAMPUL-SAMPUL SYUKUR


WARTA JEMAAT


DOA UMUM

(Diakhiri dengan Doa Bapa Kami)


NYANYIAN PENUTUP

(Jemaat berdiri)

P+J  Menyanyi NKB. No. 206 “MERCUSUAR KASIH BAPA”

Mercusuar kasih Bapa

memancarkan sinarNya.

Namun suluh yang dipantai,

kitalah penjaganya.

Refr. :

Pelihara suluh pantai

walau hanya k’lip kelap.

Agar tiada orang hilang

di lautan yang gelap


BERKAT

P Terimalah berkat TUHAN dan pergilah dengan selamat:

TUHAN memberkati dan melindungi saudara-saudara;

TUHAN menyinari dengan wajah-Nya dan memberi saudara-saudara kasih karunia;

TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepada saudara-saudara dan memberi saudara-saudara damai sejahtera.

J Amin. Amin. Amin. (dinyanyikan)

= saat teduh =


TATA IBADAH PEMUDA JEMAAT - 4 SEPTEMBER 2020

 



TATA IBADAH  (4 September 2020) | Pemuda GMIM Kakaskasen Eben Haezer

Pembacaan Alkitab: Ulangan 1:9-18 | Tema:Bersama Bertanggung Jawab Atas Kesusahan Beban dan Perkara”

AJAKAN BERIBADAH


P            Selamat malam, dan Syalom baiklah kita akan memulaikan ibadah kita dimalam hari ini. Marilah mempersiapkan hati dan pikiran untuk memuji dan memulikan nama Tuhan.


P+J          Menyanyi “ARTI KEHADIRANMU”

Jalan-Mu tak terselami oleh setiap hati kami
Namun satu hal yang 'ku percaya ada rencana yang indah
Tiada terduga kasih-Mu heran dan besar bagiku
Arti kehadiran-Mu s'lalu nyata di dalam hidupku
Penyertaan-Mu sempurna rancangan-Mu pun dalam
Aman dan sejahtera walau ditengah badai
Inginku s'lalu bersama rasakan keindahan
Arti kehadiran-Mu, Tuhan

TAHBISAN & SALAM (Jemaat Berdiri)

P               Pertolongan kita adalah dalam nama Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi, yang tetap setia
                
untuk selama-lamanya dan tidak meninggalkan perbuatan tanganNya . Amin.


P+J          Menyanyi “NNBT.No.13 Ya Allah Bapa,Ya Yesus Tuhan”


Ya Allah Bapa, ya Yesus Tuhan ya Rohul Kudus,

aku bersyukur aku memuji menyembahMu.

O berikanlah urapan RohMu kepadaku,

agar aku layak dihadiratMu.

Di relung hatiku yang hancur,

'kubuat mezbah kurban syukurku.

Kuserahkan persembahanku, berkenanlah Kau, ya Tuhanku


PENGAKUAN DOSA (Jemaat Duduk)

P              Teman-teman yang dikasihi Tuhan, saat ini dengan penuh kerendahan hati marilah kita datang di hadapan Tuhan Allah kita dan mengaku dosa kita kepada-Nya. Kita renungkan apakah kita sudah layak dihadapan Tuhan. Dengan sikap berdoa kita menyanyi:

P+J          Menyanyi “SUNGGUH INDAH”
    Ke manakah aku dapat pergi? Menjauhi rohMu yang suci
    Kau sahabat dan Kau dekat
    Bahkan seluruh pengabdianku Tak bisa membalas kesetiaanMu
    Sungguh mulia dan berharga
    Sungguh besar pengorbananMu bagiku
    Terlalu dalam untuk dimengerti
    Sungguh besar
    Sungguh indah yang Kau pikirkan tentangku
    Tak terselami bagiku
    Sungguh indah

PELAYANAN FIRMAN

P                                Mari kita berdoa    : …
Pembacaan Alkitab  : Ulangan 1 : 9 - 18
Tema Renungan     :
Bersama Bertanggung Jawab Atas Kesusahan Beban dan Perkara

PERSEMBAHAN

P              Marilah kita memberi persembahan. Sambil memberi persembahan kita menyanyi bersama-sama:


P+J          “NKB.No.199. SUDAHKAH YANG TERBAIK KUBERIKAN”
    Sudahkah yang terbaik ‘ku berikan
    kepada Yesus Tuhanku?
    Besar pengurbananNya di Kalvari!
    DiharapNya terbaik dariku.
       

         Reff 

            Berapa yang terhilang t’lah ‘ku cari
            dan ‘ku lepaskan yang terbelenggu?
            Sudahkah yang terbaik ‘ku berikan
            kepada Yesus, Tuhanku?

DOA SYAFAAT


P             Mari kita berdoa: … (diakhiri dengan Doa Bapa Kami)

        

NYANYIAN PENUTUP (Jemaat Berdiri)


P+J          MenyanyiWALAU SERIBU REBAH

    Tiada pernah kuragukan Kasih setia-Mu ya Tuhan
    Setiap waktu dalam hidupku Tak pernah Kau tinggalkan
    Meski langit tampak suram Awan gelap pun menghadang
    Hadapi badai lewati gelombang Tak pernah Kau tinggalkan diriku
    Walau seribu rebah di sisiku Kau tetaplah Allah penolongku
    Walau sepuluh ribu rebah di kananku Takkan kugoyah sebab Yesus sertaku

BERKAT

P             Terimalah berkat TUHAN dan pergilah dengan selamat:

TUHAN memberkati dan melindungi saudara-saudara; TUHAN menyinari dengan wajah-Nya dan memberi saudara kasih karunia: TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepada saudara-saudara dan memberi saudara-saudara damai sejahtera.

P + J                        Amin… Amin… Amin… (dinyanyikan)


 

TATA IBADAH EVANGLISASI KELUARGA - 2 SEPTEMBER 2020




PERSIAPAN


PANGGILAN BERIBADAH (jemaat berdiri)

P Dalam kemurnian hati, marilah kita menghadap kekudusan Tuhan dan dengan penuh hormat menyembah dia dan beribadah kepadanya, sebab Tuhan adalah Allah yang Besar dan Raja yang mengatasi segala allah.

P+J  Menyanyi KJ. No. 4 “HAI MARI SEMBAH”

Hai mari sembah yang maha besar,

nyanyikan syukur dengan bergemar

Perisai umatNya yang maha Esa,

mulia namaNya, tahtaNya megah 


TAHBISAN DAN SALAM

P Persekutuan ibadah evanglisasi keluarga jemaat GMIM Kakaskasen Eben Haezer saat ini, di tahbiskan dalam nama AllaH Bapa, Anak dan Roh kudus. Amin.

P Salam kasih dari Tuhan Yesus Kristus Kepala Gereja dan Tuhan dunia. Amin.

P+J  Menyanyi NKB. No. 126 “TUHAN MEMANGGILMU”

Tuhan memanggilmu, hai dengarlah:

Apa pun yang terbaik, ya b’rikanlah!”

Dan jangan ‘kau kejar hormat semu,

muliakan saja Yesus, Tuhanmu.

Refr. :

Tiap karya diberkatiNya, namun yang terbaik dimintaNya.

Walaupun tak besar talentamu, b’ri yang terbaik kepada Tuhanmu


PENGAKUAN DOSA (jemaat duduk)

P Mari berdoa:

Ya Tuhan sesungguhnya  kami bersyukur atas cinta kasih-Mu di dalam kehidupan kami,  namun di dalam kehidupan ini  seringkali  kami menyakiti hati-Mu baik pikiran kami, tutur kata serta tindakan kami. Bahkan  seringkali kami menyakiti hati sesama kami manusia.  Karena itu ya  Tuhan, ampunilah salah dan dosa kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.


P+J  Menyanyi NKB. No. 14 “JADILAH TUHAN KEHENDAKMU”

Jadilah, Tuhan kehendakMu!

‘Kaulah Penjunan, ‘ku tanahnya.

Bentuklah aku sesukaMu,

‘kan ‘ku nantikan dan berserah


PELAYANAN FIRMAN TUHAN 

P Mari berdoa:

Ya Tuhan, kami memuji dan memuliakan nama-Mu, Engkau sungguh baik dalam hidup kami. Kami ingin tahu lebih dalam tentang kehendak-Mu dalam hidup ini. Karena itu kami bermohon, berkatilah kami umat-Mu. Berilah kiranya  Roh Kudus Mu  menerangi kami untuk memahami kehendak-Mu melalui kesaksian Alkitab yang akan kami baca dan renungkan saat ini, supaya kamipun  mampu mengerti yang Tuhan mau untuk kami lakukan setiap hari. Ya Tuhan tolonglah hamba-Mu sebagai pengkhotbah untuk mewartakan kebenaran Firman Tuhan saat ini serta kami jemaat siap sedia untuk mendengarkannya. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.

P Pembacaan Alkitab: PL  Ulangan 1 : 9 – 18

P+J  Menyanyi NNBT. No. 13 “YA ALLAH BAPA, YA YESUS TUHAN”

Ya Allah Bapa, ya Yesus Tuhan, ya Rohul Kudus

Aku bersyukur, aku memuji menyembahMu

O, berikanlah urapan RohMu kepadaku, agar aku layak dihadiratMu

Direlung hatiku yang hancur, kubuat mezbah korban syukurku

Kuserahkan persembahanku, berkenanlah Kau, ya Tuhanku


RENUNGAN 

Tema: “Bersama Bertanggungjawab atas Kesusahan, Beban dan Perkara”

Saudara-saudara yang dibekarti Tuhan/ Tuhan memberkati keluarga kita. 

Kita bersyukur karena Tuhan masih memberikan waktu kepada kita untuk beribadah kepada-Nya  pada saat ini.  Permasalahan  dewasa ini sering muncul  hidup yang individualis dalam arti hidup untuk kepentingan dan mengutamakan diri sendiri, dan yang cenderung tidak peduli dengan kesusahan, beban , termasuk di lingkungan keluarganya sendiri, misalnya keluarga yang satu tidak lagi mempedulikan kesusahan tetangganya, atau anak tidak peduli dengan pergumulan orang tuanya, kakak tidak memperhatikan beban hidup adiknya dan sebaliknya. 

      Bacaan kita hari ini Ulangan 1:9-18 dimana  Musa sebagai pemimpin yang harus menyatakan kehendak Allah, memberitahukan ketetapan dan keputusan-keputusan Allah, serta menyelesaikan perkara-perkara umat Israel; tugasnya ini memang sangat berat, karena itu Musa mengakui ketidak-mampuannya untuk mengurus bangsa Israel yang semakin banyak jumlahnya dengan permasalahan yang semakin kompleks sehingga Musa harus mengangkat pemimpin. Keadaan inilah  yang menyebabkan diperlukannya hakim-hakim untuk membantu  bagi Musa. Bertambahnya keturunan dan semakin besar jumlahnya, diyakini sebagai wujud perjanjian Allah dengan umat- Nya. Ayat sebelumnya yaitu ayat 7-8  mendorong Israel untuk maju menduduki Kanaan yang dijanjikan Tuhan dengan sumpah kepada nenek moyang mereka. Perjanjian itu adalah berkat TUHAN dimana Ia tetap menjaga kesinambungan keturunan Israel dan memelihara perjanjian Allah yang menempatkan hukum TUHAN sebagai dasar kehidupan yang sejahtera, baik diantara saudara maupun dengan orang lain.

Selanjutnya Musa  mengungkapkan keluhannya   mengenai beratnya beban tugas yang dia lakukan dalam mengatur dan menghakimi bangsa Israel yang semakin besar jumlahnya  maupun dalam hal berkat Allah sesuai dengan janji-Nya kepada mereka,  Ayat 9-11.  Keluhan ini seperti juga yang dikemukakan sebagai nasihat kepada Musa oleh Yitro mertuanya   (Kel 18:17-19).   Bertambahnya jumlah orang Israel ternyata menjadi kesusahan dan pergumulan tersendiri bagi Musa, terutama menyangkut soal kepemimpinan. Memimpin bangsa yang sebesar itu seorang diri menjadi kesusahan dan beban bagi Musa, yang olehnya itu diperlukan bantuan dari orang lain untuk bersama bertanggungjawab atas kesusahan, beban dan perkara dari umat  tersebut, Ayat 12.   Permintaan Musa kepada bangsa itu untuk mengutus orang-orang yang bijaksana, berakal budi dan berpengalaman, artinya orang yang cakap dan pandai untuk diangkat menjadi kepala bagi masing-masing suku mereka. Dalam ayat selanjutnya menunjuk pada hirarkhi kepemimpinan yang terstruktur. Tugas yang diberikan Musa kepada para Kepala Suku ialah menangani segala perkara baik bagi orang Israel maupun bagi orang asing yang berada di tengah-tengah mereka. Ayat 13-14.  Musa mengajuhkan syarat untuk menjadi pemimpin setiap  suku-suku  yaitu orang yang bijaksana dan berpengalaman untuk memutuskan dan menjalankan pengadilan yang benar dan  Musa tidak memilih seseorang berdasarkan hubungan darah atau kerabat.  Setiap kepala diberi tanggungjawab   yang berbeda dari jumlah yang dipimpinnya yaitu kepala pasukan seribu, kepala pasukan seratus, kepala pasukan lima pulah dan kepala pasukan sepuluh namun tujuannya  sama yaitu  untuk memutuskan perkara-perkara di antara saudara-saudara mereka dengan adil,  Ayat 15-16. Juga setiap kepala pasukan tidak boleh memutuskan perkara dengan   memandang muka  dan jangan takut dan gentar  mengadili mereka sebab pengadilan adalah kepunyaan Tuhan namun apabila ada perkara yang besar dan sukar    dihadapkan kepada Musa. Ayat 17-18.

Saudara yang diberkati Tuhan, anggota keluarga yang dikasihi-Nya,

Bila hidup ini adalah sebuah masalah, berarti ada banyak perkara yang harus kita hadapi dalam hubungan dengan orang lain; baik masalah itu berdampak besar maupun kecil, namun semua harus dihadapi dan diselesaikan secara bersama, seperti halnya Yitro yang menasihatkan Musa untuk bersama-sama menyelesaikan perkara-perkara bangsa Israel, dengan melibatkan orang-orang yang dinilai bijaksana, berakal budi dan berpengalaman. Akan tetapi, menyelesaikan perkara secara bersama, tidak boleh diartikan sebagai perilaku yang mencampuri urusan orang lain, melainkan sebuah panggilan untuk bersama-sama berempati dan menanggung beban dalam sebuah realitas kehidupan yang sedang dihadapi (Galatia 6:2). Marilah kita diajak sebagai keluarga Jemaat GMIM Kakaskasen Eben Haezer kita  dipanggil untuk menyatakan bentuk hidup yang berbeda dari orang-orang lain. Salah satunya adalah cara orang Kristen memperlakukan sesama manusia dalam kehidupan sehari-hari, yaitu hidup yang saling peduli, penuh kasih, sepenanggungan dalam mengatasi kesusahan, beban  termasuk saat-saat sulit dalam mengatasi covid 19. Artinya berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Amin


PERSEMBAHAN

P Marilah kita mempersembahkan korban syukur kita kepada Tuhan Allah kita.

P+J  Menyanyi NKB. No. 199 : 1, 2 “SUDAHKAH YANG TERBAIK KUBERIKAN”

Sudahkah yang terbaik ‘ku berikan, kepada Yesus Tuhanku?

Besar pengurbananNya di Kalvari! DiharapNya terbaik dariku.

Refr. :

Berapa yang terhilang t’lah ‘ku cari, dan ‘ku lepaskan yang terbelenggu?

Sudahkah yang terbaik ‘ku berikan, kepada Yesus, Tuhanku?

Begitu banyak waktu yang terluang, sedikit ‘ku b’ri bagiNya.

Sebab kurang kasihku pada Yesus; mungkinkah hancur pula hatinya?

Refr.…

DOA UMUM

P Mari kita berdoa:

Bapa kami di dalam Sorga. Bapa yang kami sembah di dalam nama Yesus Kristus dan di dalam persekutuan dengan Roh Kudus. Engkau yang telah menganugerahkan hidup dan pemeliharaan bagi kami sebagai umat ciptaan-Mu.  Kami bersyukur  kepada-Mu  Tuhan Allah yang telah memberikan anugerah keselamatn bagi kami sebagai orang percaya kepada Yesus Kristus. Kami  memuji dan memuliakan akan kebesaran nama-Mu. Kami berdoa kepada-Mu untuk Program pelayanan Gereja Masehi Injili di Minahasa mulai aras Sinode, Wilayah, Jemaat bahkan sampai di kolom khususnya  juga  di Jemaat GMIM Kakaskasen Eben Haezer supaya pelayanannya boleh berjalan dengan baik   atas tuntunan kuasa Roh Kudus. Terima kasih juga Engkau terus memberkati setiap aktivitas kami sehingga apapun yang menjadi tugas dan tanggung jawab kami baik dalam pekerjaan atau pun dalam tugas dan kepelayanan kami; semuanya  boleh terlaksana dengan baik sesuai  dengan kehendak-Mu. Ya Tuhan kami pun berdoa kepada-Mu  untuk setiap keluarga Kami (sebut nama keluarga ……. Supaya senantiasa  diberkati dan dilindungi oleh Tuhan dalam kerja dan pelayanan kami. (Boleh tambahkan mendoakan sebagai suami istri, dan anak-naka supaya ………dst……… ) Berkatilah juga persembahan yang kami sudah berikan, untuk dipakai dalam pelayanan gereja kami. Tuhan tambah-tambahkan berkat juga kepada kami semua. Dan jauhkan kami dari segala penyakit dan mara bahaya. Berkatilah juga usaha dan kerja kami masing-masing. 

Juga kami  berdoa untuk  pemerintah kami mulai dari Pusat sampai di daerah kami Sulawesi Utara dan Kabupaten/Kota, kiranya  mereka bertugas sesuai dengan apa yang dikehendaki Tuhan. Beri hikmat dan  kearifan kepada memerintah kami dalam membangun  bangsa dan negara kami ini terutama menghadapi pergumulan yang berat dengan adanya pandemic covid 19. Tolong para pakar supaya dapat menemukan obat anti corona. Berkatilah mereka. Ya Tuhan perjalanan kehidupan kami ke depan   kiranya Tuhan  menuntun dan melindungi keluarga kami.  Inilah doa kami,  yang kami alaskan hanya di dalam nama Tuhan Yesus yang sudah mengajarkan  kami doa Bapa Kami.

(Kita ucapkan bersama-sama doa Bapa Kami………….. Amin )


NYANYIAN PENUTUP (jemaat berdiri)

P+J  Menyanyi KLIK. No. 128 “SEHATI SEKERJA”

Bekerja bersama-sama, jalan berdekat-dekat, 

Hidup dan beramah-ramah bersehati sefakat

Jangan dengan mulut hanya hatimu,

Patutlah berkata pada yang teman

Angkat perjanjian yang tetap teguh,

Rasa sama-sama susah dan senang

Refr. :

Jika kamu mau untung banyaklah,

Jangan hidup jauh hanya jadi sehati sekerja


BERKAT

P Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau,

Tuhan menyinari engkau dengan wajahNya dan memberi engkau kasih karunia,

Tuhan menghadapkan wajahNya dan memberi saudara-saudara damai sejahtera.

P+J Amin. Amin. Amin. (dinyanyikan)


TATA IBADAH MINGGU - 17 OKTOBER 2021

  GEREJA MASEHI INJILI di MINAHASA WILAYAH KAKASKASEN JEMAAT KAKASKASEN EBEN HAEZER TATA IBADAH HARI MINGGU BENTUK III Minggu, 17 Oktober 20...